Akurat

Tidur Sebentar Tapi Mimpinya Panjang? Ini Penjelasannya

Ratu Tiara | 27 Januari 2026, 16:35 WIB
Tidur Sebentar Tapi Mimpinya Panjang? Ini Penjelasannya

AKURAT.CO Kamu pernah bangun tidur dan merasa seperti sudah “hidup berjam-jam” dalam mimpi, padahal kamu hanya tidur sebentar? Atau setiap tidur kamu sering mengingat mimpi meskipun sebelumnya tidak sadar bahwa sedang bermimpi? Keduanya merupakan pengalaman umum terjadi yang memiliki alasan ilmiah di baliknya.

Mimpi merupakan pengalaman visual, emosional, atau cerita yang muncul saat otak dalam keadaan tidur, terutama pada fase Rapid Eye Movement. Pada fase ini, aktivitas otak sangat mirip dengan saat kita sadar sehingga mimpi bisa sangat hidup dan jelas (vivid).

Faktanya, manusia biasanya mengalami beberapa siklus tidur REM setiap malam yang memungkinkan bermimpi berkali-kali.

 Baca Juga: Kenapa Setelah Bangun Tidur Badan Terasa Lelah? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

Penyebab Sering Bermimpi Saat Tidur

1. Fase REM berulang

Setiap malam, kita melewati beberapa siklus tidur dan setiap siklus memiliki fase REM. Dalam fase ini, mimpi biasanya paling sering terjadi yang menyebabkan mimpi berkali-kali dalam satu malam.

2. Makanan berat sebelum tidur

Makan malam yang berat atau pedas dapat memengaruhi kualitas tidur dan meningkatkan aktivitas otak saat tidur yang memicu mimpi lebih sering.

3. Efek obat-obatan & suplemen

Beberapa obat, termasuk suplemen tidur tertentu seperti melatonin, atau obat resep lainnya, dapat memengaruhi fase REM dan membuat mimpi terasa lebih intens.

4. Stres dan kondisi emosional

Stres, kecemasan, atau pengalaman emosional berat dapat membuat otak terus “memproses” hal itu saat tidur sehingga mimpi akan menjadi banyak dan emosional.

 Baca Juga: Penyebab Mimpi Buruk dan Cara Mengatasinya agar Tidur Nyenyak Lagi

Penyebab Mimpi Terasa Panjang Meskipun Tidur Singkat

1. Dream Time vs Real Time

Penelitian menunjukkan bahwa meskipun mimpi berlangsung beberapa menit saja, otak memproses secara kompleks sehingga perasaan waktu di dalam mimpi bisa terasa lebih lama dibanding waktu sebenarnya.

2. Aktivitas Otak di REM

Saat REM, otak sangat aktif dalam menciptakan cerita, emosi, dan memori, yang dapat menciptakan narasi mimpi panjang dan rinci sehingga terasa seperti waktu lebih panjang.

3. Kekacauan Kronologi Otak

Dalam mimpi, urutan kejadian bisa tidak masuk akal sehingga membuat pengalaman tidur terasa seperti “kisah panjang” meskipun realitanya singkat.

Alasan Tidak Selalu Ingat Mimpi yang Sering Terjadi

Tidak semua mimpi terekam dalam memori kita. Hal ini karena kemampuan otak untuk menyimpan memori mimpi tergantung pada kapan kamu terbangun. Jika terbangun saat atau tepat setelah REM, kamu lebih mungkin mengingat mimpi yang baru terjadi.

Tips Agar Tidur dan Mimpi Lebih Nyaman

1. Atur Pola Tidur yang Teratur

Tidur dan bangun pada jam yang sama setiap hari membantu menjaga siklus REM yang stabil.

2. Hindari Makan Berat Sebelum Tidur

Makanan berat atau pedas dapat menstimulasi tubuh dan memicu mimpi lebih sering terjadi.

3. Hindari Stres Sebelum Tidur

Aktivitas rileks seperti meditasi atau membaca bisa membantu menenangkan pikiran.

4. Matikan Gadget Sebelum Tidur

Cahaya biru dari layar dapat mengganggu ritme sirkadian dan memengaruhi kualitas tidur.

Sering bermimpi saat tidur merupakan hal normal, terutama karena fase REM yang terjadi berulang sepanjang malam.

Mimpi bisa terasa panjang karena cara otak memproses informasi, cerita, dan emosi di dalamnya.

Dengan memahami mimpi bisa membantu kamu mengoptimalkan tidur dan kesejahteraan emosional secara menyeluruh.

Marina Yeremin Sindika Sari (Magang

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
R