Akurat

Apa Itu Kateterisasi Jantung? Ini Tujuan, Prosedur, dan Risikonya

Herry Supriyatna | 11 Januari 2026, 23:41 WIB
Apa Itu Kateterisasi Jantung? Ini Tujuan, Prosedur, dan Risikonya

AKURAT.CO Kateterisasi jantung merupakan prosedur medis yang dilakukan untuk memeriksa kondisi jantung serta pembuluh darah yang terhubung dengannya.

Prosedur ini menggunakan selang tipis dan lentur yang disebut kateter, yang dimasukkan ke dalam pembuluh darah melalui pergelangan tangan, siku, atau lipat paha, kemudian diarahkan menuju jantung dengan panduan sinar X.

Melalui kateterisasi, dokter dapat menilai kinerja jantung, mengukur tekanan darah di ruang-ruang jantung, serta mendeteksi adanya penyempitan atau sumbatan pada pembuluh darah koroner.

Dalam kondisi tertentu, prosedur ini juga dapat berfungsi sebagai tindakan terapi, seperti membuka pembuluh darah yang tersumbat (angioplasti) atau pemasangan stent untuk melancarkan aliran darah.

Tujuan dan Manfaat Kateterisasi Jantung

Kateterisasi jantung dilakukan sesuai kebutuhan medis pasien, dengan sejumlah manfaat utama, antara lain:

  • Mendiagnosis penyakit jantung koroner akibat penyempitan pembuluh darah.

  • Menilai fungsi katup jantung, termasuk mendeteksi kebocoran atau penyempitan.

  • Mengukur tekanan darah di ruang jantung dan pembuluh darah besar.

  • Mendeteksi kelainan jantung bawaan, seperti lubang pada dinding jantung.

  • Melakukan tindakan pengobatan langsung, seperti melebarkan pembuluh darah, memperbaiki katup, atau mengangkat bekuan darah.

Prosedur ini umumnya dilakukan dengan anestesi lokal sehingga pasien tetap sadar, namun tidak merasakan nyeri berarti. Waktu tindakan berkisar antara 30 hingga 60 menit, tergantung tingkat kompleksitas kasus.

Baca Juga: Manfaat Akupuntur bagi Penderita Stroke, Terapi Pendukung yang Bantu Percepat Pemulihan

Risiko Kateterisasi Jantung

Meski tergolong aman dan rutin dilakukan, kateterisasi jantung tetap memiliki risiko seperti prosedur medis lainnya.

Sebagian besar efek samping bersifat ringan dan dapat ditangani dengan cepat oleh tenaga medis.

Beberapa risiko yang mungkin terjadi meliputi:

  1. Perdarahan atau memar di area tusukan, yang umumnya akan membaik dalam beberapa hari.

  2. Infeksi luka tusukan, terutama jika perawatan pascaprosedur kurang optimal.

  3. Reaksi alergi terhadap zat kontras, seperti gatal, ruam, mual, atau sesak napas, terutama pada pasien dengan riwayat alergi.

  4. Gangguan irama jantung (aritmia) yang biasanya bersifat sementara.

  5. Cedera pembuluh darah atau jantung, meski sangat jarang terjadi.

  6. Pembentukan bekuan darah (trombosis) yang berpotensi menyebabkan komplikasi serius.

  7. Gangguan fungsi ginjal, terutama pada pasien dengan riwayat penyakit ginjal.

  8. Reaksi vasovagal, berupa penurunan tekanan darah atau pingsan sementara akibat stres.

  9. Komplikasi berat seperti stroke atau serangan jantung, meski risikonya sangat kecil.

Dokter akan melakukan berbagai langkah pencegahan untuk meminimalkan risiko tersebut, termasuk pemeriksaan awal yang menyeluruh.

Pemulihan Setelah Kateterisasi

Usai prosedur, pasien biasanya diminta beristirahat selama beberapa jam untuk mencegah perdarahan ulang di area tusukan. Sebagian pasien dapat pulang di hari yang sama, sementara lainnya perlu observasi semalam sesuai kondisi medis.

Selama masa pemulihan, pasien disarankan untuk:

  • Menghindari aktivitas berat selama 1–2 hari.

  • Menjaga area bekas tusukan tetap bersih dan kering.

  • Memperbanyak minum air putih untuk membantu mengeluarkan zat kontras dari tubuh.

  • Segera berkonsultasi ke dokter jika muncul nyeri hebat, pembengkakan, demam, atau perdarahan berlebihan.

Kateterisasi jantung merupakan prosedur penting untuk membantu dokter menegakkan diagnosis secara akurat sekaligus memberikan terapi yang diperlukan.

Dengan tingkat keberhasilan dan keamanan yang tinggi, prosedur ini kerap menjadi langkah krusial dalam mencegah komplikasi serius serta meningkatkan kualitas hidup pasien penyakit jantung.

Baca Juga: Panduan Lengkap Membagi Warisan Berupa Usaha agar Adil dan Bisnis Tetap Berjalan

Laporan: Bunga Adinda/magang

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.