Akurat

Perbedaan Demam Dengue dan Demam Berdarah yang Perlu Diketahui

Herry Supriyatna | 11 Januari 2026, 00:00 WIB
Perbedaan Demam Dengue dan Demam Berdarah yang Perlu Diketahui

AKURAT.CO Banyak orang masih sering menggunakan istilah demam dengue dan demam berdarah secara bergantian, padahal keduanya memiliki perbedaan yang cukup penting.

Memahami perbedaan ini sangat membantu orang tua maupun pasien untuk mengenali gejala sejak dini, menilai tingkat keparahan penyakit, serta menentukan langkah penanganan yang tepat.

Tingkat Keparahan dan Gejala

Perbedaan utama antara demam dengue dan demam berdarah dengue (DBD) terletak pada tingkat keparahan dan manifestasi gejalanya.

Demam dengue merupakan infeksi virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti atau Aedes albopictus.

Gejalanya bervariasi, mulai dari tanpa gejala hingga demam tinggi, sakit kepala, nyeri otot dan sendi, nyeri di belakang mata, mual, serta muntah. Sekitar 80 persen kasus demam dengue bahkan tidak menimbulkan gejala yang berat.

Sementara itu, demam berdarah dengue (DBD) adalah bentuk infeksi dengue yang lebih berat.

Kondisi ini ditandai dengan perdarahan, seperti mimisan, gusi berdarah, ruam merah pada kulit, hingga urin bercampur darah.

Pada DBD, kadar trombosit biasanya turun drastis hingga di bawah 100.000/mm³.

Pada kasus berat, dapat terjadi perdarahan serius, termasuk perdarahan internal yang berisiko mengancam nyawa.

Baca Juga: Cara Membersihkan Mesin Cuci agar Tidak Bau dan Tetap Awet

Pola Demam

Perbedaan juga terlihat pada pola demam. Pada demam dengue, suhu tubuh umumnya naik turun menyerupai bentuk “pelana kuda”.

Sementara pada DBD, fase berbahaya justru sering muncul saat demam mulai turun.

Pada fase kritis ini, risiko kebocoran plasma dan penurunan trombosit meningkat sehingga kondisi pasien dapat memburuk secara cepat.

Penanganan

Penanganan demam dengue yang ringan umumnya dapat dilakukan dengan istirahat cukup, memperbanyak asupan cairan, serta pemantauan kondisi tubuh.

Namun, pada demam berdarah dengue, pasien memerlukan pengawasan medis yang lebih intensif untuk mencegah komplikasi serius, seperti perdarahan hebat dan syok.

Pada intinya, demam dengue adalah infeksi virus dengue yang umumnya bersifat ringan dan dapat ditangani dengan perawatan sederhana.

Sebaliknya, demam berdarah dengue merupakan bentuk yang lebih serius dengan risiko komplikasi tinggi.

Oleh karena itu, mengenali perbedaan keduanya sangat penting agar penanganan medis dapat dilakukan secara cepat dan tepat, sehingga risiko kondisi berbahaya dapat dicegah.

Baca Juga: Deteksi Dini Demam Berdarah: Kenali Gejala Awal dan Tindakan Tepat di Rumah

Laporan: Aqila Shafiqa Aryaputri/magang

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.