Akurat

Waktu Tepat Fogging Nyamuk agar Efektif Cegah DBD, Jangan Sampai Salah Jam

Eko Krisyanto | 29 Desember 2025, 17:37 WIB
Waktu Tepat Fogging Nyamuk agar Efektif Cegah DBD, Jangan Sampai Salah Jam

AKURAT.CO Fogging sering menjadi andalan saat kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) meningkat. Asap putih yang menyelimuti permukiman dipercaya mampu membunuh nyamuk pembawa virus.

Namun, tidak banyak yang tahu bahwa fogging hanya akan efektif jika dilakukan pada waktu dan cara yang tepat. Jika keliru, hasilnya bisa kurang maksimal, bahkan berisiko membuat nyamuk kebal insektisida.

Lantas, kapan sebenarnya waktu terbaik melakukan fogging dan apa saja yang perlu diperhatikan? Simak penjelasannya berikut ini.

Apa Itu Fogging?

Fogging atau pengasapan merupakan metode pengendalian nyamuk dengan menyemprotkan insektisida ke udara untuk membunuh nyamuk dewasa, khususnya Aedes aegypti, vektor utama penyakit DBD.

Insektisida yang umum digunakan adalah malation atau bahan sejenis yang mampu melumpuhkan nyamuk saat terhirup.

Namun, perlu dipahami bahwa fogging tidak membunuh telur dan larva nyamuk. Artinya, tanpa langkah pencegahan lain, populasi nyamuk dapat kembali meningkat dalam waktu singkat.

Kapan Waktu Paling Tepat Melakukan Fogging?

Fogging tidak dilakukan secara sembarangan dan biasanya hanya diterapkan pada radius sekitar 200 meter dari lokasi kasus DBD.

Baca Juga: GERD dan Tukak Lambung Beda, Jangan Keliru! Ini Penjelasan Dokter yang Perlu Anda Tahu

Penyemprotan dilakukan dua kali dengan jeda sekitar satu minggu agar nyamuk dewasa yang baru menetas juga bisa terbasmi.

Waktu paling efektif untuk fogging adalah:

  • Pagi hari: pukul 08.00–11.00 WIB

  • Sore hari: pukul 14.00–17.00 WIB

Pada jam-jam tersebut, nyamuk Aedes aegypti sedang aktif mencari makan.

Jika fogging dilakukan di luar waktu ini, nyamuk bisa menghindar dan berpotensi menjadi resisten terhadap insektisida, sehingga upaya pengendalian justru menjadi kurang efektif.

Apa yang Harus Dilakukan Saat Fogging Berlangsung?

Agar aman dan tidak menimbulkan dampak kesehatan, warga perlu memperhatikan beberapa hal saat fogging dilakukan:

  • Simpan pakaian, makanan, dan peralatan makan di tempat tertutup

  • Gunakan masker dan tutupi rambut

  • Jika memungkinkan, keluar rumah sementara

  • Setelah fogging selesai, buka pintu dan jendela untuk sirkulasi udara

  • Bersihkan permukaan rumah, lalu mandi dan ganti pakaian

Langkah ini penting untuk menghindari paparan residu insektisida yang menempel di lingkungan rumah.

Fogging Saja Tidak Cukup, Terapkan 3M Plus

Karena fogging hanya membunuh nyamuk dewasa, pencegahan utama DBD tetap bertumpu pada pemberantasan sarang nyamuk melalui gerakan 3M Plus, yaitu:

  • Menguras tempat penampungan air secara rutin

  • Menutup rapat wadah air seperti toren dan drum

  • Mendaur ulang atau menyingkirkan barang bekas yang berpotensi menampung air

Sementara “Plus” meliputi penggunaan larvasida, obat nyamuk atau kelambu, memelihara ikan pemakan jentik, hingga menanam tanaman pengusir nyamuk.

Baca Juga: Pantangan Makanan Saat Tipes yang Wajib Diketahui agar Cepat Pulih

Fogging memang efektif membunuh nyamuk dewasa, tetapi tidak bisa bekerja sendiri.

Agar pencegahan DBD optimal, fogging harus dilakukan pada waktu yang tepat, disertai langkah pengamanan selama proses berlangsung, serta didukung penerapan 3M Plus secara konsisten.

Kombinasi inilah yang menjadi kunci untuk menekan penyebaran nyamuk dan menjaga lingkungan tetap sehat.

Laporan: Shera Amalia Ghaitsa/magang

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.