Akurat

Pantangan Makanan Saat Tipes yang Wajib Diketahui agar Cepat Pulih

Eko Krisyanto | 29 Desember 2025, 17:30 WIB
Pantangan Makanan Saat Tipes yang Wajib Diketahui agar Cepat Pulih

AKURAT.CO Saat tubuh terserang tipes, perhatian tidak hanya tertuju pada obat dan istirahat, tetapi juga apa yang masuk ke dalam perut.

Penyakit ini kerap membuat saluran cerna menjadi lebih rapuh dan sensitif. Tak jarang, penderita mengalami keluhan tambahan seperti perut kembung, diare, atau nyeri usus.

Karena itu, memilih makanan yang tepat—dan menghindari yang salah—menjadi kunci penting dalam mempercepat pemulihan dan mencegah kondisi memburuk.

Apa Penyebab Penyakit Tipes?

Mengutip Alo Dokter, tipes terjadi akibat infeksi bakteri Salmonella typhi yang masuk ke tubuh melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi.

Penularan sering berkaitan dengan kebersihan yang buruk, seperti jarang mencuci tangan, mengonsumsi air yang tidak bersih, makanan mentah, sayuran dari sumber air tercemar, hingga produk susu yang tidak melalui proses pasteurisasi.

Karena menyerang sistem pencernaan, infeksi ini membuat usus menjadi lebih rentan terhadap rangsangan makanan tertentu.

Daftar Makanan yang Sebaiknya Dihindari Saat Tipes

1. Makanan Mentah atau Kurang Matang

Daging, ayam, dan telur yang tidak dimasak sempurna berisiko membawa bakteri berbahaya. Meski Salmonella typhiberasal dari manusia, makanan dapat menjadi perantara penularan jika tercemar alat masak, air, atau tangan yang tidak bersih.

Baca Juga: Cara Membantu Anak Autis Bersosialisasi dengan Teman, Bisa Dilatih Sehari-hari

2. Makanan Berlemak Tinggi

Hidangan berminyak dan berlemak berat dapat membebani kerja lambung dan usus. Kondisi ini berpotensi memperparah mual, diare, serta memperlambat proses penyembuhan.

3. Sayuran Berserat Kasar

Jenis sayuran seperti kol, brokoli, atau sawi mentah dapat menimbulkan gas berlebih dan membuat perut terasa tidak nyaman. Jika ingin mengonsumsi sayuran, pilih yang dimasak hingga lunak agar lebih mudah dicerna.

4. Makanan Pedas dan Asam

Cabai, sambal, saus pedas, serta makanan dengan rasa asam kuat dapat mengiritasi dinding lambung dan usus. Efeknya, peradangan bisa semakin parah dan masa sakit menjadi lebih lama.

5. Susu dan Produk Olahannya

Susu full cream, keju, dan yogurt berpotensi menyebabkan kembung atau memperburuk diare pada penderita tipes, terutama jika sistem pencernaan sedang melemah.

6. Makanan dan Minuman Tinggi Gula

Asupan gula berlebih dapat menurunkan daya tahan tubuh dan menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan bakteri di saluran cerna. Minuman bersoda, kue manis, dan camilan kemasan sebaiknya dihindari sementara.

7. Minuman Berkafein

Kopi, teh pekat, dan minuman energi mengandung kafein yang dapat merangsang kerja usus. Efek ini bisa memperparah iritasi dan membuat perut semakin tidak nyaman.

8. Biji-bijian Utuh dan Kacang-kacangan

Beras merah, quinoa, barley, serta berbagai jenis kacang dan biji-bijian kecil mengandung serat kasar yang cukup tinggi. Saat tipes, jenis makanan ini dapat memicu kembung dan meningkatkan aktivitas usus secara berlebihan.

9. Buah yang Tidak Bersih

Buah yang dikonsumsi tanpa dicuci atau dikupas berisiko membawa bakteri. Terutama buah yang dimakan bersama kulitnya, seperti apel dan anggur. Pastikan buah dicuci bersih atau dikupas sebelum dimakan.

10. Karbohidrat Berat dalam Porsi Besar

Karbohidrat yang terlalu padat dan berlebihan dapat memperberat kerja pencernaan. Pilih sumber karbohidrat yang lembut dan mudah dicerna, seperti bubur nasi atau kentang rebus.

Makanan yang Dianjurkan untuk Penderita Tipes

Berdasarkan rekomendasi RS Pondok Indah, penderita tipes dianjurkan mengonsumsi makanan bergizi yang teksturnya lembut dan mudah diserap tubuh.

Baca Juga: Panduan Lengkap Cara Olahraga bagi Ibu Hamil: Aman, Nyaman dan Menyehatkan

Sumber protein seperti ayam, ikan, telur, dan tahu sangat membantu proses pemulihan. Sayuran lunak seperti wortel dan bayam, serta buah yang lembut seperti pisang dan semangka, juga baik dikonsumsi.

Jangan lupa mencukupi kebutuhan cairan dengan air putih atau air kelapa untuk mencegah dehidrasi.

Semua makanan sebaiknya dimasak hingga matang sempurna dan diolah secara higienis.

Pengaturan pola makan memegang peranan besar dalam pemulihan tipes.

Menghindari makanan yang dapat mengiritasi saluran cerna serta memilih asupan bergizi yang mudah dicerna akan membantu tubuh pulih lebih cepat.

Dengan disiplin menjaga kebersihan dan pola makan yang tepat, risiko komplikasi dan kekambuhan dapat ditekan secara optimal.

Laporan: Shera Amalia Ghaitsa/magang

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.