Akurat

Cara Membantu Anak Autis Bersosialisasi dengan Teman, Bisa Dilatih Sehari-hari

Eko Krisyanto | 29 Desember 2025, 17:27 WIB
Cara Membantu Anak Autis Bersosialisasi dengan Teman, Bisa Dilatih Sehari-hari

AKURAT.CO Anak dengan spektrum autisme (Autism Spectrum Disorder/ASD) memiliki cara berpikir dan berinteraksi yang berbeda. Perbedaan ini bukan berarti mereka tidak ingin berteman.

Banyak anak autis sebenarnya ingin berinteraksi, hanya saja belum memahami bagaimana cara memulainya atau menanggapinya.

Dengan bimbingan yang tepat, konsisten, dan penuh empati, kemampuan sosial anak autis dapat berkembang secara bertahap sesuai dengan ritme dan kenyamanannya.

Berikut beberapa cara yang bisa diterapkan di rumah maupun di sekolah untuk membantu anak autis bersosialisasi dengan teman sebaya.

1. Ajarkan Cara Memulai Percakapan

Mulailah dengan kalimat sederhana dan konkret, seperti:

  • “Hai, boleh aku main bareng?”

  • “Nama kamu siapa?”

  • “Aku suka mobil-mobilan, kamu suka juga?”

Latih anak melalui praktik langsung atau bermain peran secara rutin hingga ia mulai terbiasa menggunakan kalimat tersebut dalam situasi nyata.

2. Latih Kemampuan Bergantian (Turn-Taking)

Permainan yang melibatkan giliran sangat membantu anak memahami interaksi dua arah. Contohnya:

Baca Juga: Tak Cerminkan Etika Akademik, Dosen UIM yang Meludahi Kasir Harus Diberi Sanksi Tegas

  • Lempar bola secara bergantian

  • Menyusun balok bergilir

  • Bermain board game sederhana

Dari aktivitas ini, anak belajar bahwa setiap orang memiliki peran yang sama dalam sebuah interaksi.

3. Mulai dari Kelompok Kecil

Tidak perlu langsung mengenalkan anak pada lingkungan yang ramai. Awali dengan:

  • Satu teman terlebih dahulu

  • Suasana yang tenang

  • Durasi singkat, sekitar 10–15 menit

Jika anak sudah merasa nyaman, durasi dan jumlah teman dapat ditambah secara bertahap.

4. Ajarkan Membaca Isyarat Sosial Secara Bertahap

Anak autis perlu dibantu memahami sinyal sosial secara jelas dan lugas, misalnya:

  • Teman tersenyum → tandanya senang

  • Teman mundur → mungkin butuh ruang

  • Teman diam → bisa jadi sedang lelah atau tidak ingin diganggu

Hindari penggunaan kiasan dan jelaskan dengan bahasa yang sederhana.

5. Gunakan Permainan yang Terstruktur

Aktivitas dengan aturan yang jelas membantu anak memahami alur sosial tanpa harus menebak-nebak, seperti:

  • Bermain Lego bersama

  • Menyusun puzzle

  • Menggambar berdua

  • Permainan giliran sederhana

Struktur yang jelas memberi rasa aman dan memudahkan anak mengikuti interaksi.

6. Jadilah “Penerjemah Sosial” Saat Dibutuhkan

Jika anak terlihat bingung, bantu menjelaskan situasi secara langsung. Contohnya:
“Temanmu mengajak bermain ayunan, kamu bisa jawab ‘ayo’ ya.”

Pendampingan seperti ini memberi contoh konkret tentang bagaimana merespons situasi sosial.

Baca Juga: Hasto: Bendera GAM Bukan Isu Politik, Negara Harus Segera Hadir untuk Korban Bencana

7. Berikan Apresiasi pada Setiap Usaha Sosial

Sekecil apa pun usaha anak, tetap layak dihargai, misalnya:

  • Menatap sebentar saat diajak bicara

  • Duduk di dekat teman

  • Menjawab “iya” atau “tidak”

Berikan pujian sederhana seperti, “Hebat, kamu sudah menyapa teman hari ini!”

Hal yang Perlu Diingat

  • Sosialisasi bagi anak autis bukan soal menjadi seperti anak lain, melainkan mampu terhubung dengan cara yang nyaman bagi dirinya

  • Progres mungkin kecil, tetapi konsistensi sangat berarti

  • Jangan memaksakan kontak mata atau sentuhan fisik jika anak tidak nyaman

  • Kerja sama dengan guru dan terapis akan sangat membantu perkembangan anak

Dengan pendekatan yang penuh empati dan kesabaran, anak autis dapat membangun hubungan sosial yang bermakna sesuai dengan kemampuan dan kebutuhannya sendiri.

Laporan: Dinda NS/magang

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.