Akurat

5 Cara Cepat Mengembalikan Trombosit Akibat DBD

Eko Krisyanto | 12 Desember 2025, 20:27 WIB
5 Cara Cepat Mengembalikan Trombosit Akibat DBD
 
AKURAT.CO Menurunnya jumlah trombosit akibat Demam Berdarah Dengue (DBD) sering menjadi kekhawatiran utama bagi penderita maupun keluarga.
 
Trombosit berfungsi penting dalam proses pembekuan darah, dan ketika jumlahnya merosot drastis, risiko perdarahan meningkat tajam.
 
Mengembalikan trombosit dengan cepat pada penderita DBD dapat dilakukan dengan kombinasi antara asupan gizi yang tepat, istirahat yang cukup, dan penghindaran faktor yang memperburuk kondisi darah.
 
Dilansir dari Healthline, mengonsumsi makanan kaya vitamin B12, vitamin C, folat, dan zat besi dapat membantu tubuh meningkatkan jumlah trombosit secara alami. 
 
 
Upaya ini tidak hanya dilakukan saat masa pengobatan, tetapi juga sangat efektif ketika pasien berada dalam tahap pemulihan setelah infeksi dengue mereda.
 
Tindakan seperti menjaga pola makan sehat, memperbanyak cairan, dan menghindari obat tertentu dapat mempercepat proses produksi sel darah baru yang dibutuhkan tubuh untuk pulih.
 
Kondisi menurunnya trombosit dapat terjadi pada siapa saja yang terinfeksi virus dengue. Situasi ini biasanya muncul dalam beberapa hari pertama sejak demam tinggi menyerang dan akan terus menurun hingga fase kritis. 
 
Waktu terbaik untuk mulai meningkatkan trombosit adalah segera setelah gejala awal DBD muncul. Pemulihan ini bisa dilakukan di rumah dengan pengawasan medis, atau di fasilitas kesehatan bila kondisi pasien membutuhkan penanganan lebih lanjut.
 

5 Cara Cepat Mengembalikan Trombosit Akibat DBD

1. Konsumsi Makanan Kaya Nutrisi Penting

Makanan yang mengandung vitamin B12 seperti ikan salmon, tuna, dan telur sangat membantu meningkatkan produksi trombosit karena B12 berperan dalam pembentukan sel darah merah.
 
Vitamin C dari buah jeruk, jambu biji, dan brokoli membantu memperkuat sistem imun dan meningkatkan penyerapan zat besi.
 
Folat dari sayuran hijau seperti bayam, asparagus, dan kacang-kacangan juga berkontribusi pada regenerasi sel darah.
 
Makanan tinggi zat besi seperti daging merah, hati, atau lentil dapat membantu mempercepat pemulihan trombosit.

2. Minum Jus Jambu Biji atau Daun Pepaya

Jus jambu biji kaya akan vitamin C dan antioksidan yang mampu merangsang pembentukan trombosit baru.
 
Ekstrak daun pepaya telah terbukti membantu meningkatkan jumlah trombosit melalui kandungan papain yang bekerja langsung pada sumsum tulang untuk memperbanyak sel darah. Cara ini termasuk metode alami yang dapat dilakukan di rumah dengan aman, namun tetap disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum rutin dikonsumsi.

3. Cukup Istirahat dan Hindari Aktivitas Berat

Istirahat cukup sangat penting bagi tubuh dalam proses pemulihan dari DBD. Tidur yang berkualitas memungkinkan tubuh memperbaiki jaringan dan memproduksi sel baru, termasuk trombosit.
 
Hindari aktivitas fisik berat karena dapat memperburuk kondisi tubuh yang masih lemah.
 
Kelelahan fisik bisa memperlambat proses regenerasi sel darah dan menurunkan imunitas tubuh.

4. Hindari Alkohol dan Obat Tertentu

Alkohol dapat menghambat produksi trombosit di sumsum tulang. Begitu pula obat seperti aspirin, ibuprofen, atau antibiotik tertentu dapat menurunkan jumlah trombosit.
 
Pasien DBD disarankan untuk hanya mengonsumsi obat sesuai resep dokter. Penghindaran zat-zat tersebut membantu tubuh fokus dalam memperbaiki sistem darah tanpa hambatan kimia tambahan.

5. Konsultasi dan Pemantauan Medis Teratur

Bila jumlah trombosit tetap rendah meskipun sudah melakukan berbagai cara alami, langkah terbaik adalah segera berkonsultasi ke tenaga medis.
 
Dokter dapat memberikan terapi tambahan atau transfusi trombosit bila diperlukan.
 
Perawatan medis yang tepat sangat penting terutama jika jumlah trombosit berada di bawah ambang batas normal (kurang dari 150.000 per mikroliter darah). Pemantauan rutin juga membantu mencegah risiko perdarahan atau komplikasi serius.
 
Mengembalikan trombosit akibat DBD bergantung pada obat-obatan serta keseimbangan nutrisi, gaya hidup sehat, dan pemantauan medis yang konsisten.
 
Lakukan 5 cara di atas secara disiplin agar proses pemulihan dapat berlangsung lebih cepat dan risiko komplikasi dapat diminimalkan.
 
Salsabilla Nur Wahdah (Magang) 
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
R