Akurat

Super Flu: Pengertian, Gejala, Penyebab dan Pengobatan

Rahmat Ghafur | 9 Januari 2026, 22:05 WIB
Super Flu: Pengertian, Gejala, Penyebab dan Pengobatan

AKURAT.CO Belakangan ini, istilah "Super Flu" mulai ramai diperbincangkan di dunia medis dan media sosial.

Banyak orang mengeluhkan gejala flu yang terasa jauh lebih berat dan durasi penyembuhan yang lebih lama dibandingkan flu biasa pada umumnya.

Baca Juga: Super Flu Merebak, Menkes: Ini Bukan Virus Baru dan Tidak Mematikan

Kondisi ini sering kali muncul di masa transisi musim atau pancaroba.

Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan Super Flu? Apakah ini jenis virus baru, atau sekadar gejala flu yang mengganas? Simak ulasan lengkap mengenai pengertian, gejala, penyebab, hingga cara pengobatannya berikut ini.

Apa Itu Super Flu?

Dosen Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UMY, dr. Farindira Vesti Rahmasari, M.Sc., Ph.D., menjelaskan bahwa istilah super flu mengacu pada varian influenza baru yang pertama kali terdeteksi di Amerika Serikat. Varian tersebut dilaporkan oleh CDC pada Agustus 2025 dan sejak itu menyebar ke berbagai negara.

“Super flu” pada dasarnya masih bagian dari keluarga influenza yang sudah lama beredar. Jenisnya tergolong influenza tipe A subtipe H3N2, namun kini muncul varian turunan baru bernama subklade K yang sebelumnya jarang terdeteksi,” jelas dr. Farindira dikutip pada Jumat, (9/1/2026).

Gejala Super Flu yang Perlu Diwaspadai

Gejala Super Flu sering kali menyerupai kombinasi antara influenza berat dan COVID-19. Berikut adalah beberapa tanda yang paling umum dilaporkan:

Demam Tinggi: Suhu tubuh bisa melonjak drastis dan berlangsung selama beberapa hari.

Kelelahan Ekstrem: Rasa lemas yang luar biasa hingga sulit untuk melakukan aktivitas ringan.

Batuk Kering dan Sesak: Batuk yang terus-menerus dan terkadang disertai rasa tidak nyaman di dada.

Sakit Tenggorokan Hebat: Rasa nyeri saat menelan yang cukup mengganggu.

Nyeri Otot dan Sendi: Tubuh terasa pegal-pegal di seluruh bagian (myalgia).

Sakit Kepala: Pusing yang berdenyut kencang.

Durasi Lama: Berbeda dengan flu biasa yang sembuh dalam 3-5 hari, Super Flu bisa menetap hingga 2 minggu atau lebih.

Penyebab Terjadinya Super Flu

dr. Farindira menjelaskan bahwa hadirnya varian baru influenza merupakan bagian dari mekanisme alami virus yang terus bermutasi. Perubahan dapat terjadi lewat antigenic drift, yaitu modifikasi genetik kecil, atau melalui pertukaran materi genetik antara virus yang menginfeksi manusia maupun hewan.

Ia menambahkan bahwa kondisi setelah pandemi COVID-19 ikut mempercepat penyebaran flu. Selama masa pandemi, paparan soal virus influenza menurun tajam. Ketika pembatasan sosial berakhir, virus influenza kembali beredar dengan cakupan dan intensitas yang lebih besar.

Cara Pengobatan dan Penanganan

Meskipun gejalanya berat, sebagian besar kasus Super Flu bisa ditangani dengan perawatan intensif di rumah. Namun, jika gejala memburuk, segera hubungi tenaga medis. Berikut langkah penanganannya:

Istirahat Total (Bed Rest): Memberikan waktu bagi tubuh untuk memfokuskan energi pada pemulihan sistem imun.

Hidrasi yang Cukup: Minum air putih, jus buah, atau sup hangat untuk mencegah dehidrasi dan mengencerkan lendir.

Obat Pereda Gejala: Penggunaan parasetamol atau ibuprofen untuk menurunkan demam dan meredakan nyeri otot (pastikan sesuai dosis).

Konsumsi Vitamin: Asupan Vitamin C, D, dan Zinc dapat membantu mempercepat proses pemulihan.

Konsultasi Dokter: Jika terjadi sesak napas atau demam tidak kunjung turun setelah 3 hari, dokter mungkin akan meresepkan obat antivirus khusus.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

R
D