Akurat

Kenapa Suara Berubah Saat Flu dan Batuk? Ini Penyebab dan Penjelasan Medisnya

Wahyu SK | 28 Desember 2025, 09:43 WIB
Kenapa Suara Berubah Saat Flu dan Batuk? Ini Penyebab dan Penjelasan Medisnya

AKURAT.CO Banyak orang yang pernah mengalami suara menjadi serak, parau, bahkan berubah total saat sedang flu atau batuk.

Selain tidak nyaman, perubahan ini bisa memengaruhi kemampuan berbicara dan aktivitas sehari-hari.

Saat seseorang terkena flu atau batuk parah, sistem pernapasan bagian atas terganggu oleh infeksi virus.

Virus influenza memicu gejala seperti batuk, pilek, sakit tenggorokan, dan peradangan pada saluran pernapasan atas yang secara langsung memengaruhi area suara.

Batuk yang berulang kali juga memberi tekanan kuat pada pita suara. Getaran kuat dari batuk berkepanjangan ini dapat mengiritasi dan meradang pita suara, sehingga suara terdengar serak, parau, atau bahkan berubah nada.

Selain itu, kondisi flu dan batuk menyebabkan ketidakseimbangan tekanan udara di saluran pernapasan, yang ikut memengaruhi cara suara dihasilkan dan terdengar.

Peran Laringitis dalam Perubahan Suara

Istilah Laringitis merujuk pada kondisi suara berubah, parau, atau hilang. Infeksi virus, khususnya yang terkait dengan flu atau batuk sering menjadi penyebab utama laringitis.

Virus memasuki saluran pernapasan dan memicu respons tubuh yang menyebabkan pita suara membengkak dan meradang.

Gejala Laringitis

1. Suara serak, parau, atau berubah nada.
2. Rasa gatal atau perih di tenggorokan.
3. Batuk kering yang membuat pita suara semakin tertekan.
4. Kesulitan berbicara karena pita suara tidak bergetar seperti biasanya.

Saat flu menyerang, tubuh memproduksi lendir untuk membantu menangkap virus dan partikel asing.

Lendir yang menumpuk di tenggorokan bisa mengalir ke bawah dan melapisi pita suara, sehingga interferensi ini turut membuat suara terdengar berat, serak, atau bahkan tersendat.

Tips Merawat Suara Saat Flu dan Batuk

1. Hindari banyak bicara atau berteriak untuk mengurangi tekanan pada pita suara.

2. Minum air hangat dapat membantu meredakan iritasi dan melonggarkan lendir di tenggorokan.

3. Hindari asap rokok, polusi udara, atau makanan pedas karena dapat memperparah iritasi.

4. Gunakan humidifier untuk membantu menjaga kelembapan tenggorokan.

5. Jika suara tidak kembali normal setelah 2-3 minggu, segera periksa ke dokter THT.

Perubahan suara saat flu dan batuk merupakan respons tubuh terhadap infeksi virus dan iritasi saluran pernapasan atas.

Kondisi ini umumnya disebabkan oleh laringitis serta efek batuk dan lendir yang merusak getaran normal suara.

Meskipun bersifat sementara, perawatan yang tepat dapat membantu mempercepat pemulihan suara dan mengurangi iritasi.

Laporan: Marina Yeremin Sindika Sari/magang

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
W
Editor
Wahyu SK