Efek Kopi bagi Penderita Stroke: Aman atau Perlu Dibatasi?

AKURAT.CO Kopi menjadi salah satu minuman favorit banyak orang karena cita rasanya yang khas serta efek menyegarkan yang dihasilkan kafein.
Namun, bagi penderita stroke atau mereka yang memiliki riwayat penyakit ini, konsumsi kopi perlu diperhatikan secara lebih cermat.
Lantas, bagaimana sebenarnya pengaruh kopi terhadap penderita stroke? Apakah kopi berbahaya, atau justru dapat memberikan manfaat jika dikonsumsi dengan tepat?
Hubungan Kopi dan Risiko Stroke
Stroke terjadi ketika aliran darah ke otak terganggu, baik akibat sumbatan pembuluh darah (stroke iskemik) maupun pecahnya pembuluh darah (stroke hemoragik).
Faktor risikonya meliputi tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, diabetes, serta pola hidup yang tidak sehat.
Kopi mengandung kafein yang bersifat stimulan terhadap sistem saraf pusat. Dalam jumlah moderat, kafein dapat meningkatkan fokus dan kewaspadaan.
Namun, pada penderita stroke, efek kafein dapat berbeda-beda tergantung kondisi kesehatan, jenis stroke, serta pola konsumsi kopi sehari-hari.
Baca Juga: Terungkap! Rahasia Mikroorganisme Purba Bertahan Hidup di Bumi Ekstrem Miliaran Tahun Lalu
Apakah Kopi Bisa Menurunkan Risiko Stroke?
Dikutip dari Coffee & Health, sebuah studi pada 2021 menunjukkan bahwa konsumsi kopi sebanyak 3–4 cangkir per hari dikaitkan dengan risiko stroke yang lebih rendah dibandingkan tidak minum kopi sama sekali.
Efek protektif ini terutama terlihat pada stroke iskemik, sementara pada stroke hemoragik hasilnya tidak signifikan.
Manfaat tersebut diduga berasal dari kandungan kafein, trigonelin, asam klorogenat, dan asam kafeat dalam kopi yang berperan dalam melindungi pembuluh darah dan fungsi otak.
Selain itu, kopi juga kaya antioksidan yang dapat membantu menekan peradangan dan stres oksidatif, dua faktor yang berkaitan dengan risiko stroke.
Meski demikian, para ahli menegaskan bahwa temuan ini masih memerlukan penelitian lanjutan.
Apakah Penderita Stroke Boleh Minum Kopi?
Dikutip dari Edukasi Stroke, penderita stroke tetap boleh mengonsumsi kopi, namun harus dengan kehati-hatian dan sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:
-
Penderita stroke dengan hipertensi perlu membatasi kopi karena kafein dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah sementara, terutama pada orang yang jarang mengonsumsi kopi.
-
Kopi tanpa filter (seperti kopi tubruk atau French press) mengandung senyawa yang dapat meningkatkan kolesterol LDL. Kopi saring dinilai lebih aman karena kandungan senyawa tersebut lebih rendah.
-
Konsumsi kopi berkafein tinggi dapat memicu gangguan tidur, kecemasan, dan peningkatan tekanan darah.
-
Konsumsi kopi berlebihan, khususnya lebih dari 4 cangkir per hari, dikaitkan dengan peningkatan risiko stroke hingga sekitar 33%.
Tips Aman Minum Kopi bagi Penderita Stroke
-
Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.
-
Batasi konsumsi maksimal 3–4 cangkir per hari.
-
Pilih kopi saring dibandingkan kopi tanpa filter.
-
Hindari minum kopi menjelang waktu tidur.
-
Perbanyak konsumsi air putih untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh.
Kopi memiliki potensi manfaat bagi kesehatan, termasuk dalam menurunkan risiko stroke iskemik jika dikonsumsi dalam jumlah sedang.
Baca Juga: Realpolitik di Indonesia: Antara Pragmatisme Kekuasaan dan Tantangan Demokrasi
Kandungan antioksidan dan senyawa bioaktif di dalam kopi dapat membantu menjaga kesehatan pembuluh darah.
Namun, bagi penderita stroke atau mereka yang memiliki tekanan darah tinggi, konsumsi kopi tetap perlu dibatasi dan disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing.
Konsumsi berlebihan justru dapat meningkatkan tekanan darah, kolesterol, serta memperburuk kondisi tubuh.
Kunci aman minum kopi bagi penderita stroke adalah moderasi, pemilihan jenis kopi yang tepat, serta konsultasi medis. Dengan cara tersebut, kopi tetap bisa dinikmati tanpa menimbulkan risiko kesehatan baru.
Laporan: Shera Amalia Ghaitsa/magang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










