Tubuh Mendadak Gemetar dan Berkeringat Dingin? Waspada Gula Darah Turun

AKURAT.CO Bayangkan seseorang sedang beraktivitas seperti biasa—bekerja di kantor, berolahraga, atau sekadar berjalan santai.
Tiba-tiba tubuhnya gemetar, keringat dingin mengucur, kepala terasa ringan, dan pandangan mulai kabur.
Banyak orang mengira kondisi ini hanya akibat kelelahan atau tekanan darah rendah. Padahal, bisa jadi penyebabnya adalah turunnya kadar gula darah, atau yang dikenal dengan istilah hipoglikemia.
Hipoglikemia terjadi ketika kadar glukosa dalam darah turun di bawah batas normal, umumnya di bawah 70 mg/dL.
Padahal, glukosa merupakan bahan bakar utama tubuh, terutama bagi otak. Ketika pasokan energi ini menurun drastis, tubuh akan bereaksi cepat dan mengirimkan sinyal peringatan.
Gejala Awal yang Sering Diabaikan
Tubuh manusia sebenarnya sangat cerdas. Ia akan memberi tanda saat kadar gula mulai menurun.
Namun, gejala hipoglikemia bisa berbeda pada tiap orang. Secara umum, tanda-tandanya terbagi menjadi gejala ringan dan berat.
Pada tahap awal, gejala yang sering muncul antara lain:
Baca Juga: Panduan Lengkap Cek dan Cairkan Dana Program Indonesia Pintar (PIP) 2025
-
Tubuh gemetar dan terasa lemas, tangan bergetar, hingga sulit menggenggam benda kecil.
-
Berkeringat dingin tanpa sebab yang jelas.
-
Rasa lapar mendadak meski baru saja makan.
-
Jantung berdebar lebih cepat dari biasanya.
-
Kepala terasa ringan atau pusing, seolah lingkungan berputar.
Jika sinyal-sinyal ini diabaikan, kadar gula darah dapat terus menurun dan memicu gejala yang lebih serius, seperti:
-
Kebingungan dan kesulitan berbicara.
-
Gangguan penglihatan atau pandangan kabur.
-
Perubahan perilaku mendadak, seperti mudah marah atau gelisah.
-
Kejang hingga kehilangan kesadaran.
Pada tahap ini, hipoglikemia tergolong berat dan membutuhkan pertolongan medis segera.
Mengapa Gula Darah Bisa Turun?
Pada penderita diabetes, hipoglikemia umumnya terjadi akibat penggunaan insulin atau obat penurun gula darah yang tidak diimbangi asupan makanan yang cukup.
Misalnya, menyuntik insulin tetapi melewatkan waktu makan, atau melakukan aktivitas fisik berat tanpa tambahan energi.
Namun, kondisi ini tidak hanya dialami penderita diabetes. Orang tanpa diabetes pun bisa mengalami hipoglikemia akibat:
-
Pola makan yang tidak teratur.
-
Puasa terlalu lama.
-
Konsumsi alkohol tanpa makanan pendamping.
-
Gangguan hormon atau fungsi hati yang berperan dalam pengaturan glukosa.
Langkah Cepat Saat Gula Darah Turun
Begitu gejala muncul, jangan menunggu hingga memburuk. Segera lakukan langkah-langkah berikut:
Baca Juga: Akhiri Polemik Perpol 10/2025, Pemerintah Susun PP Atur Penugasan Polisi di Jabatan Sipil
-
Konsumsi makanan atau minuman manis yang cepat diserap tubuh, seperti satu sendok makan madu, tiga hingga empat tablet glukosa, atau setengah gelas minuman manis (bukan soda diet).
-
Tunggu sekitar 10–15 menit. Jika gejala belum membaik, ulangi langkah tersebut.
-
Setelah kondisi membaik, lanjutkan dengan makanan utama seperti nasi atau roti untuk menjaga kestabilan gula darah.
-
Jika seseorang tidak sadarkan diri, jangan memaksakan makanan atau minuman melalui mulut. Segera bawa ke fasilitas kesehatan terdekat.
Langkah Pencegahan yang Perlu Diperhatikan
Mencegah hipoglikemia jauh lebih mudah daripada menanganinya. Beberapa kebiasaan sederhana yang bisa dilakukan antara lain:
-
Makan tepat waktu dan tidak melewatkan jam makan utama.
-
Selalu membawa camilan manis, terutama bagi penderita diabetes.
-
Menyesuaikan dosis obat atau insulin dengan aktivitas harian sesuai anjuran dokter.
-
Rutin memeriksa kadar gula darah, terutama sebelum aktivitas berat.
-
Menghindari konsumsi alkohol berlebihan karena dapat menurunkan produksi glukosa oleh hati.
Gula darah rendah bukan sekadar rasa lemas sesaat. Jika diabaikan, hipoglikemia dapat menyebabkan komplikasi serius, bahkan mengancam nyawa.
Tubuh sebenarnya selalu memberi peringatan sebelum kondisi menjadi berbahaya. Yang dibutuhkan hanyalah kepekaan untuk mengenali dan meresponsnya dengan tepat.
Dengan memahami gejala, menjaga pola makan, dan rutin memantau kadar gula darah, risiko hipoglikemia dapat ditekan dan kesehatan tubuh tetap terjaga.
Baca Juga: Amanda Manopo Hamil 3 Bulan, Kenny Austin Ungkap Kondisi Istri Begini
Laporan: Bunga Adinda/magang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 7Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 8Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini









