Akurat

Alasan Penderita TBC Sering Alami Penurunan Berat Badan

Ratu Tiara | 18 November 2025, 18:47 WIB
Alasan Penderita TBC Sering Alami Penurunan Berat Badan

AKURAT.CO Penurunan berat badan kerap menjadi salah satu tanda yang paling terlihat pada penderita TBC. Kondisi ini bukan sekadar efek samping, tetapi bagian dari respons tubuh terhadap infeksi yang mengganggu metabolisme dan kebutuhan nutrisi.

Untuk memahami apa yang terjadi, berikut sejumlah faktor utamanya. 

Baca Juga: Kemenkes Bidik 900 Ribu Pasien TBC hingga Akhir Tahun

Penyebab Utama Penurunan Berat Badan pada Penderita TBC 

1. Metabolisme tubuh meningkat 

Infeksi kronis membuat tubuh bekerja ekstra untuk melawan bakteri yang memicu kondisi hipermetabolik. Energi terbakar lebih cepat meski asupan makan normal atau bahkan menurun.

2. Nafsu makan menurun 

Peradangan dan perubahan hormon akibat TBC sering menurunkan selera makan. Kondisi ini membuat asupan nutrisi harian tidak mencukupi kebutuhan tubuh.

3. Pemakaian cadangan energi 

Saat tubuh kekurangan energi dari makanan, lemak menjadi sumber utama yang dipecah.

Jika masih tidak cukup, tubuh mulai memecah protein dari otot termasuk jaringan penting seperti otot jantung sehingga berat badan turun drastis.

4. Gangguan pencernaan dan efek obat 

Penderita kerap mengalami mual atau gangguan pencernaan yang dipicu infeksi maupun efek samping obat membuat nutrisi sulit diserap optimal. 

Baca Juga: Pemerintah Perkuat Penanganan TBC hingga Stunting Lewat Kolaborasi One Health

5. Malnutrisi 

Asupan gizi yang tidak memadai memperburuk kondisi tubuh. Kekurangan nutrisi membuat sistem imun melemah, sehingga tubuh makin rentan dan berat badan terus menurun. 

Dampak Penurunan Berat Badan pada Kondisi Pasien 

1. Kelemahan fisik 

Berat badan yang terus turun membuat tubuh kehilangan kekuatan otot. Akibatnya, pasien mudah lelah dan aktivitas sehari-hari menjadi lebih berat untuk dilakukan.

2. Turunnya daya tahan tubuh

Kekurangan gizi langsung memengaruhi sistem imun. Kondisi ini membuat tubuh lebih rentan terserang infeksi lain dan dapat memperburuk penyebaran TBC.

3. Risiko komplikasi meningkat 

Pasian dengan status gizi sangat rendah, seperi IMT di bawah 17 atau penurunan berat badan lebih dari 10% lebih rentan mengalami gangguan fungsi organ, masalah pernapasan, aritmia, hingga risiko kematian yang lebih tinggi.

4. Hambatan proses penyembuhan 

Defisit nutrisi membuat tubuh kurang responsif terhadap pengobatan. Kondisi ini memperlambat pemulihan dan dapat mengurangi efektivitas terapi TBC.

Cara Mengatasi Penurunan Berat Badan pada Penderita TBC 

1. Menjalani pengobatan sesuai anjuran dokter 

Terapi TBC  yang teratur dan tepat membantu mengendalikan infeksi. Ketika kondisi mulai terkendali, berat badan biasanya berangsur pulih.

2. Konsumsi makanan tinggi kalori dan protein 

Pilih sumber nutrisi seperti ayam, ikan, telur, kacang-kacangan, alpukat, minyak sehat, dan biji-bijian untuk membantu memperbaiki massa otot dan menambah energi.

3. Makan lebih sering dalam porsi kecil 

Jika sulit makan banyak sekaligus, makan 5–6 kali sehari dengan porsi kecil agar kebutuhan nutrisi tetap terpenuhi.

4. Tambahan suplemen atau susu enteral 

Suplemen penambah nafsu makan atau susu enteral dapat membantu memenuhi kebutuhan kalori harian saat asupan makanan masih kurang.

5. Penuhi kebutuhan mikronutrien 

Vitamin A, C, E, serta mineral seperti zat besi, zink, dan selenium penting untuk menjaga daya tahan tubuh dan mendukung proses pemulihan.

6. Lakukan olahraga ringan 

Aktivitas seperti berjalan kaki membantu meningatkan stamina, memperbaiki nafsu makan, dan mendukung perbaikan kondisi fisik.

7. Istirahat yang cukup 

Tidur yang berkualitas membantu memperbaiki jaringan tubuh yang rusak dan mempercepat proses penyembuhan.

8. Pantau asupan dan konsultasi dengan ahli gizi 

Jika asupan tetap tidak mencukupi atau penurunan berat badan makin parah, mineral seperti zat besi, zink, dan selenium penting untuk menjaga daya tahan tubuh dan mendukung proses pemulihan.

Menjaga nutrisi selama pengobatan TBC penting untuk memperkuat daya tahan tubuh dan mendukung pemulihan.

Pemeriksaan rutin serta dukungan tenaga kesehatan juga membantu memastikan kondisi pasien tetap terpantau dan penanganan berjalan optimal.

Aqila Shafiqa Aryaputri (Magang) 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
R