Akurat

Penyebab Serangan Jantung di Pagi Hari dan Cara Menghindarinya

Ratu Tiara | 9 November 2025, 17:23 WIB
Penyebab Serangan Jantung di Pagi Hari dan Cara Menghindarinya
 
AKURAT.CO Serangan jantung sering kali datang tanpa tanda yang jelas, tapi waktu kejadiannya ternyata tidak acak.
 
Banyak penelitian menunjukkan bahwa serangan jantung lebih sering terjadi di pagi hari, khususnya pada jam-jam awal setelah seseorang bangun tidur. Kondisi ini menjadi perhatian serius bagi para ahli jantung karena berkaitan erat dengan kondisi tubuh yang sedang mengalami perubahan fisiologis.
 
Waktu pagi yang seharusnya penuh semangat justru bisa menjadi momen paling berisiko bagi kesehatan jantung.
 
Menurut penjelasan dilansir dari Asian Heart Institute, risiko serangan jantung pada pukul 9 pagi bisa tiga kali lebih tinggi dibandingkan pukul 11 malam. Hal ini terjadi karena tubuh mengalami lonjakan tekanan darah, peningkatan detak jantung, dan aktivitas hormon stres seperti kortisol setelah seseorang bangun tidur.
 
Setelah semalaman beristirahat tanpa asupan cairan, darah menjadi lebih kental, sehingga meningkatkan kemungkinan terbentuknya gumpalan darah yang dapat menyumbat pembuluh arteri.
 
Orang dengan riwayat hipertensi, kolesterol tinggi, diabetes, atau kebiasaan merokok menjadi kelompok yang paling rentan mengalami kondisi ini. 
 
Kondisi tersebut paling sering terjadi di rumah atau saat memulai aktivitas pagi, terutama antara pukul 6 hingga 12 siang, dimana tubuh berada pada fase transisi menuju aktivitas penuh.
 

Penyebab Serangan Jantung di Pagi Hari

1. Lonjakan Tekanan Darah dan Denyut Jantung

Setelah bangun tidur, sistem saraf simpatis menjadi lebih aktif dan menyebabkan tekanan darah serta detak jantung meningkat secara signifikan. Kondisi ini menambah beban kerja jantung sehingga risiko serangan meningkat.

2. Peningkatan Hormon Stres

Di pagi hari, tubuh secara alami melepaskan hormon kortisol dalam jumlah tinggi untuk membantu seseorang terbangun. Namun, pada individu dengan penyakit jantung, lonjakan hormon ini justru dapat mempersempit pembuluh darah dan memicu serangan.

3. Darah yang Lebih Kental Akibat Dehidrasi Malam Hari

Setelah tidur panjang tanpa asupan cairan, viskositas darah meningkat. Kondisi ini menyebabkan darah lebih mudah menggumpal dan memperbesar risiko penyumbatan arteri koroner.

4. Pecahnya Plak Aterosklerotik di Pembuluh Darah

Tekanan darah tinggi di pagi hari bisa memicu pecahnya plak di arteri jantung. Ketika plak ini pecah, gumpalan darah terbentuk dan menghambat aliran darah ke jantung.

5. Kurang Tidur dan Stres Emosional

Tidur yang tidak cukup atau stres kronis dapat memperburuk kestabilan detak jantung dan tekanan darah, membuat pagi hari menjadi waktu paling berisiko bagi serangan jantung.
 

Cara Menghindari Serangan Jantung di Pagi Hari

1. Bangun Secara Bertahap

Hindari langsung berdiri atau beraktivitas berat setelah bangun.
 
Duduk sejenak di tepi tempat tidur selama beberapa menit agar tubuh beradaptasi dengan perubahan tekanan darah.

2. Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur

Asupan air membantu mengencerkan darah dan mengurangi risiko penggumpalan.
 
Minum air putih di pagi hari membantu mencegah dehidrasi yang mengentalkan darah dan meningkatkan risiko pembekuan darah. 

3. Jaga Tekanan Darah, Kolesterol, dan Gula Darah

Melakukan pemeriksaan rutin dan menerapkan gaya hidup sehat menjadi langkah penting untuk mencegah serangan jantung.
 
Pentingnya diet seimbang, berhenti merokok, dan olahraga teratur.

4. Olahraga Ringan Secara Rutin

Aktivitas fisik seperti jalan santai atau bersepeda ringan setiap pagi dapat memperkuat jantung dan memperlancar sirkulasi darah. Hindari olahraga berat tepat setelah bangun tidur.

5. Kelola Stres dan Tidur yang Cukup

Kurang tidur dan stres kronis memicu peningkatan hormon kortisol dan adrenalin.
 
Istirahat yang cukup dan teknik relaksasi seperti meditasi dapat menurunkan tekanan darah serta menjaga kesehatan jantung.
 
Pahami penyebab utamanya dan terapkan langkah pencegahannya agar dapat menjaga pola hidup sehat, mencukupi cairan tubuh, serta mengelola stres.
 
Pagi hari seharusnya menjadi awal energi baru, bukan ancaman bagi kesehatan jantung dan hal itu sepenuhnya bisa kita kendalikan melalui kebiasaan yang lebih sadar dan sehat.
 
Salsabilla Nur Wahdah (Magang)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
R