AKURAT.CO Kolesterol sering dianggap sebagai hal yang berbahaya, padahal tidak semuanya buruk.
Tubuh kita justru membutuhkan kolesterol untuk membentuk hormon, vitamin D, dan membantu pencernaan lemak.
Yang penting adalah menjaga keseimbangannya antara kolesterol baik (HDL) dan kolesterol jahat (LDL).
Yuk, kenali perbedaan keduanya agar kamu bisa menjaga tubuh tetap sehat dan bertenaga.
Baca Juga: Sering Dijauhi, Ternyata Susu Full Lemak Bagus untuk Jantung dan Kolesterol Baik Loh
1. Kolesterol Baik (HDL)
HDL atau High-Density Lipoprotein disebut kolesterol baik karena membantu membersihkan kelebihan kolesterol jahat dalam darah.
HDL membawa kolesterol dari pembuluh darah menuju hati untuk diuraikan dan dibuang dari tubuh.
-
Manfaat: Melindungi jantung dan pembuluh darah dari penyumbatan.
-
Cara Meningkatkan HDL:
Rutin berolahraga minimal 30 menit sehari. Konsumsi lemak sehat seperti alpukat, ikan salmon, dan kacang-kacangan. Hindari stres berlebihan dan rokok.
Baca Juga: Yuk Konsumsi Oat Milk, Ini Manfaatnya Selain Tekan Kolesterol Jahat
2. Kolesterol Jahat (LDL)
LDL atau Low-Density Lipoprotein dikenal sebagai kolesterol jahat karena bisa menumpuk di dinding pembuluh darah. Penumpukan ini dapat membentuk plak yang menyebabkan penyempitan dan mengganggu aliran darah.
-
Dampak: Meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan tekanan darah tinggi.
-
Cara Menurunkan LDL:
Batasi konsumsi makanan berlemak jenuh seperti gorengan, daging merah berlemak, dan makanan cepat saji. Perbanyak sayur, buah, serta biji-bijian utuh. Jaga berat badan ideal dan periksa kolesterol secara rutin.
Menjaga keseimbangan antara kolesterol baik dan jahat sangat penting untuk kesehatan jantung dan pembuluh darah.
Dengan pola makan seimbang, gaya hidup aktif, dan istirahat cukup, kadar kolesterol dapat tetap terkontrol. Ingat, kunci hidup sehat bukan menghindari kolesterol sepenuhnya, tapi mengatur kadarnya agar tetap seimbang.
Dinda NS (Magang)