Mengenal Stroke Ringan yang Diderita Kak Seto: Gejala dan Penyebab

AKURAT.CO Psikolog anak sekaligus public figure Kak Seto Mulyadi dikabarkan telah kembali beraktivitas setelah sempat mengalami stroke ringan beberapa waktu lalu. Kondisinya kini berangsur membaik. Ia bahkan sudah kembali menjalani kegiatan seperti biasa, termasuk melakukan syuting.
Dalam penjelasannya, Kak Seto mengungkap bahwa dirinya sempat mengalami gangguan pada kemampuan berpikir dan merasa bingung sebelum akhirnya memutuskan untuk menjalani pemeriksaan medis. Setelah dilakukan pemeriksaan MRI, hasilnya menunjukkan bahwa ia mengalami stroke ringan dan harus menjalani perawatan di rumah sakit selama beberapa hari.
Dokter menyarankan agar Kak Seto membatasi aktivitas fisik dan beristirahat penuh selama satu hingga dua bulan untuk pemulihan. Ia juga diimbau agar tidak terlalu lelah dan menunda berbagai kegiatan padat yang biasa ia jalani.
Meski demikian, pria berusia 74 tahun tersebut tetap berusaha menjaga keseimbangan antara istirahat dan aktivitas ringan. Ia mengaku sulit untuk benar-benar berdiam diri terlalu lama karena sudah terbiasa aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan edukatif. Untuk sementara waktu, olahraga yang diperbolehkan hanya sebatas jalan kaki dan aktivitas ringan lainnya yang tidak membebani tubuh.
Apa Itu Stroke Ringan?
Stroke ringan atau Transient Ischemic Attack (TIA) adalah kondisi ketika aliran darah ke otak terganggu sementara waktu. Gangguan ini menyebabkan gejala seperti stroke, tetapi biasanya berlangsung hanya beberapa menit hingga beberapa jam, dan tidak menyebabkan kerusakan permanen pada jaringan otak.
Walaupun disebut “ringan”, TIA merupakan peringatan serius karena menjadi tanda bahwa seseorang memiliki risiko tinggi mengalami stroke berat di kemudian hari jika tidak segera mendapatkan perawatan dan perubahan gaya hidup.
Gejala Stroke Ringan yang Perlu Diwaspadai
Gejala stroke ringan sering kali muncul tiba-tiba dan bisa menghilang dalam waktu singkat, sehingga banyak orang mengabaikannya. Beberapa tanda yang umum terjadi antara lain:
-
Kesulitan berbicara atau memahami pembicaraan orang lain.
-
Kelemahan atau mati rasa di wajah, tangan, atau kaki, terutama pada salah satu sisi tubuh.
-
Pandangan kabur atau ganda.
-
Kehilangan keseimbangan dan koordinasi tubuh.
-
Kebingungan mendadak atau sulit berpikir jernih.
Apabila gejala-gejala tersebut muncul, sangat penting untuk segera mencari pertolongan medis. Penanganan yang cepat — idealnya dalam waktu 4,5 jam pertama sejak gejala muncul — bisa mencegah kerusakan otak permanen.
Penyebab Umum Stroke Ringan
Stroke ringan biasanya disebabkan oleh tersumbatnya aliran darah ke otak secara sementara. Kondisi ini dapat terjadi akibat beberapa faktor berikut:
-
Penumpukan plak kolesterol di pembuluh darah.
-
Tekanan darah tinggi atau hipertensi.
-
Diabetes yang tidak terkontrol.
-
Gangguan irama jantung atau penyakit jantung.
-
Gaya hidup tidak sehat seperti merokok, stres berlebihan, atau kurang aktivitas fisik.
Cara Mencegah Stroke Ringan
Langkah pencegahan stroke ringan dapat dilakukan dengan menjaga pola hidup sehat dan pemeriksaan rutin, di antaranya:
-
Mengontrol tekanan darah dan kadar kolesterol.
-
Mengonsumsi makanan bergizi seimbang, rendah lemak dan garam.
-
Berolahraga ringan secara teratur, seperti jalan kaki 30 menit per hari.
-
Menghindari rokok dan alkohol.
-
Mengelola stres serta memastikan waktu istirahat cukup.
Kesimpulan
Kisah Kak Seto menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk lebih peka terhadap gejala stroke ringan. Penanganan cepat dan perubahan gaya hidup sehat dapat mencegah terjadinya stroke berat di masa depan.
Kini, setelah menjalani perawatan dan pemulihan, Kak Seto perlahan kembali beraktivitas sambil tetap menjaga keseimbangan antara istirahat dan kegiatan. Semangatnya untuk tetap produktif di usia lanjut menjadi contoh positif tentang pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental.
Baca Juga: Bikin Terobosan, Bethsaida Healthcare Hadirkan Pusat Pemulihan Pasca-Stroke Pertama di Indonesia
Baca Juga: Donna Agnesia Ungkap Mendiang Ayah Mertua Alami Stroke Pertama Kali Tahun 2017
FAQ: Stroke Ringan dan Kondisi Kak Seto
1. Apa yang dimaksud dengan stroke ringan?
Stroke ringan atau Transient Ischemic Attack (TIA) adalah kondisi ketika aliran darah ke otak terhenti sementara. Gejalanya mirip stroke biasa, namun biasanya berlangsung hanya beberapa menit hingga jam dan tidak menyebabkan kerusakan permanen pada otak.
2. Apakah stroke ringan berbahaya?
Ya, stroke ringan merupakan peringatan serius bahwa seseorang berisiko tinggi mengalami stroke berat dalam waktu dekat. Meski gejalanya bisa hilang sendiri, kondisi ini tetap membutuhkan pemeriksaan dan penanganan medis segera.
3. Apa saja gejala stroke ringan yang perlu diwaspadai?
Beberapa gejala umum stroke ringan antara lain kesulitan berbicara, kelemahan pada satu sisi tubuh, mati rasa di wajah atau tangan, pandangan kabur, kehilangan keseimbangan, dan kebingungan mendadak.
4. Apa penyebab utama seseorang terkena stroke ringan?
Penyebabnya bisa berasal dari penyumbatan aliran darah ke otak akibat penumpukan kolesterol, tekanan darah tinggi, diabetes, gangguan jantung, serta gaya hidup tidak sehat seperti merokok dan kurang olahraga.
5. Bagaimana kondisi terbaru Kak Seto setelah mengalami stroke ringan?
Kondisi Kak Seto saat ini telah membaik. Setelah menjalani perawatan beberapa hari di rumah sakit, ia kini kembali beraktivitas secara terbatas dan dianjurkan dokter untuk beristirahat selama satu hingga dua bulan.
6. Apa jenis olahraga yang aman dilakukan setelah stroke ringan?
Setelah mengalami stroke ringan, disarankan melakukan olahraga ringan seperti jalan kaki, peregangan, atau yoga. Aktivitas berat sebaiknya ditunda sampai kondisi tubuh benar-benar pulih dan mendapat izin dari dokter.
7. Bagaimana cara mencegah stroke ringan?
Langkah pencegahan dapat dilakukan dengan menjaga tekanan darah tetap stabil, mengatur pola makan sehat, rutin berolahraga, menghindari rokok dan alkohol, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
8. Kapan seseorang harus segera ke dokter jika mencurigai gejala stroke ringan?
Segera ke rumah sakit jika mengalami gejala seperti wajah mencong, tangan lemas, atau bicara pelo. Penanganan harus dilakukan dalam waktu maksimal 4,5 jam pertama sejak gejala muncul agar risiko kerusakan otak dapat dicegah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.








