Akurat

Waspadai Dampak Buruk Alkohol di Masa Tua

Eko Krisyanto | 3 November 2025, 08:54 WIB
Waspadai Dampak Buruk Alkohol di Masa Tua

AKURAT.CO Bagi sebagian orang, meminum alkohol mungkin dianggap sebagai cara untuk bersantai setelah bekerja, menikmati waktu bersama teman atau sekadar pelengkap saat acara tertentu.

Alkohol dalam jumlah kecil dapat membantu menenangkan pikiran atau meningkatkan suasana hati.

Namun, di balik rasa hangat dan efek relaksasi yang ditimbulkannya, alkohol menyimpan berbagai risiko serius bagi kesehatan, terutama jika dikonsumsi secara rutin atau berlebihan.

Yang sering terlupakan adalah bahwa toleransi tubuh terhadap alkohol tidak sama di setiap tahap kehidupan.

Saat masih usia muda, organ tubuh, terutama hati, ginjal, dan sistem metabolisme masih bekerja dengan efisien dalam memproses alkohol.

Seiring bertambahnya usia, kemampuan tubuh untuk memetabolisme alkohol menurun secara signifikan. Hal ini menyebabkan alkohol yang masuk ke tubuh lansia akan bertahan lebih lama dalam sistem peredaran darah, memberikan dampak yang lebih kuat dan merusak dibandingkan pada usia muda.

Selain itu, banyak orang lanjut usia yang juga mengonsumsi obat-obatan untuk penyakit kronis seperti tekanan darah tinggi, diabetes, atau kolesterol.

Kombinasi antara obat-obatan ini dan alkohol dapat memicu reaksi berbahaya yang bahkan bisa mengancam nyawa.

Di masa tua, ketika tubuh seharusnya berfokus pada pemulihan, menjaga keseimbangan, dan mempertahankan fungsi organ, konsumsi alkohol justru bisa mempercepat kerusakan dan memperburuk kondisi kesehatan secara keseluruhan.

Dengan kata lain, minum alkohol di usia lanjut bukan hanya sekadar kebiasaan berisiko, tetapi juga ancaman serius bagi kualitas hidup.

Dampak Buruk Alkohol di Masa Tua

1. Kerusakan Hati yang Semakin Parah

Hati berfungsi untuk menyaring racun, termasuk alkohol, dari dalam tubuh. Di usia tua, kemampuan hati menurun secara alami.

Konsumsi alkohol terus-menerus dapat mempercepat kerusakan organ ini dan menyebabkan penyakit serius seperti sirosis hati, perlemakan hati, atau hepatitis alkoholik.

Selain itu, proses pemulihan jaringan hati pada lansia jauh lebih lambat, sehingga risiko komplikasi menjadi lebih tinggi.

2. Penurunan Fungsi Otak dan Daya Ingat

Alkohol dapat merusak sel-sel otak dan mengganggu fungsi kognitif. Pada orang lanjut usia, hal ini mempercepat munculnya gangguan daya ingat, kebingungan, bahkan demensia.

Selain itu, alkohol juga memengaruhi keseimbangan kimia di otak yang dapat menyebabkan gangguan suasana hati, seperti depresi, mudah marah, atau cemas berlebihan.

3. Meningkatkan Risiko Penyakit Kronis

Banyak lansia memiliki kondisi medis seperti tekanan darah tinggi, diabetes, atau penyakit jantung.

Alkohol dapat memperburuk penyakit-penyakit tersebut dengan cara:
• Meningkatkan tekanan darah dan detak jantung.
• Mengganggu kadar gula darah pada penderita diabetes.
• Menyebabkan kolesterol jahat meningkat.
• Menurunkan kekebalan tubuh.

Selain itu, mengonsumsi alkohol bersamaan dengan obat-obatan tertentu juga dapat memicu efek samping berbahaya atau keracunan obat.

4. Gangguan Sistem Pencernaan

Alkohol bisa mengiritasi lapisan lambung dan usus, sehingga menyebabkan maag, peradangan, dan gangguan penyerapan nutrisi.
Jika terjadi dalam jangka panjang, lansia berisiko mengalami malnutrisi, penurunan berat badan, dan kelelahan kronis karena tubuh kekurangan vitamin dan mineral penting.

5. Risiko Cedera dan Jatuh Meningkat

Efek alkohol dapat mengganggu koordinasi, keseimbangan, serta refleks tubuh. Pada usia lanjut, hal ini sangat berbahaya karena dapat menyebabkan jatuh, patah tulang, atau cedera kepala.

Selain itu, proses penyembuhan luka pada lansia cenderung lebih lama, sehingga risiko komplikasi semakin tinggi.

6. Gangguan Tidur

Banyak orang mengira alkohol bisa membantu tidur lebih cepat. Padahal, alkohol justru mengganggu siklus tidur alami. Lansia yang mengonsumsi alkohol cenderung tidur tidak nyenyak, sering terbangun di malam hari, dan merasa lelah keesokan paginya.

Dalam jangka panjang, hal ini dapat menurunkan kualitas hidup secara signifikan.

7. Mempercepat Penuaan Tubuh

Konsumsi alkohol berlebihan dapat mempercepat proses penuaan dengan cara:
• Menyebabkan dehidrasi dan membuat kulit tampak kusam.
• Mengurangi produksi kolagen sehingga kulit mudah keriput.
• Menurunkan massa otot dan kepadatan tulang.

Lansia yang sering mengonsumsi alkohol juga tampak lebih cepat tua secara fisik dan lebih rentan terhadap penyakit degeneratif.

8. Meningkatkan Risiko Kanker

Penelitian menunjukkan bahwa alkohol dapat meningkatkan risiko beberapa jenis kanker, seperti kanker hati, tenggorokan, kerongkongan, usus besar, dan payudara.

Risiko ini akan meningkat bila konsumsi alkohol disertai dengan kebiasaan merokok atau pola makan tidak sehat.

9. Dampak Sosial dan Emosional

Selain efek fisik, alkohol juga memengaruhi kehidupan sosial lansia. Konsumsi alkohol berlebihan dapat menyebabkan konflik keluarga, perasaan kesepian, kehilangan kontrol diri, dan gangguan emosi.

Jika tidak dikendalikan, hal ini bisa mengarah pada isolasi sosial dan depresi.

Konsumsi alkohol di masa tua membawa lebih banyak risiko daripada manfaat. Tubuh yang menua tidak lagi mampu memproses alkohol seefisien dulu, sehingga efeknya terhadap organ tubuh menjadi jauh lebih berat.

Langkah terbaik untuk menjaga kesehatan di masa tua adalah mengurangi atau menghentikan konsumsi alkohol sepenuhnya.

Gantilah dengan gaya hidup sehat seperti memperbanyak air putih, makan makanan bergizi, berolahraga ringan serta menjaga hubungan sosial yang positif.

Sehingga masa tua bisa dijalani dengan lebih sehat, bugar dan bahagia tanpa ketergantungan alkohol.

Laporan: Bunga Adinda/magang

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
W
Editor
Wahyu SK