Air Hujan Bisa Diminum? Ini Cara Aman dan Efektif Mengolahnya Jadi Air Bersih
Ratu Tiara | 31 Oktober 2025, 15:41 WIB

AKURAT.CO Air hujan sering kali dianggap sebagai air alami yang bersih dan menyejukkan, Tetapi apakah benar air hujan aman untuk diminum langsung?
Dalam kondisi tertentu air hujan bisa menjadi solusi sumber air bersih yang efektif, terutama di daerah dengan keterbatasan pasokan air tanah.
Tetapi pengolahan yang tepat sangat penting agar air hujan benar-benar aman dikonsumsi dan tidak menimbulkan risiko kesehatan.
Air hujan pada dasarnya berasal dari proses kondensasi uap air di atmosfer yang kemudian turun ke permukaan bumi. Meski tampak jernih, air hujan bisa membawa partikel debu, polutan udara, atau mikroorganisme yang berbahaya jika diminum tanpa pengolahan.
Dilansir dari World Health Organization (WHO), pengumpulan, penyimpanan, dan pengelolaan air hujan yang baik menjadi faktor utama dalam menjaga kualitas air dan mencegah kontaminasi.
WHO menegaskan pentingnya memastikan air hujan melewati proses filtrasi dan disinfeksi sebelum dikonsumsi untuk menjaga keamanan kesehatan masyarakat. Hal ini menjadi dasar penting mengapa air hujan perlu dikelola dengan sistematis sebelum menjadi air minum yang layak.
Air hujan bisa dimanfaatkan di rumah tangga terutama di wilayah yang mengalami kekurangan sumber air bersih.
Melalui sistem pemanenan air hujan yang dilengkapi dengan penyaringan dan desinfeksi, air hujan dapat diubah menjadi sumber air yang layak minum.
Prosesnya relatif mudah diterapkan, asalkan memperhatikan kebersihan penampungan dan mengikuti standar kesehatan. Agar hasilnya optimal, ikuti langkah-langkah cara aman dan efektif mengolah air hujan menjadi air bersih ini.
Baca Juga: Hukum Shalat dengan Pakaian yang Terkena Percikan Najis dari Air Hujan di Jalan, Sah atau Tidak?
Cara Aman dan Efektif Mengolah Air Hujan Jadi Air Bersih
1. Pengumpulan Air Hujan
Langkah pertama adalah memastikan sistem penampungan air hujan dirancang dengan benar. Permukaan atap tempat air dikumpulkan harus bersih dari kotoran dan material berbahaya.
Air hujan dialirkan melalui talang menuju tangki penampungan yang terbuat dari bahan aman bagi konsumsi manusia.
Pemilihan lokasi dan desain sistem penampungan sangat penting untuk mencegah kontaminasi dari lingkungan sekitar.
2. Filtrasi atau Penyaringan Awal
Setelah dikumpulkan, air hujan perlu disaring untuk memisahkan partikel besar seperti daun, debu, dan kotoran yang terbawa dari atap. Proses ini bisa dilakukan menggunakan saringan kasar atau media pasir.
Penyaringan awal membantu mencegah penyumbatan di tahap pengolahan berikutnya dan memastikan air yang masuk ke tangki penyimpanan lebih bersih.
3. Pengolahan Lanjutan dan Disinfeksi
Pada tahap ini, air hujan yang sudah tersaring harus melalui proses pengolahan lebih lanjut agar bebas dari mikroorganisme berbahaya.
Air hujan mengandung berbagai bakteri, virus, dan jamur sehingga perlu dilakukan proses disinfeksi. Metode yang direkomendasikan meliputi:
- Sterilisasi UV (Ultraviolet): Menggunakan sinar ultraviolet untuk merusak DNA mikroorganisme dan membunuh bakteri tanpa bahan kimia tambahan.
- Klorinasi: Penambahan klorin dalam dosis tertentu untuk membunuh mikroba patogen, meski penggunaannya perlu hati-hati agar tidak menimbulkan efek samping.
- Filtrasi Membran (Reverse Osmosis): Proses penyaringan lanjutan untuk menghilangkan logam berat, zat kimia, dan garam terlarut sehingga hasil air lebih jernih dan aman diminum.
4. Penyimpanan Aman
Air yang sudah diolah perlu disimpan dalam wadah tertutup yang higienis untuk menghindari kontaminasi ulang.
Gunakan tangki yang kedap udara, terlindung dari sinar matahari langsung, dan mudah dibersihkan secara berkala. Penempatan tangki di area yang sejuk dan teduh juga membantu menjaga kualitas air tetap stabil.
5. Pemeliharaan dan Pemantauan Berkala
Kebersihan sistem harus dijaga secara rutin, termasuk membersihkan atap, talang, serta mengganti filter secara berkala.
Pemilik sistem pemanenan air hujan juga disarankan memeriksa kualitas air secara rutin menggunakan alat pengukur TDS atau uji pH sederhana untuk memastikan air tetap layak konsumsi.
Air hujan memang bisa menjadi sumber air minum yang aman asalkan melalui proses pengolahan dan pengawasan yang sesuai standar.
Dengan sistem pengumpulan yang baik, penyaringan berlapis, serta metode disinfeksi yang tepat, air hujan dapat menjadi solusi berkelanjutan bagi kebutuhan air bersih di masa depan.
Salsabilla Nur Wahdah (Magang)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









