Akurat

7 Cara Efektif Mencegah Komplikasi Ginjal Akibat Diabetes

Eko Krisyanto | 27 Oktober 2025, 09:10 WIB
7 Cara Efektif Mencegah Komplikasi Ginjal Akibat Diabetes

AKURAT.CO Bagi penderita diabetes, menjaga kadar gula darah bukan satu-satunya tantangan.

Salah satu komplikasi yang diam-diam mengintai adalah kerusakan ginjal akibat diabetes atau yang disebut nefropati diabetik.

Kondisi ini bisa berkembang perlahan tanpa gejala hingga akhirnya mengganggu fungsi tubuh secara serius. Jika tidak diantisipasi, hal ini dapat menyebabkan gagal ginjal yang memerlukan dialisis atau transplantasi.

Lantas, apa sebenarnya penyakit ini dan bagaimana cara mencegahnya?

Apa Itu Komplikasi Ginjal Diabetes?

Komplikasi ginjal akibat diabetes atau nefropati diabetik adalah kondisi ketika ginjal rusak akibat kadar gula darah tinggi yang berlangsung dalam waktu lama.

Kelebihan glukosa dalam darah menyebabkan pembuluh darah kecil di ginjal (glomerulus) menebal dan rusak, sehingga ginjal kehilangan kemampuan untuk menyaring limbah secara efisien.

Menurut penjelasan medis, penyakit ini merupakan salah satu komplikasi kronis paling umum dari diabetes yang memengaruhi sekitar satu dari tiga penderita diabetes di seluruh dunia.

Jika tidak ditangani sejak dini, fungsi ginjal dapat terus menurun hingga menyebabkan gagal ginjal stadium akhir.

Cara Mencegah Komplikasi Ginjal Akibat Diabetes

1. Kendalikan Gula Darah dengan Ketat

Menjaga kadar gula darah tetap stabil adalah langkah utama untuk mencegah kerusakan ginjal.

Gula darah tinggi secara terus-menerus dapat merusak pembuluh darah kecil di ginjal.

Dengan mengontrol kadar HbA1c sesuai target dokter, risiko komplikasi ginjal bisa berkurang drastis.

2. Kontrol Tekanan Darah secara Optimal

Selain gula darah, tekanan darah tinggi juga mempercepat kerusakan ginjal. Penderita diabetes dianjurkan menjaga tekanan darah di bawah batas aman, karena kombinasi hipertensi dan diabetes memperbesar risiko gagal ginjal.

Pemeriksaan tekanan darah rutin dan pengaturan pola makan rendah garam bisa membantu menjaga kestabilan tekanan darah.

3. Lakukan Pemeriksaan Fungsi Ginjal Secara Rutin

Kerusakan ginjal sering kali tidak menimbulkan gejala di tahap awal. Karena itu, penderita diabetes disarankan melakukan tes urin (albuminuria) dan tes darah (eGFR) setidaknya sekali dalam setahun.

Pemeriksaan ini membantu mendeteksi gangguan ginjal sejak dini agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.

4. Terapkan Pola Makan Ramah Ginjal

Pola makan sehat membantu mengurangi beban kerja ginjal. Pilih makanan rendah garam dan lemak jenuh, perbanyak sayuran, buah serta protein nabati seperti tahu dan tempe.

Bagi yang sudah menunjukkan tanda-tanda gangguan ginjal, konsultasikan dengan dokter mengenai pembatasan konsumsi protein agar fungsi ginjal tetap terjaga.

5. Hindari Rokok dan Alkohol

Kebiasaan merokok dan minum alkohol memperburuk kerusakan pembuluh darah yang sudah rapuh akibat diabetes.

Menghentikan kedua kebiasaan ini membantu memperlambat perkembangan kerusakan ginjal dan meningkatkan efektivitas pengobatan yang sedang dijalani.

6. Aktif secara Fisik dan Jaga Berat Badan Ideal

Aktivitas fisik teratur tidak hanya membantu menurunkan gula darah, tetapi juga menjaga tekanan darah tetap normal.

Jalan kaki 30 menit setiap hari atau melakukan olahraga ringan seperti yoga dapat meningkatkan kesehatan ginjal secara keseluruhan.

7. Konsultasi dan Gunakan Obat Sesuai Rekomendasi Dokter

Beberapa obat seperti ACE inhibitors atau ARB terbukti melindungi ginjal dari kerusakan akibat diabetes. Namun, penggunaannya harus di bawah pengawasan dokter.

Hindari konsumsi obat bebas tanpa resep, karena beberapa jenis obat dapat memperburuk kondisi ginjal.

Komplikasi ginjal akibat diabetes bukanlah hal yang tidak bisa dicegah. Dengan pengelolaan gula darah dan tekanan darah yang baik, pola hidup sehat serta pemeriksaan rutin, risiko kerusakan ginjal dapat ditekan secara signifikan.

Mulailah menjaga kesehatan ginjal sejak dini untuk hidup yang lebih berkualitas dan terhindar dari penyakit diabetes.

Laporan: Nadira Maia Arziki/magang

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
W
Editor
Wahyu SK