Ini 7 Alasan Produksi Susu Sapi Perah Menurun

AKURAT.CO Sapi perah merupakan salah satu komoditas ternak yang memiliki nilai ekonomi tinggi karena penghasilan susunya.
Namun, tidak sedikit peternak yang menghadapi masalah ketika produksi susu sapi tiba-tiba menurun, kondisi ini tentu merugikan, apalagi jika penurunan terjadi secara drastis dan berkepanjangan.
Menurunnya produksi susu bukan hanya soal berkurangnya jumlah hasil panen, tetapi juga bisa menjadi tanda adanya gangguan pada kesehatan, pakan, ataupun manajemen pemeliharaan.
Banyak peternak pemula yang mungkin hanya fokus pada pemberian pakan, padahal ada faktor lain yang berperan besar dalam menjaga produktivitas sapi perah.
Mulai dari kondisi lingkungan, penyakit, hingga teknik pemerahan, semuanya bisa berpengaruh terhadap hasil produksi susu.
Oleh karena itu, pemahaman mengenai penyebab penurunan produksi susu sangat penting agar peternak dapat melakukan langkah pencegahan maupun penanganan dengan cepat.
Berikut ini adalah tujuh alasan utama yang bisa menyebabkan sapi perah menurun produksi susunya:
1. Pakan Tidak Seimbang
Sapi perah membutuhkan nutrisi yang lengkap, terutama energi, protein, vitamin, dan mineral.
Jika pakan yang diberikan tidak sesuai kebutuhan atau berkualitas rendah, tubuh sapi tidak memiliki cukup cadangan energi untuk memproduksi susu.
2. Penyakit dan Infeksi
Penyakit seperti mastitis (infeksi pada ambing), gangguan pencernaan, atau cacingan dapat menurunkan produksi susu secara drastis.
Mastitis merupakan penyakit paling sering terjadi dan langsung memengaruhi kualitas serta jumlah susu.
3. Stres dan Lingkungan Tidak Nyaman
Lingkungan kandang yang panas, lembap, kotor atau bising dapat menyebabkan sapi stres.
Stres berpengaruh pada hormon yang mengatur produksi susu sehingga hasilnya menurun.
4. Masa Laktasi
Produksi susu sapi perah secara alami akan menurun seiring bertambahnya masa laktasi.
Biasanya, produksi tinggi di awal laktasi dan berangsur menurun setelah beberapa bulan, meskipun penurunan yang terlalu cepat bisa menandakan masalah lain.
5. Manajemen Pemerahan yang Kurang Tepat
Pemerahan yang tidak teratur, terlalu jarang atau tidak tuntas dapat mengurangi produksi susu.
Selain itu, peralatan yang tidak higienis bisa memicu infeksi pada ambing yang berdampak buruk pada hasil produksi.
6. Faktor Reproduksi
Sapi perah yang mengalami gangguan reproduksi atau terlambat bunting biasanya mengalami penurunan produksi susu lebih cepat.
Kondisi reproduksi yang tidak sehat memengaruhi keseimbangan hormon dalam tubuh sapi.
7. Kondisi Tubuh dan Kelelahan
Sapi yang terlalu kurus atau terlalu gemuk tidak bisa menghasilkan susu dengan optimal.
Selain itu, kelelahan akibat kurang istirahat atau manajemen pemeliharaan yang buruk juga dapat menurunkan hasil produksi.
Penurunan produksi susu pada sapi perah bisa disebabkan oleh banyak faktor, mulai dari pakan, penyakit, lingkungan hingga masalah reproduksi.
Dengan pemeliharaan baik, pemberian pakan bergizi serta manajemen pemerahan dan kandang yang tepat, peternak sapi bisa menjaga produksi susu tetap stabil dan optimal.
Laporan: Bunga Adinda/magang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








