Akurat

Apa Itu Panic Attack dan Cara Mengatasinya?

Eko Krisyanto | 29 September 2025, 23:28 WIB
Apa Itu Panic Attack dan Cara Mengatasinya?

AKURAT.CO Di era digital dengan arus informasi dan tekanan kerja tinggi, fenomena panic attack (serangan panik) semakin banyak dilaporkan. Meski bukan gangguan baru, efeknya di tengah gaya hidup modern jadi makin terasa.

Mari kita kupas ciri-ciri dan solusi praktis (dengan sentuhan teknologi) agar kamu tetap jernih di tengah gejolak emosional.

Baca Juga: Jennie Blackpink Alami Panic Attack Saat Konser, Kenali Gejalanya!

Apa itu Panic Attack?

Panic attack adalah respons tubuh terhadap stres ekstrem yang muncul tiba-tiba, sering kali tanpa pemicu jelas. Gejalanya bisa sangat intens seolah sistem alarm internal menyala tanpa henti.

Ciri-ciri Panic Attack

Beberapa tanda khas yang bisa muncul saat serangan panik:

  1. Denyut jantung melonjak cepat, terasa seperti “jantung mau copot”

  2. Napas pendek, sesak, atau sulit bernapas

  3. Pusing, gemetar, atau sensasi tubuh “bergetar”

  4. Keringat dingin atau perasaan sangat berkeringat

  5. Sensasi mati rasa atau kesemutan di tangan dan kaki

  6. Rasa takut mati, kehilangan kendali, atau “gila”

  7. Rasa mual atau tidak nyaman di perut

  8. Gejala bisa muncul dalam hitungan menit dan secara tiba-tiba membuncah, meninggalkan orang yang mengalaminya pada kondisi stres tinggi.

Baca Juga: Tetap Tenang, Begini Cara Atasi Serangan Panik di Tempat Kerja

Kenapa Panic Attack Bisa Terjadi?

Di dunia yang penuh rangsangan digital, otak kita bisa “kelebihan beban.” Pikiran yang dipaksa multitasking, tekanan profesional dan sosial, atau kecemasan berlarut bisa jadi pemicu.

Kondisi tubuh seperti konsumsi kafein berlebih, kurang tidur, atau fluktuasi hormon juga punya peran.

Cara Mengatasi Panic Attack (Versi Tekno-Praktis)

1. Fokus Pernapasan Terstruktur

Coba teknik pernapasan 4-7-8: tarik napas selama 4 hitungan, tahan 7, hembuskan 8. Gunakan aplikasi pernapasan (breathing app) agar lebih konsisten.

2. Gunakan Sensor Biofeedback/Wearable

Alat seperti jam pintar (smartwatch) bisa memonitor detak jantung dan memberi alert saat “overdrive.” Saat alarm detak jantung tinggi, lakukan relaksasi instan.

3. Metode Grounding Digital

Pandang layar perangkat, pilih warna dasar netral, fokus ke satu objek visual (ikon, bentuk) dan catat detail jari-jari, bentuk, bayangan. Ini menolong otak keluar dari mode “panik” dan kembali ke kondisi sadar.

4. Aplikasi Meditasi/Mindfulness

Banyak aplikasi (Headspace, Calm, Insight Timer) menyediakan sesi khusus untuk mengatasi kecemasan dan panic attack. Gunakan mode “emergency calm” yang dirancang untuk serangan panik.

5. Olahraga Ringan/Gerakan Fisik

Jalan cepat atau peregangan ringan bisa membantu melepaskan hormon stres. Koneksi perangkat fitness tracker membantu memantau aktivitas secara langsung.

6. Jurnal Digital & Catatan Emosi

Simpan catatan kapan dan apa pemicu panic attack berlangsung (jam, aktivitas, mood). Dengan data digital, pola bisa dianalisis (misalnya: sering muncul selepas scroll media sosial selama 2 jam).

Dinda NS (Magang) 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
R