Akurat

Overthinking: Penyebab, Dampak dan Solusi Praktis Menghentikannya

Eko Krisyanto | 27 September 2025, 11:36 WIB
Overthinking: Penyebab, Dampak dan Solusi Praktis Menghentikannya

AKURAT.CO Pernahkah anda memikirkan sesuatu secara mendalam bahkan sampai berulang-ulang dan menyebabkan anda merasa cemas? Itu adalah overthinking.

Artikel ini akan membahas apa itu overthinking dan cara mengatasinya.

Apa itu Overthinking?

Dikutip dari laman prudential.com, overthinking bisa diartikan sebagai keadaan ketika seseorang terlalu larut dalam memikirkan sesuatu hingga berulang-ulang tanpa henti. Akibatnya, otak seperti terkunci pada masalah tertentu yang terus diputar kembali.

Contohnya, seseorang bisa memikirkan terus-menerus perkataan orang lain, keputusan yang sudah dibuat hingga hal-hal sepele yang sebenarnya tidak perlu dipikirkan terlalu jauh. Akibatnya, energi mental terkuras, produktivitas menurun dan kesehatan emosional pun terganggu.

Overthinking kadang bermanfaat sebagai bentuk refleksi diri yang menunjukkan kecerdasan emosional. Namun, saat berlebihan hingga menghambat fokus dan tanggung jawab, hal ini perlu dikendalikan.

Orang yang overthinking disebut overthinker. Orang yang cenderung overthinking biasanya punya kebiasaan menggali ide, pikiran, atau persoalan dengan intensitas berlebihan hingga melewati batas wajar.

Dalam bahasa gaul, overthinking biasanya disingkat menjadi OVT. Istilah ini sangat umum untuk digunakan dalam percakapan sehari-hari maupun di media sosial.

Baca Juga: Overthinking Lagi? Ini 5 Teknik Menenangkan Pikiran Sebelum Tidur

Penyebab Overthinking

1. Perfeksionisme

Overthinking sering disebabkan oleh perfeksionisme, yaitu kondisi saat seseorang ingin mendapatkan hasil yang sempurna sehingga membuatnya selalu berpikir berulang-ulang.

2. Takut Membuat Keputusan yang Salah

Overthinking juga disebabkan oleh rasa takut untuk berbuat kesalahan. Saat kita ingin mengambil keputusan yang sulit, tentu kita tidak ingin salah langkah yang akhirnya akan merugikan diri sendiri bahkan mengecewakan orang lain. Hal itu membuat seseorang cenderung berpikir berlebihan.

3. Pengalaman yang Memicu Trauma

Pengalaman traumatis dapat membuat seseorang lebih rentan mengalami overthinking. Pikiran negatif sering muncul berulang, diiringi rasa takut akan kemungkinan buruk, bahkan bayangan kejadian masa lalu yang dikhawatirkan terulang kembali.

4. Kurang Percaya Diri

Sering meragukan diri sendiri hingga sulit mengambil keputusan. Kondisi ini membuat seseorang cenderung terlalu banyak menimbang, takut salah langkah, dan akhirnya terjebak dalam lingkaran pikiran berulang tanpa tindakan nyata.

Baca Juga: Overthinking Bisa Rusak Kesehatan Mental, Ini Dampak dan Cara Mengatasinya

5. Gangguan Kecemasan

Beberapa kondisi psikologis, seperti gangguan kecemasan menyeluruh (GAD), kecemasan sosial, hingga obsesif-kompulsif (OCD), dapat memicu kebiasaan berpikir berlebihan.

Gangguan ini biasanya membuat pola pikir menjadi tidak stabil, sehingga seseorang mudah diliputi rasa khawatir, pikiran yang berulang-ulang serta kegelisahan yang sulit ditenangkan.

Dampak Negatif Overthinking

Jika dibiarkan, overthinking bisa memengaruhi banyak aspek kehidupan. Beberapa dampak negatifnya antara lain:

1. Produktivitas menurun

Selain menyita banyak waktu, kebiasaan memikirkan hal yang sama berulang kali juga menguras energi dan membuat tubuh mudah merasa letih. Sehingga hal ini berakibat untuk mengganggu kegiatan sehari-hari, seperti bekerja atau sekolah yang menyebabkan produktivitas menurun.

2. Sulit mengontrol emosi

Overthinking sering kali berdampak pada kestabilan emosi. Seseorang bisa lebih gampang tersulut marah, merasa cemas berlebihan, kurang percaya diri, bahkan menunjukkan cara berpikir dan bertindak yang tidak biasa.

Baca Juga: 3 Kebiasaan Malam Ini Bisa Bantu Hentikan Overthinking Sebelum Tidur

3. Stres dan kecemasan meningkat

Terlalu banyak memikirkan kemungkinan buruk. Akibatnya, pikiran jadi tidak tenang, tubuh terasa tegang, dan fokus terhadap hal-hal penting dalam hidup pun ikut terganggu.

4. Kesehatan menurun

Stres berlebihan bisa memicu sakit kepala, kelelahan, hingga gangguan pencernaan. Jika berlangsung terus-menerus, kondisi ini juga dapat menurunkan daya tahan tubuh, mengganggu kualitas tidur, dan meningkatkan risiko penyakit kronis seperti stroke dan serangan jantung.

Cara Mengatasi Overthinking

Overthinking bukanlah hal yang mustahil untuk bisa diatasi. Dilansir IDI online, berikut cara mengatasi overthinking:

1. Batasi Waktu

Overthinking sering kali muncul tanpa batas, namun hal ini bisa dikendalikan dengan membuat jadwal khusus. Misalnya, sediakan sekitar 10–15 menit dalam sehari hanya untuk memikirkan hal-hal yang mengganggu pikiran. Setelah itu, hentikan dan alihkan perhatian pada kegiatan lain yang bermanfaat.

Dengan cara ini, pikiran tidak terus terjebak pada kekhawatiran yang belum tentu terjadi, dan energi bisa digunakan untuk hal-hal yang lebih positif.

Baca Juga: Ini 6 Cara Menghilangkan Overthinking Sebelum Tidur Di Malam Hari

2. Fokus pada Akar Masalah dan Solusinya

Jika memikirkan masalah tertentu, alih-alih untuk memikirkan masalahnya saja coba untuk lebih fokus pada akar masalahnya sehingga nantinya bisa memikirkan bagaimana solusi terbaiknya.

3. Hadapi Pikiran Negatif

Saat pikiran buruk mulai mendominasi, cobalah menantangnya dengan sudut pandang yang lebih sehat dan rasional. Yakinkan diri bahwa tidak semua yang ditakuti akan benar-benar terjadi.

Alih-alih larut dalam kekhawatiran, latih diri untuk melihat sisi baik dari situasi atau mencari peluang di balik masalah. Dengan begitu, pola pikir akan lebih seimbang dan mental lebih kuat menghadapi tantangan.

4. Diskusikan dengan Orang Lain

Kadang, berbagi cerita dengan teman, keluarga atau konselor bisa membuat beban pikiran terasa lebih ringan. Perspektif orang lain bisa membantu melihat masalah dari sudut pandang berbeda.

5. Jalani dan Nikmati Kehidupan Saat Ini

Overthinking sering menyeret pikiran ke masa lalu atau masa depan hingga lupa menikmati apa yang ada sekarang. Belajarlah fokus pada momen yang sedang dijalani, mensyukuri hal yang dimiliki, serta berhenti mengulang-ulang kejadian yang sudah lewat.

Latihan mindfulness juga bisa membantu untuk lebih hadir, tenang, dan terlepas dari pikiran negatif.

Baca Juga: Berikut Fakta Overthinking, Lengkap Dampak Dan Cara Mengatasinya

Kesimpulan

Overthinking adalah kebiasaan berpikir berlebihan yang bisa muncul akibat perfeksionisme, trauma, kurang percaya diri hingga gangguan kecemasan.

Overthinking bisa dikelola dengan langkah sederhana, seperti membatasi waktu untuk berpikir, fokus pada solusi, melatih diri menghadapi pikiran negatif, berdiskusi dengan orang lain, dan belajar menikmati momen saat ini. Dengan memahami penyebab serta cara mengatasinya, setiap orang dapat menjaga pikiran tetap sehat, tenang dan lebih produktif dalam menjalani hidup.

Laporan: Shera Amalia Ghaitsa/magang

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
W
Editor
Wahyu SK