Akurat

Kenali Penyebab Rahang Sakit Saat Mengunyah, PAFI Beri Solusi Pengobatan

Annisa Fadhilah | 29 April 2025, 16:13 WIB
Kenali Penyebab Rahang Sakit Saat Mengunyah, PAFI Beri Solusi Pengobatan

AKURAT.CO Berbicara tentang gangguan kesehatan pada anak-anak hingga orang dewasa, salah satu yang dapat dialami adalah rahang terasa sakit saat mengunyah makanan.

Sakit rahang adalah rasa sakit dan nyeri yang dirasakan pada bagian rahang dan area sekitar wajah. Kondisi ini merupakan masalah umum yang bisa disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk infeksi, gangguan pada sinus, sakit gigi, masalah pada pembuluh darah atau saraf, serta gangguan pada sendi rahang.

Prevalensi sakit rahang di Indonesia cukup tinggi, berkisar 23,4% pada anak usia 7-12 tahun hingga 59,3% secara keseluruhan.

PAFI dengan alamat website pafikabupatenkaur.org adalah salah satu organisasi kesehatan terbesar di Indonesia, yang sangat peduli dengan kesehatan masyarakat.

Persatuan Ahli Farmasi Indonesia berusaha untuk meningkatkan kualitas pendidikan farmasi, menjaga etika serta standar praktik kefarmasian, mengembangkan profesionalisme dan riset di bidang kefarmasian.

Organisasi kesehatan PAFI aktif dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai penyebab rahang sakit saat mengunyah, serta rekomendasi obat yang bisa dikonsumsi bagi penderitanya.

Baca Juga: Kenali Penyebab Kulit Gatal saat Hamil, PAFI Berikan Informasi Pengobatan

Apa saja faktor penyebab terjadinya rahang sakit saat mengunyah?

Secara umum, rahang sakit saat mengunyah makanan dapat terjadi akibat adanya gangguan pada sendi temporomandibular (temporomandibular joint disorder atau TMD), yaitu sendi yang menghubungkan rahang bawah dengan tengkorak dan berperan dalam membuka dan menutup mulut saat mengunyah atau berbicara. Gangguan ini bisa disebabkan oleh kerusakan sendi, arthritis, cedera, kebiasaan menggertakkan gigi (bruxism), hingga stres.

Berikut adalah beberapa faktor penyebab terjadinya rahang sakit saat mengunyah yang perlu diperhatikan meliputi:

1. Adanya gangguan sendi rahang

Gangguan pada sendi temporomandibular (sendi yang menghubungkan rahang bawah dengan tengkorak) adalah salah satu penyebab utama nyeri rahang saat mengunyah.

TMD dapat terjadi karena cedera atau trauma pada sendi atau jaringan ikat di sekitar rahang, baik trauma berat (misalnya pukulan) maupun trauma ringan yang berulang (seperti mengerat gigi).

Gejala TMD meliputi nyeri rahang, kesulitan membuka mulut, suara klik saat membuka atau menutup mulut, dan rasa sakit yang memburuk saat mengunyah atau berbicara.

2. Adanya sakit gigi, terutama abses gigi

Faktor selanjutnya yang menyebabkan rahang terasa sakit saat mengunyah adalah sakit gigi, terutama abses gigi.

Infeksi gigi, terutama abses gigi, dapat menyebabkan nyeri yang menjalar ke tulang penyangga gigi dan rahang. Infeksi ini menimbulkan peradangan dan tekanan yang menyebabkan rasa sakit saat mengunyah.

3. Adanya radang sinus atau sinusitis

Sinus adalah rongga udara di tengkorak dekat sendi rahang. Infeksi virus atau bakteri pada sinus menyebabkan penumpukan cairan dan lendir, yang meningkatkan tekanan pada sendi rahang dan jaringan sekitarnya, sehingga menimbulkan nyeri saat mengunyah.

4. Kebiasaan menggertakkan gigi atau bruxism

Pada orang dewasa, kebiasaan untuk menggertakkan gigi dapat menjadi pemicu rahang terasa sakit.

Bruxism adalah kebiasaan menggesek atau menggertakkan gigi, sering terjadi saat tidur. Kebiasaan ini dapat terjadi tanpa di sadari, sehingga memberikan tekanan berlebih pada sendi dan otot rahang, menyebabkan nyeri rahang terutama saat bangun tidur dan saat mengunyah.

5. Kebiasaan buruk lainnya

Faktor terakhir yang menyebabkan rahang sakit saat mengunyah adalah stres hingga kebiasaan mengunyah makanan yang terlalu keras, kenyal, atau renyah (seperti daging keras atau permen karet) dapat memberikan tekanan berlebihan pada sendi rahang dan otot, memicu nyeri saat mengunyah.

Baca Juga: Kenali Penyebab Sakit Gigi Sering Kambuh saat Hamil, PAFI Berikan Solusi Pengobatan

Apa saja obat yang tepat untuk mengobati rahang sakit saat mengunyah?

PAFI (Persatuan Ahli Farmasi Indonesia) telah melakukan penelitian lanjut mengenai penyebab utama rahang terasa sakit saat mengunyah. Berikut adalah beberapa jenis obat yang umum digunakan untuk mengurangi gejala rahang sakit saat mengunyah serta membantu mengelola kondisi tersebut meliputi:

1. Obat pereda nyeri dan anti inflamasi

Paracetamol akan diresepkan oleh apoteker untuk meredakan nyeri ringan hingga sedang.

Paracetamol bekerja dengan menghambat produksi prostaglandin di otak yang menyebabkan rasa sakit, namun tidak memiliki efek anti-inflamasi yang kuat. Obat lainnya dapat diresepkan seperti ibuprofen, aspirin, naproxen. Obat ini tidak hanya meredakan nyeri tetapi juga mengurangi peradangan yang mungkin terjadi pada otot atau sendi rahang.

Ibuprofen adalah pilihan yang sangat umum dan efektif untuk nyeri rahang yang disertai pembengkakan.

2. Obat relaksan otot

Ketegangan otot rahang sering menjadi penyebab nyeri, terutama pada orang yang menggertakkan gigi saat tidur atau mengalami stres.

Obat seperti cyclobenzaprine atau metaxalone dapat diresepkan oleh apoteker untuk membantu meredakan ketegangan otot sehingga mengurangi rasa sakit dan kekakuan.

3. Obat resep khusus untuk nyeri berat

Jika nyeri rahang sangat parah dan tidak membaik dengan obat bebas, apoteker mungkin meresepkan obat pereda nyeri golongan opioid seperti kodein atau oksikodon. Obat ini memiliki risiko ketergantungan dan efek samping serius, sehingga penggunaannya harus sesuai petunjuk penggunaan dari apoteker.

4. Obat antidepresan trisiklik dosis rendah

Obat seperti amitriptilin dalam dosis rendah kadang digunakan untuk mengatasi nyeri kronis, termasuk nyeri pada sendi temporomandibular yang sulit diobati. Obat ini bekerja dengan memodulasi jalur nyeri di sistem saraf pusat.

Selain mengonsumsi obat-obatan, beberapa cara lain untuk mengurangi rahang sakit saat mengunyah adalah pijat dengan lembut di area rahang yang sakit serta menggunakan kompres hangat atau dingin.

Kompres hangat dapat membantu merilekskan otot rahang yang tegang, sedangkan kompres dingin berguna untuk mengurangi pembengkakan dan peradangan. Penting untuk selalu berkonsultasi dengan apoteker agar mendapatkan rekomendasi obat serta dosis yang sesuai.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.