Apkesmi Dukung Quick Win Prabowo-Gibran, Perkuat Layanan Puskesmas dan Skrining Kesehatan Nakes

AKURAT.CO Seiring dengan diluncurkannya Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Prabowo-Gibran, atau yang lebih dikenal dengan Quick Win, Akselerasi Puskesmas Indonesia (Apkesmi) menyatakan dukungannya terhadap Tiga Program Quick Win Kesehatan yang mencakup skrining kesehatan, pembangunan rumah sakit di daerah, serta penanganan tuberkulosis (TBC).
Ketua Umum DPP Apkesmi, Kusnadi, menegaskan, dua dari tiga program Quick Win Kesehatan merupakan tanggung jawab utama Puskesmas, yakni skrining kesehatan dan penanganan TBC.
"Kami mengapresiasi Bapak Presiden Prabowo yang memberikan perhatian serius terhadap kesehatan masyarakat melalui penguatan pelayanan primer di Puskesmas,” ujarnya.
Sebagai garda terdepan dalam sistem layanan kesehatan di Indonesia, Puskesmas bertugas menjalankan program kesehatan masyarakat (UKM) dan pelayanan kesehatan perorangan (UKP).
Oleh karena itu, skrining kesehatan menjadi langkah krusial dalam mendeteksi dini penyakit tidak menular (PTM), yang kini menjadi penyebab kematian utama di dunia, menggeser penyakit menular.
Baca Juga: Ridwan Kamil: Banyak Sekali Ujian yang Sedang Saya Lalui, Mohon Doanya
Perubahan gaya hidup yang kurang sehat mempercepat lonjakan kasus PTM, seperti diabetes, hipertensi, dan penyakit jantung.
Deteksi dini menjadi kunci utama keberhasilan pengobatan—semakin cepat terdeteksi, semakin besar peluang kesembuhan.
Jika penyakit ini baru diketahui dalam tahap lanjut, proses penyembuhan akan semakin sulit dan biaya pengobatan semakin tinggi.
Selain PTM, TBC paru masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat, terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Penyakit ini masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia.
Dengan dukungan penuh dari pemerintah dan penguatan layanan di Puskesmas, Apkesmi optimistis bahwa target penurunan kasus TBC bisa tercapai lebih cepat.
Tak hanya bagi masyarakat, Kusnadi juga menekankan pentingnya skrining kesehatan atau medical check-up (MCU) bagi tenaga kesehatan.
“Tenaga kesehatan setiap hari berhadapan dengan berbagai risiko, mulai dari paparan penyakit menular, bahan kimia, hingga radiasi. Banyak di antara mereka baru menyadari penyakitnya ketika sudah mencapai tahap lanjut,” jelasnya.
Baca Juga: Hasto Batalkan Permohonan Pindah ke Salemba: Sudah Menyatu dengan Rutan Merah Putih
Untuk itu, Kusnadi berharap Presiden Prabowo dapat memberikan perhatian khusus dengan mengalokasikan anggaran untuk MCU rutin bagi tenaga medis.
Menutup pernyataannya, Kusnadi menyampaikan keyakinannya bahwa program-program kesehatan yang digagas Presiden Prabowo akan membawa perubahan besar bagi sistem kesehatan nasional.
“Kami percaya, dengan keberpihakan pada masyarakat dan penguatan layanan kesehatan, Indonesia akan semakin sehat dan sejahtera,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai









