Akurat

Peringatan Hari Penyakit Tropis Terabaikan 2025: NLR Indonesia Gelar Media Gathering Menuju Indonesia Bebas Kusta

Sultan Tanjung | 1 Maret 2025, 15:05 WIB
Peringatan Hari Penyakit Tropis Terabaikan 2025: NLR Indonesia Gelar Media Gathering Menuju Indonesia Bebas Kusta

AKURAT.CO  Dalam rangka memperingati Hari Neglected Tropical Diseases (NTDs) 2025, NLR Indonesia mengadakan Media Gathering bertema “Bersama Media Menuju Indonesia Bebas Kusta”.

Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran publik serta memperkuat kolaborasi dengan media dalam menghapus stigma dan diskriminasi terhadap Orang Yang Pernah Mengalami Kusta (OYPMK).

Baca Juga: Wamen Transmigrasi: Cek Kesehatan Gratis Ubah Paradigma, Cegah Penyakit Sebelum Sakit

Indonesia dan Tantangan Penanganan Kusta

Indonesia merupakan negara dengan kasus kusta tertinggi ketiga di dunia.

Meskipun berbagai upaya telah dilakukan, tantangan besar seperti stigma sosial, diskriminasi, serta keterbatasan akses layanan kesehatan masih menjadi hambatan utama dalam pemberantasan kusta.

Menurut dr. Ina Agustina Isturini, MKM, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan RI, pemerintah terus melakukan berbagai langkah untuk mengurangi angka kasus kusta.

"Kami berkomitmen untuk menekan angka kasus kusta dengan pendekatan holistik, termasuk penguatan layanan kesehatan di daerah endemis, edukasi masyarakat, serta kolaborasi dengan berbagai pihak seperti NLR Indonesia dan media,” ujar dr. Ina kepada awak media, Kamis, (27/2).

Dalam konteks ini, peran media menjadi sangat krusial dalam menyebarkan informasi yang valid, mengadvokasi kebijakan yang lebih inklusif, serta mendorong partisipasi masyarakat dalam mendukung penghapusan kusta.

Baca Juga: Gibran Ajak Masyarakat Manfaatkan CKG untuk Deteksi Dini Penyakit

Project Zero Leprosy: Komitmen NLR Indonesia

Sebagai bentuk komitmen dalam mendukung target “zero leprosy”, NLR Indonesia meluncurkan “Project Zero Leprosy”, sebuah inisiatif strategis berbasis kolaborasi, edukasi, dan pemberdayaan komunitas.

Menurut Agus Wijayanto, MMID, Direktur Eksekutif NLR Indonesia, sinergi dengan media menjadi salah satu faktor kunci keberhasilan program ini.

"Kami percaya bahwa dengan dukungan media, informasi mengenai kusta dan OYPMK dapat tersampaikan dengan lebih baik kepada masyarakat. Edukasi yang benar dapat menghapus stigma yang masih ada serta mendorong deteksi dini dan pengobatan kusta,” kata Agus.

Acara Media Gathering NLR Indonesia ini menghadirkan narasumber dari berbagai pihak, antara lain:

  • dr. Ina Agustina Isturini, MKM – Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular, Kementerian Kesehatan RI
  • Prof. Dr. dr. Sri Linuwih Menaldi, Sp.D.V.E, Subsp.D.T, FINSDV, FAADV – Guru Besar Tetap Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Dewan Pembina NLR Indonesia
  • Agus Wijayanto, MMID – Direktur Eksekutif NLR Indonesia
  • Orang Yang Pernah Mengalami Kusta (OYPMK)

Peran Media dalam Kampanye Indonesia Bebas Kusta

Acara ini berlangsung di Oria Hotel, Jakarta, dengan melibatkan sekitar 25 jurnalis. Diharapkan, melalui kegiatan ini semakin banyak media yang turut serta dalam kampanye pemberantasan kusta serta memperkuat dukungan publik terhadap upaya menuju Indonesia bebas kusta.

Menurut Prof. Dr. dr. Sri Linuwih Menaldi, keterlibatan media menjadi salah satu faktor terpenting dalam mengubah persepsi masyarakat tentang kusta.

"Penyakit kusta dapat disembuhkan, tetapi stigma yang melekat pada penderitanya sering kali lebih sulit diatasi dibanding penyakitnya sendiri. Oleh karena itu, peran media dalam menyebarkan informasi yang benar sangatlah penting," jelas Prof. Sri Linuwih.

Salah satu OYPMK yang turut hadir dalam acara ini juga berbagi pengalamannya.

"Saya dulu merasa dikucilkan setelah didiagnosis kusta, tetapi setelah menjalani pengobatan dan mendapat dukungan komunitas, saya bisa kembali bekerja dan menjalani hidup dengan normal. Masyarakat perlu tahu bahwa kusta bukan kutukan, melainkan penyakit yang bisa disembuhkan,” ungkapnya.

 

Peringatan Hari NTDs 2025 dan Media Gathering NLR Indonesia menjadi momentum penting dalam upaya penghapusan stigma terhadap kusta di Indonesia.

Baca Juga: Kusta Bisa Timbukan Komplikasi Kesehatan tapi Bisa Diobati

Dengan keterlibatan media, diharapkan semakin banyak masyarakat yang memahami realitas penyakit ini dan mendukung tercapainya target zero leprosy.

Menurut Agus Wijayanto, dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah, komunitas, dan media, akan semakin mempercepat pencapaian Indonesia bebas kusta.

"Kami optimis bahwa dengan kerja sama yang solid, Indonesia bisa mencapai eliminasi kusta lebih cepat dan memberikan kesempatan bagi OYPMK untuk hidup tanpa diskriminasi,” tutup Agus.

Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, organisasi kesehatan, dan media, Indonesia semakin dekat dengan cita-cita bebas kusta.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.