Akurat

Soda Diet Kok Bikin Jantungan? Ilmuwan Bongkar Bahaya Tersembunyi Pemanis Buatan!

Oktaviani | 24 Februari 2025, 00:00 WIB
Soda Diet Kok Bikin Jantungan? Ilmuwan Bongkar Bahaya Tersembunyi Pemanis Buatan!

AKURAT.CO Banyak orang beralih ke pemanis buatan sebagai alternatif gula demi mengurangi asupan kalori.

Namun, penelitian terbaru justru mengungkap sisi gelap pemanis buatan yang sering digunakan dalam minuman soda diet dan makanan bebas gula lainnya.

Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Cell Metabolism menemukan bahwa konsumsi aspartam—pemanis buatan yang umum digunakan—dapat meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.

Mengutip berbagai sumber, Minggu (23/2/2025), para peneliti melakukan eksperimen dengan memberi tikus dosis harian aspartam setara dengan konsumsi tiga kaleng soda diet per hari pada manusia.

Setelah 12 minggu, kondisi mereka dibandingkan dengan kelompok tikus yang tidak mengonsumsi pemanis buatan.

Baca Juga: Hubungan Megawati dan Prabowo Diprediksi Makin Panas Usai Hasto Ditahan KPK

Hasilnya cukup mengkhawatirkan. Tikus yang mengonsumsi aspartam mengalami peningkatan peradangan serta penumpukan plak lemak di arteri—dua faktor utama pemicu penyakit jantung dan stroke.

Selain itu, kadar insulin dalam darah mereka melonjak drastis setelah aspartam masuk ke sistem tubuh mereka. Kadar insulin yang tinggi ini diduga memiliki hubungan erat dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular.

Yihai Cao, peneliti senior dalam studi ini, menegaskan bahwa masyarakat perlu lebih memahami dampak kesehatan jangka panjang dari pemanis buatan.

Ia memperingatkan bahwa zat ini kini telah merambah ke berbagai jenis makanan dan minuman, membuat banyak orang tanpa sadar terpapar risiko kesehatan yang lebih tinggi.

Jadi, jika selama ini Anda mengira soda diet lebih aman dibandingkan soda biasa, mungkin sudah saatnya berpikir ulang!

Baca Juga: Perebutkan Hadiah Total Rp800 Juta, 4 Kota Besar di Pulau Jawa Jadi Tujuan Indonesia Running Series 2025

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.