Akurat

7 Pengobatan untuk Gangguan Saraf dengan Obat Herbal yang Terbukti Efektif

Annisa Fadhilah | 6 Januari 2025, 09:47 WIB
7 Pengobatan untuk Gangguan Saraf dengan Obat Herbal yang Terbukti Efektif

AKURAT.CO Gangguan saraf menjadi masalah kesehatan yang sering dialami banyak orang di Indonesia. Kondisi ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari stres, pola makan yang tidak sehat, hingga penyakit tertentu. Untungnya, ada berbagai pengobatan untuk gangguan saraf dengan obat herbal yang bisa menjadi alternatif bagi kamu yang ingin mengatasi masalah ini secara alami.

Baca Juga: Bagaimana Rangka Sendi Otot dan Saraf Membantu Kita Bergerak?

Pada artikel yang disadur dari pafibengkaliskab.org ini, kita akan membahas beberapa pengobatan herbal yang dapat membantu meredakan gangguan saraf dengan dukungan data dan penelitian yang ada.

Apa Itu Gangguan Saraf?

Gangguan saraf atau neuropati adalah kerusakan pada sistem saraf yang dapat menyebabkan rasa nyeri, kesemutan, atau bahkan kelumpuhan. Penyebab gangguan saraf sangat bervariasi, termasuk diabetes, cedera, infeksi, atau gangguan genetik. Penyakit ini dapat memengaruhi kualitas hidup seseorang, sehingga pengobatan yang efektif sangat dibutuhkan.

Manfaat Obat Herbal dalam Pengobatan Gangguan Saraf

Obat herbal sudah lama digunakan di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia, untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan, termasuk gangguan saraf. Salah satu keunggulan pengobatan herbal adalah kemampuannya untuk meredakan gejala tanpa menimbulkan efek samping yang serius. Beberapa tanaman herbal bahkan memiliki sifat antiinflamasi dan analgesik yang dapat membantu mengurangi peradangan dan nyeri pada saraf.

1. Temulawak (curcuma xanthorrhiza)

Temulawak dikenal sebagai salah satu tanaman herbal yang kaya akan kurkumin, senyawa aktif yang memiliki sifat antiinflamasi dan antioksidan.

Penelitian yang dilakukan oleh Universitas Gadjah Mada menunjukkan bahwa ekstrak temulawak dapat membantu memperbaiki kerusakan saraf akibat peradangan. Dengan mengonsumsi temulawak secara teratur, kamu bisa merasakan pengurangan gejala gangguan saraf, seperti nyeri dan kesemutan.

2. Kunyit (curcuma longa)

Kunyit, tanaman herbal yang sering digunakan dalam masakan Indonesia, juga memiliki khasiat yang luar biasa untuk pengobatan gangguan saraf.

Sebuah studi yang diterbitkan di Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat menyebutkan bahwa kunyit memiliki efek neuroprotektif yang dapat melindungi sel-sel saraf dari kerusakan. Dengan kandungan kurkumin yang dimilikinya, kunyit membantu mempercepat proses penyembuhan saraf yang terganggu.

3. Daun Sirsak (annona muricata)

Daun sirsak juga dikenal memiliki berbagai manfaat kesehatan, termasuk sebagai pengobatan untuk gangguan saraf.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Fakultas Farmasi Universitas Airlangga, ekstrak daun sirsak dapat membantu meredakan peradangan dan mempercepat pemulihan saraf yang rusak. Selain itu, daun sirsak juga memiliki sifat antimikroba yang bermanfaat dalam mencegah infeksi yang dapat memperburuk kondisi saraf.

4. Lidah Buaya (aloe vera)

Lidah buaya adalah tanaman yang tidak hanya bermanfaat untuk kulit, tetapi juga dapat membantu mengatasi gangguan saraf.

Sebuah penelitian di Universitas Indonesia mengungkapkan bahwa gel lidah buaya mengandung senyawa yang dapat meredakan rasa sakit dan peradangan pada saraf. Penggunaan lidah buaya dalam bentuk gel atau minuman dapat membantu kamu mengurangi gejala gangguan saraf secara alami.

5. Moringa (moringa oleifera)

Moringa, atau daun kelor, adalah tanaman herbal yang kaya akan nutrisi dan senyawa bioaktif yang bermanfaat bagi kesehatan.

Penelitian yang dipublikasikan di Jurnal Biologi Indonesia menunjukkan bahwa moringa dapat membantu meredakan peradangan pada saraf dan mempercepat pemulihan saraf yang rusak. Dengan mengonsumsi moringa dalam bentuk teh atau suplemen, kamu dapat membantu menjaga kesehatan saraf secara alami.

6. Jahe (zingiber officinale)

Jahe dikenal memiliki berbagai manfaat kesehatan, salah satunya adalah untuk mengatasi gangguan saraf.

Sebuah studi yang dilakukan di Universitas Sumatera Utara menyebutkan bahwa jahe mengandung senyawa gingerol yang memiliki sifat antiinflamasi dan analgesik. Jahe dapat membantu meredakan nyeri saraf, meningkatkan sirkulasi darah, dan mempercepat penyembuhan saraf yang terganggu.

7. Temu Ireng (curcuma aeruginosa)

Temu ireng adalah salah satu jenis tanaman herbal yang jarang diketahui, namun memiliki potensi besar dalam pengobatan gangguan saraf.

Berdasarkan penelitian yang diterbitkan di Jurnal Ilmu Farmasi Indonesia, temu ireng mengandung senyawa aktif yang dapat meredakan peradangan pada saraf dan meningkatkan fungsi saraf. Kamu bisa mengonsumsi temu ireng dalam bentuk jamu atau suplemen untuk merasakan manfaatnya.

Baca Juga: Catat! Ini 5 Cara Mencegah Penyakit Saraf

Pengobatan untuk gangguan saraf dengan obat herbal memang menawarkan solusi alami yang cukup efektif. Tanaman-tanaman seperti temulawak, kunyit, daun sirsak, lidah buaya, moringa, jahe, dan temu ireng terbukti memiliki khasiat yang mendukung pemulihan saraf.

Namun, sebelum memutuskan untuk mengonsumsi obat herbal, pastikan kamu berkonsultasi terlebih dahulu dengan tenaga medis untuk memastikan dosis yang tepat dan menghindari interaksi dengan obat lain yang sedang kamu konsumsi. Dengan pengobatan yang tepat, kamu bisa mengatasi gangguan saraf dengan cara yang lebih aman dan alami.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.