Akurat

Cegah Penyebab Angin Duduk, IDI Enarotali Berikan Informasi Pengobatan

Oktaviani | 8 Desember 2024, 17:00 WIB
Cegah Penyebab Angin Duduk, IDI Enarotali Berikan Informasi Pengobatan

AKURAT.CO Angin duduk, atau dalam istilah medis dikenal sebagai angina pektoris, merupakan salah satu penyakit yang sering dialami oleh orang dewasa.

Kondisi ini terjadi ketika aliran darah ke otot jantung terganggu atau berkurang, sehingga menyebabkan nyeri dada yang khas.

IDI merupakan singkatan dari Ikatan Dokter Indonesia. Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Enarotali dengan alamat website idienarotali.org adalah organisasi kesehatan yang berfokus pada pengembangan kompetensi dokter agar dapat memberikan layanan kesehatan yang lebih baik kepada masyarakat.

Ketua IDI Cabang Enarotali saat ini adalah dr. Slamet Budiarto, S.H, M.Kes. Dalam perannya, ia terlibat dalam berbagai kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kualitas layanan kesehatan di wilayah tersebut, termasuk program edukasi bagi Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) dan kerja sama dengan Puskesmas untuk memperkuat pemahaman tentang pentingnya kepatuhan dalam pengobatan antiretroviral (ARV).

Baca Juga: IDI Dogiyai: Waspadai Radang Panggul, Penyebab dan Penanganannya

Saat ini IDI meneliti lebih lanjut mengenai penyebab utama dari penyakit angin duduk serta obat yang dapat dikonsumsi oleh penderitanya.

IDI Enarotali menjelaskan , penyebab utama angin duduk serta pengobatannya terus diteliti untuk memberikan pemahaman yang lebih baik kepada masyarakat.

Berikut adalah penjelasan lengkap mengenai penyebab dan obat-obatan yang direkomendasikan untuk mengatasi angin duduk:

Penyebab Utama Angin Duduk

1. Penyakit Jantung Koroner

Penyakit jantung koroner merupakan penyebab paling umum dari angin duduk.

Kondisi ini terjadi akibat penumpukan plak lemak (aterosklerosis) pada dinding pembuluh darah koroner, yang menyempitkan arteri dan mengurangi aliran darah ke jantung, terutama saat aktivitas fisik.

2. Spasme Pembuluh Darah

Kekakuan atau spasme pada pembuluh darah koroner dapat menyebabkan angina varian (angina Prinzmetal). Serangan ini terjadi secara mendadak, bahkan saat seseorang sedang beristirahat.

3. Faktor Usia dan Jenis Kelamin

Risiko angin duduk meningkat seiring bertambahnya usia. Pria di atas usia 45 tahun dan wanita di atas usia 55 tahun lebih rentan mengalami kondisi ini.

Baca Juga: IDI Deiyai Jelaskan Penyebab dan Penanganan Nyeri Haid pada Wanita

4. Stres dan Aktivitas Fisik yang Berat

Aktivitas fisik yang berat, stres emosional, cuaca ekstrem, atau konsumsi makanan berat dapat meningkatkan kebutuhan oksigen jantung, sehingga memicu serangan angin duduk.

Obat yang Direkomendasikan

IDI merekomendasikan beberapa jenis obat untuk membantu mengatasi gejala angin duduk. Namun, konsultasi dengan dokter tetap diperlukan sebelum mengonsumsi obat-obatan ini:

1. Nitrogliserin

- Obat ini melemaskan dan melebarkan pembuluh darah, sehingga meningkatkan aliran darah ke jantung.
- Tersedia dalam bentuk tablet, semprotan, atau koyo.
- Biasanya digunakan sebelum aktivitas yang dapat memicu gejala angin duduk.

Baca Juga: KPUD Jakarta Tetapkan Pramono Anung-Rano Karno Pemenang Pilkada 2024

2. Aspirin

- Berfungsi sebagai pengencer darah, membantu mencegah pembekuan darah dan memudahkan aliran darah melalui arteri yang menyempit.
- Dosis rendah sering direkomendasikan untuk mencegah serangan angin duduk pada individu berisiko tinggi.

3. Antagonis Kalsium

- Obat ini bekerja dengan melemaskan dan melebarkan pembuluh darah.
- Contoh obat: amlodipin (Intervask) dan nifedipine (Adalat).

Sebelum mengonsumsi obat-obatan di atas, pasien harus berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan dosis dan jenis obat yang sesuai dengan kondisi kesehatan masing-masing.

Penanganan yang tepat dapat membantu mencegah komplikasi serius seperti serangan jantung.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.