Akurat

Kenali Gejala Varikokel, IDI Indramayu Bagikan Informasi Pengobatan

Annisa Fadhilah | 15 Desember 2024, 19:01 WIB
Kenali Gejala Varikokel, IDI Indramayu Bagikan Informasi Pengobatan

AKURAT.CO Berbicara tentang penyakit, salah satu penyakit yang paling umum dialami oleh
pria adalah varikokel, yang terjadi ketika pembuluh darah vena di dalam skrotum membesar karena aliran darah yang terhambat.

IDI Kabupaten Indramayu dengan alamat website idiindramayu.org adalah salah satu organisasi kesehatan dan menjadi wadah profesi bagi para dokter di Indonesia.

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Indramayu adalah organisasi profesi yang mewadahi para dokter di wilayah Indramayu. Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Indramayu adalah dr. H. Deden Bonni Koswara. Dirinya terpilih kembali untuk periode 2022-2025 setelah dilantik
pada tanggal 7 Juni 2023. Dalam kepemimpinannya, dr. Deden berkomitmen untuk bersinergi dengan Pemerintah Daerah dalam upaya meningkatkan kesehatan masyarakat, termasuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi serta mengatasi masalah stunting di Kabupaten Indramayu.

Baca Juga: Kenali Penyebab Serangan Jantung, IDI Kota Bekasi Bagikan Informasi Pengobatan

IDI Kabupaten Indramayu berperan penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, mendukung pengembangan profesionalisme dokter, serta memberikan informasi dan edukasi kesehatan kepada masyarakat. IDI Indramayu kemudian meneliti lebih lanjut mengenai penyakit varikokel yang sering menyerang dan mengganggu kesehatan masyarakat Indonesia.

Apa saja penyebab terjadinya penyakit varikokel? IDI Kabupaten Indramayu menjelaskan penyakit varikokel adalah kondisi yang ditandai dengan pembesaran pembuluh darah vena di dalam skrotum, mirip dengan varises yang terjadi pada kaki. Berikut adalah penyebab utama
terjadinya varikokel meliputi:

1. Disfungsi pada katup vena

Ketika katup pembuluh darah vena di skrotum tidak menutup dengan baik, terjadi varikokel. Katup seharusnya mencegah aliran darah kembali, tetapi jika tidak, darah dapat menggenang dan menyebabkan pembengkakan.

2. Adanya perbedaan tekanan pada vena

Tekanan tinggi dalam vena renalis dapat menghambat aliran darah ke skrotum, menyebabkan varikokel. Ini karena vena renalis memiliki tekanan yang berbeda dari vena di skrotum.

3. Penyumbatan pada pembuluh darah

Kondisi seperti tumor ginjal dapat menekan pembuluh darah dan meningkatkan tekanan pada vena skrotum jika pembuluh darah di perut dan sekitarnya tersumbat atau terobstruksi.

4. Faktor genetik atau riwayat keluarga

Varikokel adalah pembengkakan pada pembuluh darah vena di dalam kantong zakar (skrotum). Riwayat varikokel dalam keluarga dapat meningkatkan risiko terkena kondisi ini. Ada bukti bahwa kelemahan struktur vena dipengaruhi oleh gen.

Apa saja obat yang direkomendasikan untuk mengatasi penyakit varikokel? IDI (Ikatan Dokter Indonesia) telah merangkum beberapa obat yang bisa mengatasi penyakit varikokel. Pengobatan untuk varikokel biasanya tergantung pada tingkat keparahan gejala dan dampaknya terhadap kesehatan reproduksi. Berikut adalah beberapa obat meliputi:

1. Ibuprofen dan paracetamol

Jika varikokel menimbulkan nyeri, varikokel dokter dapat menanganinya dengan pemberian obat pereda nyeri, seperti ibuprofen atau paracetamol, untuk mengurangi rasa nyeri. Selain itu, dokter bisa meminta pasien memakai celana penyangga testis guna meredakan tekanan.

2. Asam Mefenamat

Obat yang mengandung asam mefenamat diresepkan untuk mengobati nyeri ringan sampai sedang, seperti sakit kepala, sakit gigi, dismenore primer, serta nyeri otot, trauma, dan nyeri pasca operasi.

3. Obat Herbal
Beberapa orang mencari pengobatan alami, seperti penggunaan minyak esensial atau kompres es untuk meredakan gejala varikokel dengan baik.

4. Varikokelektomi

Untuk dapat mengatasi varikokel dengan cepat dan tepat. dokter spesialis urologi akan menyarankan untuk melakukan operasi varikokelektomi di rumah sakit.

Sebelum memulai pengobatan, penting untuk berkonsultasi dengan dokter untuk menentukan pendekatan terbaik berdasarkan tingkat keparahan varikokel dan gejala yang dialami.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.