Yastroki Dorong Rumah Sakit Berikan Penanganan Cepat kepada Pasien Stroke

AKURAT.CO Dalam upaya meningkatkan pelayanan kesehatan bagi penderita stroke, penting dilakukan kolaborasi berbagai pihak, khususnya rumah sakit.
Demikian disampaikan Ketua Umum Yayasan Stroke Indonesia (Yastroki), Mayjen (Purn.) Dr. dr. Tugas Ratmono, melalui keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu (19/1/2025).
Menurutnya, setiap daerah perlu memiliki peta penanganan stroke yang terintegrasi.
"Rumah sakit pratama, madya hingga yang paripurna harus dapat menyediakan layanan stroke yang terakreditasi baik. Dengan begitu, masyarakat bisa mengetahui peta jalan penanganan stroke secara cepat, terutama saat serangan awal," jelas Tugas.
Baca Juga: Tinjau RSUD Sibuhuan, Jokowi Sebut Dokter Spesialis Jantung dan Stroke Perlu Ditambah
Ia mengatakan, mayoritas rumah sakit di Jakarta sudah menentukan standar profesi khusus neurologi.
Namun, sosialisasi mengenai penanganan stroke masih kurang optimal.
Oleh karena itu, Yastroki akan meminta bantuan media massa untuk menyebarkan secara masif informasi mengenai penangan penderitaan stroke.
"Kami telah melayangkan surat ke Dewan Pers dan berharap bisa berkolaborasi dengan komunitas, asosiasi ahli komunikasi dan media untuk memberikan informasi yang lebih luas kepada masyarakat," ujar Tugas.
Baca Juga: Gejala Stroke Mata: Jangan Abaikan Tanda-Tanda Ini!
Ia menuturkan, sebagai langkah nyata, Yastroki akan mendorong program Indonesia Ramah Stroke.
Program ini mengajak seluruh rumah sakit di Indonesia untuk menyediakan fasilitas yang ramah stroke.
"Kami sebelumnya juga telah melaksanakan program jambore menuju Indonesia ramah stroke. Ke depan, kami akan terus berkolaborasi untuk menyiapkan fasilitas kesehatan yang benar-benar ramah dalam menangani stroke," jelasnya.
Tugas juga menekankan pentingnya pendataan dan pembenahan layanan stroke oleh perhimpunan dokter neurologi dan dokter spesialis saraf.
Baca Juga: Ini 7 Bahaya Kol Goreng, Berisiko Kanker Hingga Stroke
"Kami berharap pelayanan ini dapat mendekati standar negara maju yang sudah memiliki peta penanganan stroke dan peta ambulans khusus," katanya.
Kementerian Kesehatan mencatat, setiap tahun terdapat tambahan sekitar 2,9 juta penderita stroke di Indonesia.
Stroke juga menjadi penyakit dengan sumbangan kematian tertinggi di Indonesia dibandingkan penyakit lain.
Stroke umumnya disebabkan oleh sumbatan aliran darah ke otak. Faktor utama pemicunya adalah gaya hidup tidak sehat.
Baca Juga: 3 Ciri Dan Penyebab Stroke Di Usia Muda, Jagalah Kesehatan!
Salah satu cara pencegahan sederhana yang disarankan adalah berolahraga ringan, seperti berjalan kaki selama 30 menit sehari, lima kali dalam sepekan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









