Akurat

Ketahui Penyebab Cacar Air, IDI Kabupaten Grobogan Berikan Tips Pengobatan yang Tepat

Leo Farhan | 25 November 2024, 16:35 WIB
Ketahui Penyebab Cacar Air, IDI Kabupaten Grobogan Berikan Tips Pengobatan yang Tepat

AKURAT.CO Cacar air adalah penyakit yang cukup serius, penyakit ini dapat dialami oleh anak-anak, remaja hingga orang dewasa. Cacar air biasanya menyerang anak-anak di bawah usia 10 tahun. Namun pada beberapa kasus, penyakit ini juga bisa menyerang orang dewasa.

Gejala juga cenderung lebih parah pada orang dewasa dibandingkan pada anak-anak. Cacar air merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus varicella-zoster. Itu sebabnya penyakit ini disebut juga cacar air. 

IDI (Ikatan Dokter Indonesia) Kabupaten Grobogan dengan alamat website idikabgrobogan.org adalah organisasi profesi yang mewadahi para dokter yang berpraktek di wilayah Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.

IDI Kabupaten Grobogan berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di daerah tersebut. Organisasi ini berperan dalam memberikan dukungan kepada anggota dalam menjalankan praktik medis yang sesuai dengan standar profesional.

Pada saat ini IDI Kabupaten Grobogan sedang melakukan penelitian lebih lanjut terkait penyakit cacar air yang bisa mengganggu aktivitas dan kesehatan. Ada beberapa penyebab terjadinya cacar air bagi remaja hingga orang dewasa, serta obat yang direkomendasikan untuk penderitanya.

Apa saja penyebab terjadinya cacar air bagi anak-anak hingga orang dewasa? 

IDI (Ikatan Dokter Indonesia) Kabupaten Grobogan menjelaskan bahwa cacar air, atau varicella, adalah penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi virus Varicella zoster. Penyakit ini dapat menyerang siapa saja, tetapi lebih umum terjadi pada anak-anak. Berikut adalah penjelasan mengenai penyebab terjadinya cacar air pada anak-anak hingga orang dewasa meliputi:

  1. Infeksi virus Varicella Zoster

Cacar air disebabkan oleh virus varicella-zoster, yang sangat menular. Virus ini dapat menyebar dan ditularkan melalui kontak langsung dengan cairan dari lepuhan cacar air. Jika seseorang menyentuh lepuhan dan kemudian menyentuh wajah atau mulutnya, infeksi dapat terjadi.

  1. Kontak dengan penderita cacar air

Orang yang belum pernah terinfeksi cacar air atau yang belum mendapatkan vaksinasi berisiko tinggi terkena penyakit ini jika mereka berada dalam kontak dekat dengan seseorang yang terinfeksi. Cacar air lebih umum terjadi pada anak-anak di bawah usia 12 tahun, terutama antara usia 5-9 tahun.

  1. Sistem kekebalan tubuh yang lemah

Individu dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti mereka yang sedang menjalani pengobatan imunosupresif atau memiliki kondisi medis tertentu (misalnya HIV/AIDS), lebih rentan terhadap infeksi cacar air dan dapat mengalami gejala yang lebih parah.

  1. Faktor kondisi lingkungan

Tinggal di lingkungan padat atau tempat-tempat di mana banyak orang berkumpul (seperti sekolah atau tempat kerja) dapat meningkatkan risiko penularan virus.

Apa saja obat yang direkomendasikan untuk penyakit cacar air bagi anak-anak hingga orang dewasa?

Penderita penyakit cacar air dapat diobati dengan cara yang tepat. Anda tidak perlu khawatir, IDI Kabupaten Grobogan telah memberikan rekomendasi beberapa obat untuk mengatasi penyakit cacar air pada remaja hingga orang dewasa meliputi: 

  1. Obat Paracetamol

Obat ini digunakan untuk mengatasi infeksi dan aman digunakan bagi anak-anak. Paracetamol dapat meredakan demam dan nyeri yang mungkin muncul akibat cacar air. Paracetamol aman untuk anak-anak dan dewasa, tetapi harus diikuti dengan dosis yang tepat sesuai petunjuk.

  1. Obat Diphenhydramine

Obat Diphenhydramine (Benadryl) dapat digunakan untuk meredakan gatal akibat cacar air. Diphenhydramine adalah obat antihistamin generasi pertama yang dapat dibeli bebas dan diminum selama gejala gatal masih terasa.

  1. Losion atau Salep

Calamine Lotion ini dapat dioleskan pada area kulit yang gatal untuk membantu meredakan rasa gatal dan memberikan efek menenangkan. Selain itu, Salep Acyclovir (seperti Matrovir) juga dapat diterapkan langsung pada lesi untuk membantu mengurangi gejala.

Meskipun cacar air biasanya sembuh dengan sendirinya, pengobatan yang tepat dapat membantu meringankan gejala dan mempercepat proses penyembuhan. Jika gejala tidak kunjung membaik atau jika ada tanda-tanda komplikasi, segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.