Akurat

Memasuki Musim Hujan, Berikut Daftar Penyakit yang Perlu Diwaspadai

Azhar Ilyas | 6 November 2024, 17:37 WIB
Memasuki Musim Hujan, Berikut Daftar Penyakit yang Perlu Diwaspadai

AKURAT.CO Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan bahwa puncak musim hujan akan berlangsung antara bulan November hingga Desember 2024.

Hal tersebut mempengaruhi intensitas curah hujan yang bervariasi di berbagai penjuru Indonesia.

Selama musim hujan, tubuh akan lebih rentan terhadap penyakit atau virus.

Karena udara yang lembap dan basah menciptakan lingkungan yang ideal bagi pertumbuhan bakteri, virus dan jamur.

Tak hanya itu, perubahan suhu yang drastis sering kali membuat tubuh kesulitan beradaptasi, sehingga daya tahan tubuh menurun.

Menurut Prof. Dr. Ari Fahrial Syam, spesialis penyakit dalam, saat memasuki musim hujan, daya tahan tubuh cenderung melemah karena beberapa faktor.

Termasuk pola makan yang tidak seimbang, kurang tidur dan stres.

Ketika suhu turun secara tiba-tiba, tubuh harus bekerja lebih keras untuk menjaga keseimbangan suhu internalnya.

Baca Juga: Komisi VI Semprot Budi Arie Soal Judi Online: Mohon Diklarifikasi Pak

Yang dapat mengurangi kemampuan sistem imun untuk melawan bakteri atau virus yang menyebabkan penyakit.

Kondisi ini juga semakin diperburuk oleh kurangnya paparan sinar matahari selama musim hujan yang mengakibatkan penurunan produksi vitamin D dalam tubuh.

Vitamin D berperan penting dalam mendukung sistem kekebalan tubuh, yang menyebabkan kekurangan vitamin ini dapat membuat seseorang lebih mudah terinfeksi penyakit.

Oleh karena itu, penting untuk mewaspadai penyakit-penyakit yang sering muncul selama transisi cuaca ini karena perubahan suhu dan kelembapan dapat memicu pertumbuhan mikroba dan virus.

Berikut beberapa penyakit yang perlu diwaspadai saat musim hujan:

1. Influenza

Influenza atau flu merupakan infeksi saluran pernapasan yang disebabkan oleh virus influenza.
Gejala umumnya meliputi demam, batuk, sakit kepala dan nyeri otot.

Penyakit ini dapat menyebar melalui percikan udara saat seseorang batuk atau bersin serta kontak dengan benda yang terkontaminasi.

Meskipun biasanya tidak berbahaya, flu dapat menyebabkan komplikasi serius pada kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.

2. Diare

Diare adalah kondisi yang ditandai dengan frekuensi buang air besar yang meningkat dan biasanya disebabkan oleh makanan atau minuman yang terkontaminasi bakteri, virus atau parasit.

Penyebab umum diare termasuk bakteri seperti E.coli dan Salmonella.

Untuk mencegah diare, penting untuk menjaga kebersihan makanan dan mencuci tangan secara teratur.

Baca Juga: Mengenal 3 Jenis Wire Rope dan Fungsinya 

3. Demam berdarah

Demam berdarah dengue (DBD) disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti.

Musim hujan berpengaruh dalam meningkatkan populasi nyamuk karena genangan air menjadi tempat berkembang biak.

Gejala demam berdarah termasuk demam tinggi, nyeri otot dan bintik merah pada kulit.

Pencegahan dilakukan dengan menguras tempat penampungan air dan menggunakan obat nyamuk.

4. Leptospirosis

Merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri Leptospira yang dapat masuk ke dalam tubuh melalui luka terbuka atau kulit yang basah saat terpapar air yang terkontaminasi urine hewan, terutama tikus.

Gejala Leptospirosis meliputi demam, sakit kepala dan nyeri otot.

Untuk mencegahnya, hindari kontak dengan genangan air yang mungkin terkontaminasi.

5. Penyakit kulit

Musim hujan juga dapat menyebabkan berbagai masalah kulit akibat infeksi bakteri atau jamur.
Kondisi ini seringkali diperparah oleh kelembapan tinggi dan genangan air.

Gejala dapat berupa gatal-gatal, kemerahan atau ruam pada kulit.

Menjaga kebersihan tubuh dan lingkungan sekitar sangat penting untuk mencegah infeksi kulit.

Baca Juga: Jadwal Siaran Langsung Liga Champions Malam Ini: Inter Milan vs Arsenal, PSG vs Atletico

6. Demam Tifoid

Demam tifoid merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi yang biasanya menyebar melalui makanan atau air yang terkontaminasi.

Gejala utama termasuk demam tinggi dan gangguan pencernaan.

Untuk mencegahnya, penting untuk memastikan kebersihan makanan dan minuman yang dikonsumsi. (Queenadia Syahrani)

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Reporter
Azhar Ilyas
W
Editor
Wahyu SK