Akurat

Cek Fakta, Apa Benar Minum Air Galon PC Bisa Bikin Mandul?

Mukodah | 16 September 2024, 14:15 WIB
Cek Fakta, Apa Benar Minum Air Galon PC Bisa Bikin Mandul?

AKURAT.CO Infertilitas merupakan gangguan kesuburan yang dapat disebabkan berbagai faktor internal maupun eksternal.

Namun, belakangan beredar informasi bahwa meminum air dari galon berbahan polikarbonat (PC) atau guna ulang bisa menyebabkan infertilitas.

Lantas benarkah demikian?

Anggota Perkumpulan Ginekologi Indonesia (Pogi), dr. Abraham Dian Winarto, menjelaskan bahwa air di dalam AMDK (air minum dalam kemasan) dipastikan bukan penyebab infertilitas atau kemandulan serta gangguan kesehatan lainnya.

Korelasi antara air dalam galon PC dan kemandulan masih butuh penelitian lebih lanjut.

"Sampai sejauh ini yang dibilang kasus mandul karena air kemasan galon, selama saya praktik selama 15 tahun ini sih tidak ada," kata dokter spesialis kebidanan dan kandungan ini.

"Intinya suatu air kemasan yang beredar apalagi bermerek tentunya sudah melalui prosedur yang ketat dari BPOM sehingga pasti aman," tambah Abraham, melalui keterangan yang diterima di Jakarta, Senin (16/9/2024).

Faktor penyebab infertilitas dibagi menjadi dua, yakni internal dan eksternal.

Faktor internal terdiri dari masalah hormonal yang berarti gangguan pada hormon reproduksi seperti estrogen dan progesteron, sehingga mengganggu ovulasi pada wanita atau produksi sperma pada pria.

Selanjutnya, kondisi medis di mana seseorang mengalami penyakit seperti endometriosis, sindrom ovarium polikistik (PCOS) atau infeksi saluran reproduksi yang dapat mempengaruhi kesuburan.

Pada pria, masalah seperti varikokel atau infeksi juga dapat berkontribusi.

Baca Juga: Prabowo Siapkan Zaken Kabinet, Ingin Lebih Baik dari Presiden Sebelumnya

Pada faktor eksternal akibat gaya hidup semisal kebiasaan merokok, konsumsi alkohol berlebih hingga penggunaan obat-obatan terlarang.

Selain itu, berat badan yang sangat rendah atau tinggi juga dapat mempengaruhi kemampuan untuk hamil.

Selanjutnya, stres yang bersifat berat atau kronis dapat mempengaruhi keseimbangan hormon dan fungsi reproduksi.

Usia juga menjadi salah satu faktor berkontribusi dalam kesuburan karena seiring bertambahnya usia maka kualitas dan kuantitas sel telur pada wanita serta
sperma pada pria mulai menurun.

"Merokok itu penyebab terjadinya infertilitas nomor satu bagi pasangan suami istri, yang diikuti minuman keras," kata Dokter Spesialis Kandungan, Boyke Dian Nugraha.

Ada beberapa mitos dan kekhawatiran mengenai galon air minum dalam kemasan sebagai penyebab infertilitas.

Salah satu mitos yang sering beredar adalah bahwa bahan plastik dari galon air minum dapat mengganggu keseimbangan hormon dan mempengaruhi kesuburan.

Namun, berdasarkan penelitian ilmiah terkini, tidak ada bukti kuat yang mendukung klaim bahwa galon air minum dalam kemasan secara langsung menyebabkan gangguan infertilitas.

Sebagian besar galon air minum yang beredar di pasaran telah melalui proses pengujian dan standar keamanan yang ketat.

Baca Juga: Gelar Rapat Perdana, Parpol Pengusung RIDO Bagi-bagi Tugas untuk Kemenangan di Pilkada

Bahan plastik yang digunakan untuk kemasan umumnya dirancang agar aman dan tidak melepaskan zat berbahaya dalam jumlah signifikan yang dapat mempengaruhi kesehatan reproduksi.

Masih diperlukan penelitian yang lebih besar lagi tekrait korelasi tersebut.

"Belum ada penelitian yang konsisten dan dapat dibuktikan terkait efek dari air mineral kemasan (terhadap infertilitas)," kata Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo.

Menjaga kesehatan secara keseluruhan dan mengikuti pola hidup sehat tetap merupakan cara terbaik untuk mendukung kesuburan.

Infertilitas adalah masalah kesehatan yang kompleks dengan berbagai penyebab yang mungkin.

Artinya, mitos tentang air galon yang menyebabkan infertilitas tidak memiliki dasar ilmiah yang kuat alias hoaks.

Faktanya, hingga saat ini belum ada penelitian ilmiah yang kuat yang membuktikan hubungan langsung antara konsumsi air galon dan gangguan kesuburan.

Baca Juga: Android 16 Siapkan Pembaruan Besar untuk Pengaturan Cepat

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
Mukodah
W
Editor
Wahyu SK