Akurat

Tanggulangi DBD, Dengue Slayers Challenge Libatkan Ratusan Siswa

Ratu Tiara | 10 Juli 2024, 23:41 WIB
Tanggulangi DBD, Dengue Slayers Challenge Libatkan Ratusan Siswa

AKURAT.CO, Dengue Slayers Challenge merupakan terobosan baru dari Prestasi Junior Indonesia (PJI) dan Asia Dengue Voice and Action Group (ADVA), yang juga mendapatkan dukungan PT Takeda Innovative Medicines (Takeda) dan Kementerian Kesehatan RI, mengimplementasikan edukasi penanganan demam berdarah dengue (DBD) bagi generasi muda.

Sejak Februari 2024, program ini telah berhasil meningkatkan pemahaman 123 siswa SMA/SMK dari 17 kota/kabupaten di Indonesia mengenai demam berdarah dengue serta memberdayakan mereka untuk mengembangkan 41 solusi inovatif pencegahan dan pengendalian demam berdarah dengue di komunitas.

"Aksi individu dan kolektif dari komunitas sangat dibutuhkan untuk mengurangi kasus infeksi dengue hingga mencapai target nol kematian. Oleh karena itu, kami sangat mengapresiasi dukungan yang diberikan Takeda, ADVA, dan PJI melalui program edukasi untuk generasi muda ini. Inisiatif ini selaras dengan Strategi Nasional Penanggulangan Dengue 2021-2025, khususnya dalam aspek peningkatan keterlibatan masyarakat dan pengembangan inovasi," ujar dr. Agus Handito, S.K.M., M.Epid., Tim Kerja Arbovirosis Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dalam rilis yang diterima Akurat.co, Rabu (10/7/2024).

Baca Juga: Demam Berdarah Dengue Hantui Warga Ibu Kota

Dalam Dengue Slayers Challenge, para siswa ditantang untuk menciptakan solusi inovatif pencegahan dan pengendalian DBD berupa media edukasi (Outreach), sistem pengawasan (Surveillance & Epidemiology), atau strategi pengendalian nyamuk (Vector Control: Prophylaxis/Prevention).

"Melalui program ini, para siswa memeroleh pengalaman pertama mengeksplorasi demam berdarah dengue secara komprehensif sekaligus kesempatan mentransformasi aspirasi mereka menjadi sebuah karya nyata yang bermanfaat," ucap Robert Gardiner, Academic Advisor and Operations Counsel Prestasi Junior Indonesia.

Untuk mendukung proses eksplorasi dan penyusunan ide, para siswa telah memeroleh lokakarya demam berdarah dengue, pelatihan design thinking, serta pendampingan dari mentor ahli di bidang kesehatan.

Sebagai puncak program, tim terbaik berkesempatan mewakili Indonesia untuk mempresentasikan ide mereka kepada komunitas internasional, pemimpin kesehatan masyarakat di pemerintah, dan pembuat keputusan pada ajang Asia Dengue Summit ke-7 di Kuala Lumpur, 5-7 Juni 2024 lalu.

“Generasi muda yang terlibat dalam program ini adalah segmen masyarakat yang sangat penting dalam upaya penanggulangan DBD. Dengan sumber daya yang lebih baik dan didukung kreativitas, mereka memiliki kemampuan untuk menciptakan efek domino dalam menyebarkan pesan dan semangat bebas dari DBD kepada keluarga, sekolah, dan komunitas mereka," beber Prof. Dr. Sri Rezeki Hadinegoro, dr., SpA(K), ADVA Steering Committee for Indonesia.

Baca Juga: Jangan Remehkan Nyamuk Demam Berdarah Dengue!

Kasus demam berdarah dengue menjadi isu kesehatan masyarakat Indonesia yang semakin urgen saat ini. Hingga pekan ke-22 tahun 2024, Kementerian Kesehatan RI telah mencatat 119.709 kasus demam berdarah dengan 777 kematian di 34 provinsi di Indonesia.

"Kami bekerja sama dengan pemerintah, asosiasi medis, perusahaan, sekolah, dan masyarakat untuk memperkuat pencegahan DBD yang komprehensif dan menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi keluarga dan masyarakat di negeri ini," tutup Andreas Gutknecht, Presiden Direktur PT Takeda Innovative Medicines.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

S
Reporter
Sri Agustina
R