IJN Malaysia dan Holding RS BUMN Jalin Kemitraan dalam Pengobatan Jantung

AKURAT.CO Penyakit jantung dikenal sebagai salah satu penyakit yang mematikan di dunia, tak terkecuali di Asia Tenggara dimana salah satunya adalah dua negara serumpun yaitu Indonesia dan Malaysia.
Indonesia dengan kondisi wilayah berupa kepulauan besar dan jumlah penduduk yang mencapai 270 juta jiwa hingga masuk kategori populasi terbesar nomor 4 di dunia, nyatanya masih mengalami keterbatasan dalam hal fasilitas kesehatan yang diantaranya adalah terbatasnya jumlah dokter spesialis jantung khususnya.
Oleh karena itu, Institut Jantung Negara atau IJN sebagai rumah sakit milik Pemerintah Malaysia yang berlokasi di Kuala Lumpur tertarik untuk bekerja sama dengan Holding RS BUMN yaitu PT. Pertamina Bina Medika IHC yang diwujudkan dalam bentuk MoU atau Nota Kesepahaman antara kedua belah pihak selama tiga tahun.
“Komitmen IJN terhadap inovasi tidak hanya berfokus pada keunggulan klinis saja, tetapi juga melibatkan aspek-aspek seperti penelitian dan pendidikan. Selain itu, melalui inisiatif penyelidikan berterusan, IJN kekal di barisan hadapan inovasi perubatan, menyumbang pengetahuan berharga kepada bidang perubatan kardiovaskular. Selain itu, sebagai hospital pengajaran, IJN memainkan peranan penting dalam melatih generasi profesional kesihatan yang akan datang, memastikan warisan kecemerlangan dalam penjagaan jantung untuk tahun-tahun akan datang” ujar CEO IJN, Datuk Dr Aizai Azan Abdul Rahim di Jakarta, (3/6).
Kerjasama yang akan terwujud antara lain dalam bentuk pelatihan maupun transfer teknologi. Hal ini karena IJN sendiri terkenal di kalangan masyarakat Malaysia dan Indonesia akan kualitas pelayanannya hingga dipercaya Mantan PM Malaysia Mahathir Muhammad sebagai tempat perawatannya.
Dato’ Akmal Arief Mohamed Fauzi selaku Deputi CEO IJN turut menjelaskan bahwa hal ini dibuktikan dengan ribuan masyarakat Indonesia yang berobat di RS IJN setiap tahun.
"Dari Indonesia sekitar 3000 sampai 4000," tuturnya.
Namun ketika ditanyakan target pasien dari Indonesia dalam kaitannya dengan wisata medis, Akmal menjelaskan pihaknya lebih menekankan kolaborasi dan transfer teknologi.
"Dari segi target atau wisata medis yang ingin kami tarik, kami hanya ingin memberikan opsi, lebih kepada kolaborasi bertujuan untuk transfer teknologi dan join riset, sementara wisata medis atau target pasien itu hanya kami jadikan sebagai pilihan, kami kesini mengenalkan IJN salah satu RS Jantung di Kuala Lumpur dengan teknologi dan prosedur terbaik, keputusan kembali ke masyarakat Indonesia," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









