Anemia Aplastik itu Apa?

AKURAT.CO Anemia aplastik adalah jenis kelainan darah yang terjadi karena kegagalan sumsum tulang dalam menghasilkan sel darah.
Pada kondisi ini, sumsum tulang tidak dapat memproduksi salah satu atau seluruh jenis sel darah, termasuk sel darah merah, sel darah putih, dan platelet.
Anemia aplastik bisa menyerang siapa saja, tetapi lebih sering terjadi pada orang usia awal 20-an dan lansia.
Gejala awal anemia aplastik meliputi mudah lelah, kulit pucat, sesak napas, dan pusing.
Penderita juga rentan terkena infeksi karena kekurangan leukosit atau sel darah putih.
Beberapa penyebab anemia aplastik antara lain:
- Penyakit autoimun: Sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel sehat, termasuk sel punca di dalam sumsum tulang.
- Kelainan genetik: Riwayat keluarga dengan penyakit serupa atau kelainan genetik seperti anemia Fanconi.
- Infeksi virus: Beberapa virus seperti Hepatitis, Epstein-Barr, dan HIV dapat menyebabkan anemia aplastik.
- Radioterapi dan kemoterapi: Terapi kanker berisiko merusak sel-sel punca di sumsum tulang.
- Penggunaan obat-obatan tertentu: Beberapa obat seperti antibiotik chloramphenicol dan obat untuk rheumatoid arthritis dapat meningkatkan risiko anemia aplastik.
- Paparan bahan kimia: Pestisida, insektisida, dan benzene yang terus-menerus dapat menyebabkan anemia aplastik.
- Kehamilan: Sistem kekebalan tubuh ibu hamil dapat merusak sumsum tulang.
Anemia aplastik adalah penyakit langka yang membuat penderitanya mudah lelah, rentan terhadap infeksi, dan pendarahan yang tidak terkontrol.
Meskipun jarang, kondisi ini dapat berkembang pada usia berapa pun.
Pengobatan anemia aplastik melibatkan transfusi darah, terapi imunosupresif, dan transplantasi sumsum tulang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









