Waspada! Ini 7 Makanan yang Biasa Dikonsumsi Ternyata Pemicu Tekanan Darah Tinggi
AKURAT.CO Asupan makanan dapat menjadi salah satu pemicu terjadinya tekanan darah tinggi, yang juga dikenal sebagai hipertensi.
Hipertensi dapat dibedakan menjadi dua jenis berdasarkan penyebabnya, yakni hipertensi esensial atau primer dan hipertensi sekunder.
Pada hipertensi primer, penyebab pasti dari peningkatan tekanan darah tidak diketahui. Meskipun demikian, umumnya kondisi ini terkait dengan gaya hidup yang kurang sehat, salah satunya adalah pola makan yang tidak baik.
Dan tanpa disadari, berbagai jenis makanan yang kita konsumsi sehari-hari dapat memicu peningkatan tekanan darah.
Agar dapat menghindari terjadinya peningkatan tekanan darah, berikut adalah daftar makanan yang sebaiknya dihindari.
1. Daging Merah dan Kulit Ayam
Walaupun bukan makanan olahan, daging merah (sapi, babi, dan domba) serta kulit ayam, termasuk dalam daftar makanan yang sebaiknya dihindari oleh penderita hipertensi.
Hal ini dikarenakan kedua jenis makanan tersebut mengandung tinggi lemak jenuh, yang dapat menjadi pemicu tekanan darah tinggi.
Selain itu, lemak yang terkandung juga berpotensi menyebabkan penumpukan plak dalam pembuluh darah, yang nantinya dapat mengganggu aliran darah ke seluruh tubuh.
2. Gorengan
Makanan ringan ini termasuk dalam kategori makanan yang dapat memicu berbagai penyakit kardiovaskular, termasuk hipertensi.
Hal ini disebabkan oleh kandungan lemak trans dan tingginya kolesterol yang berasal dari minyak yang digunakan saat menggoreng.
3. Makanan Kemasan atau Olahan
Jenis makanan ini memiliki kandungan natrium yang tinggi, sekitar 500 - 1.570 mg natrium dalam 8 ons atau 227 gram makanan kemasan.
Penggunaan natrium dalam makanan ini bukan hanya untuk meningkatkan rasa, tetapi juga sebagai bahan pengawet agar makanan dapat bertahan lebih lama.
Selain natrium, beberapa produk makanan kemasan juga mungkin mengandung lemak jenuh yang tinggi, kecuali pada produk yang secara jelas ditandai sebagai rendah lemak.
Oleh karena itu, bagi penderita hipertensi, disarankan untuk membatasi atau bahkan menghindari konsumsi makanan olahan dan kemasan karena dapat menjadi pemicu tekanan darah tinggi.
4. Susu Full Cream
Susu full cream merupakan sumber protein hewani yang dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah. Hal ini disebabkan karena tingginya kandungan lemak jenuh pada susu full cream, sehingga dapat meningkatkan risiko hipertensi.
Selain susu full cream, produk olahan susu lainnya, seperti mentega, margarin, keju, dan mayones, juga dapat memicu peningkatan kolesterol yang dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi.
Baca Juga: 8 Pemicu Gula Darah Tinggi Wajib Kamu Waspadai!
5 Pemanis Buatan Dalam Makanan dan Minuman
Tidak hanya garam, ternyata gula juga memiliki dampak pada tekanan darah dalam tubuh. Jika tidak dikendalikan, konsumsi gula yang berlebihan juga dapat menjadi penyebab hipertensi.
Oleh karena itu, disarankan untuk menghindari makanan atau minuman yang mengandung kadar gula yang berlebihan atau pemanis buatan, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat tekanan darah tinggi.
Konsumsi gula berlebih, terutama yang berasal dari pemanis buatan dalam makanan olahan, dapat menyebabkan risiko kenaikan berat badan berlebih (obesitas).
Sedangkan individu yang mengalami obesitas memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami tekanan darah tinggi dengan lebih mudah.
6. Kopi
Kopi, jika dikonsumsi dalam jumlah yang wajar, memang dapat memberikan berbagai manfaat positif bagi kesehatan.
Bahkan, kopi dianggap sebagai salah satu minuman yang direkomendasikan untuk mereka yang memiliki tekanan darah rendah atau hipotensi.
Efek kafein dalam meningkatkan tekanan darah memang hanya bersifat sementara. Meskipun demikian, temuan dari beberapa penelitian menyarankan agar jumlah konsumsi kopi per hari dibatasi.
7. Minuman Bersoda
Minuman bersoda atau berkarbonasi rupanya juga dapat menjadi penyebab tekanan darah tinggi. Ini disebabkan oleh kandungan kalori dan gula yang terdapat dalam minuman tersebut.
Dalam jangka panjang, kebiasaan mengonsumsi minuman bersoda dapat meningkatkan risiko obesitas dan diabetes. Kedua faktor tersebut kemudian dapat menjadi pemicu terjadinya tekanan darah tinggi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









