Akurat

Apa Itu Hipertensi Jas Putih? Kenali Penyebab dan Risikonya

Eko Krisyanto | 23 November 2025, 21:20 WIB
Apa Itu Hipertensi Jas Putih? Kenali Penyebab dan Risikonya

AKURAT.CO Hipertensi jas putih adalah kondisi ketika tekanan darah seseorang tampak tinggi saat diperiksa di fasilitas kesehatan, tetapi normal ketika diukur sendiri di rumah.

Tekanan darah dikatakan normal bila berada di bawah 120 mmHg untuk tekanan sistolik dan di bawah 80 mmHg untuk tekanan diastolik.

Kondisi ini perlu diperhatikan karena sekitar 5% penderitanya dapat berkembang menjadi hipertensi nyata setiap tahunnya.

Pembacaan tekanan darah yang akurat sangat penting untuk menentukan apakah seseorang memerlukan pengobatan atau tidak. Bila hasil di klinik lebih tinggi dari kondisi sebenarnya, dokter bisa saja memberikan obat yang tidak diperlukan atau menaikkan dosis secara tidak tepat.

Beberapa studi juga menunjukkan bahwa penderita hipertensi jas putih cenderung memiliki tekanan darah sedikit lebih tinggi dibandingkan orang tanpa kondisi ini.

Pada kelompok berisiko tinggi, terutama usia di atas 60 tahun, risiko masalah jantung dapat meningkat hingga dua kali lipat.

Namun, peningkatan risiko ini juga dapat dipengaruhi oleh faktor lain, seperti riwayat serangan jantung, diabetes, atau penyakit kardiovaskular lain.

Baca Juga: 46,9 Juta Orang Sudah Daftar Program CKG, Diabetes hingga Hipertensi Paling Banyak Ditemui

Penyebab Hipertensi Jas Putih

Reaksi cemas saat datang ke klinik atau menghadapi pemeriksaan medis merupakan pemicu utama hipertensi jas putih. Situasi seperti menunggu di ruang periksa, memasuki ruang pemeriksaan, hingga proses pengukuran tekanan darah dapat memicu respons “fight or flight.” Kondisi ini membuat detak jantung meningkat dan tekanan darah naik sementara.

Variasi tekanan darah juga dapat dipengaruhi oleh:

  • Waktu pengukuran

  • Aktivitas atau istirahat sebelum pemeriksaan

  • Lingkungan yang bising

  • Kondisi emosional

Beberapa kelompok lebih rentan mengalami hipertensi jas putih, seperti:

  • Usia di atas 50 tahun

  • Perempuan

  • Baru didiagnosis hipertensi

  • Memiliki berat badan berlebih

  • Tidak merokok

Gejala dan Dampak Hipertensi Jas Putih

Penderita hipertensi jas putih umumnya merasakan rasa cemas atau gugup saat berada di fasilitas kesehatan. Rasa tegang ini dapat semakin meningkat ketika memasuki ruang pemeriksaan atau ketika alat tensimeter mulai bekerja. Meski begitu, di luar situasi medis tekanan darah mereka biasanya normal.

Walaupun tampak ringan, hipertensi jas putih berhubungan dengan beberapa perubahan tubuh, seperti:

  • Kaku pada pembuluh arteri

  • Penurunan fungsi pembuluh darah

  • Risiko lebih tinggi terhadap penyakit jantung dan pembuluh darah

  • Kemungkinan mengalami hipertrofi ventrikel kiri

  • Meningkatnya potensi berkembang menjadi diabetes atau hipertensi menetap

Risiko Komplikasi Hipertensi Jas Putih

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa hipertensi jas putih dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, walaupun temuan ini masih menjadi perdebatan. Kondisi ini dikaitkan dengan berkurangnya elastisitas pembuluh darah, gangguan fungsi vaskular, serta meningkatnya kemungkinan hipertrofi ventrikel kiri, diabetes, dan berlanjut menjadi hipertensi permanen.

Penanganan Hipertensi Jas Putih

Penanganan bertujuan mencegah komplikasi dan memastikan tekanan darah tetap terkendali. Berikut langkah yang dapat dilakukan dokter:

1. Konfirmasi Diagnosis

Dokter akan memastikan terlebih dahulu apakah tekanan darah tinggi hanya muncul di klinik atau sudah terjadi secara konsisten.

Untuk itu, pasien diminta memantau tekanan darah di rumah menggunakan tensimeter otomatis selama beberapa hari. Pemantauan ini membantu membedakan hipertensi jas putih dari hipertensi kronis yang membutuhkan terapi obat.

2. Mengubah Kebiasaan Hidup

Jika hasil pengukuran menunjukkan hipertensi jas putih tanpa faktor risiko lain, langkah pertama yang dianjurkan adalah perubahan gaya hidup. Beberapa rekomendasi yang dapat dilakukan:

  • Berolahraga secara rutin

  • Menurunkan atau menjaga berat badan ideal

  • Mengurangi konsumsi garam

  • Menghindari rokok

3. Terapi Obat Jika Diperlukan

Pada pasien dengan faktor risiko penyakit jantung seperti hipertensi menetap, kolesterol tinggi, atau diabetes tipe 2, dokter dapat meresepkan obat antihipertensi.

Pengobatan juga diberikan bila perubahan gaya hidup tidak cukup menurunkan tekanan darah.

Hipertensi jas putih mungkin terlihat sepele, tetapi tetap perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi akurasi diagnosis dan berpotensi berkembang menjadi hipertensi yang sebenarnya.

Baca Juga: Hipertensi Jadi Penyebab Kematian Nomor 1 di Dunia, Ini Alasannya

Jika Anda sering merasa cemas saat pemeriksaan dan mendapatkan hasil tekanan darah berbeda antara rumah dan klinik, sebaiknya konsultasikan ke dokter.

Pemantauan rutin dan perubahan gaya hidup sehat dapat membantu mencegah komplikasi dan memastikan kondisi Anda tertangani dengan tepat.

Nadira Maia Arziki (Magang)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
R