Anxiety Ternyata Dapat Diredakan Dan Ditimbulkan Dari Makanan Ini, Sudah Waktunya Mengatur Pola Makan

AKURAT.CO Mencari makanan yang membantu mengatasi anxiety? Penelitian telah menunjukkan bahwa beberapa makanan membuat kita merasa lebih tenang.
Jika sedang mengalami stres yang menyebabkan anxiety atau serangan panik, melakukan beberapa modifikasi pada pola makan dapat membantu dan meredakan kecemasan.
Diet tidak bisa menyembuhkan anxiety, menurut Mayo Clinic. Namun ada makanan yang membantu mengatasi rasa cemas dan memberikan efek menenangkan pada tubuh, sedangkan makanan lain menimbulkan rasa cemas setelah makan.
Simak lima makanan berikut yang mungkin ingin ditambahkan ke dalam diet Anda untuk meningkatkan mood, dan empat makanan yang mungkin ingin dihindari karena dapat meningkatkan stres dan bahkan mungkin menyebabkan suasana hati tertekan.
Makanan yang Dapat Meredakan Anxiety
1. Kalkun dan Makanan Kaya Triptofan
Beberapa peneliti percaya bahwa triptofan dapat membantu mengurangi stres karena asam amino ini membantu otak memproduksi bahan kimia yang membuat diri merasa nyaman. Anda akan menemukan triptofan dalam berbagai makanan seperti pada kalkun, ayam, pisang, susu, oat, keju, kedelai, kacang-kacangan, selai kacang dan biji wijen.
Perlu dicatat bahwa ada beberapa pertanyaan mengenai apakah triptofan yang ditemukan dalam makanan dapat melintasi penghalang darah-otak, sehingga efeknya mungkin tidak terlalu dramatis.
2. Daging Sapi dan Makanan Kaya Vitamin B
Kekurangan vitamin B, seperti asam folat dan B12, bisa memicu depresi pada beberapa orang. Makanan yang membantu menangkal kecemasan termasuk daging sapi, babi, ayam, sayuran hijau, kacang-kacangan, jeruk dan buah jeruk lainnya, nasi, kacang-kacangan, dan telur. Jika tubuh tidak mendapatkan cukup B12 atau asam folat dari makanan, Anda bisa mendapatkan manfaat dari mengonsumsi suplemen.
3. Karbohidrat Kompleks
Karbohidrat juga meningkatkan produksi serotonin di otak. Saat memilih karbohidrat yang dapat meningkatkan suasana hati, pilihlah biji-bijian, seperti roti gandum atau beras merah, daripada pilihan olahan, seperti gula, permen, atau bahkan roti putih dan nasi putih.
Biji-bijian utuh membutuhkan waktu lebih lama bagi tubuh untuk terurai, dan melepaskan gula ke dalam aliran darah secara perlahan. Karbohidrat olahan mungkin akan memberi energi diawal tapi dengan cepat menurunkan kadar gula darah, yang pada akhirnya membuat tubuh merasa lesu.
4. Makanan Kaya Omega-3
Bukti terus meningkat bahwa mengonsumsi asam lemak omega-3 (EPA dan DHA), yang ditemukan dalam ikan berlemak seperti salmon, tuna, trout danau, herring, mackerel, teri, dan sarden dapat membangkitkan semangat dan meningkatkan suasana hati. Sebuah penelitian menemukan bahwa pasien yang mengonsumsi asam lemak omega-3 bersamaan dengan obat SSRI memiliki gejala depresi yang jauh lebih ringan dibandingkan dengan mereka yang hanya mengonsumsi antidepresan. Manfaat sampingan yang mungkin didapat: Omega-3 dapat mengurangi risiko penyakit jantung.
Makanan yang Dapat Menimbulkan Anxiety
1. Kopi dan Minuman Berkafein
Beberapa orang meminum kopi dan minuman lain yang mengandung kafein untuk membantu meningkatkan energi mereka. Masalahnya adalah kafein, gula, dan makanan lain sering dikonsumsi saat Anda mendambakan ledakan energi. Kafein dapat membuat Anda tetap terjaga sehingga menyebabkan stres dan kecemasan. Ingatlah bahwa seseorang perlu tidur nyenyak agar memiliki suasana hati yang positif.
2. Permen
Tentu saja hampir semua orang menyukai makanan manis. Dan makanan manis, termasuk yang mengandung gula pasir, madu, dan sirup jagung, dapat membuat kita merasa lebih baik. Namun, sekali lagi, hal ini hanya bersifat sementara. Gula akan diserap dengan cepat ke dalam aliran darah. Penyerapan ini menyebabkan energi tinggi atau lonjakan awal. Tapi lonjakan itu hilang ketika tubuh meningkatkan produksi insulin untuk menghilangkan gula dari aliran darah Anda. Hasilnya adalah Anda akan merasa lelah dan lesu.
3. Hot Dog dan Makanan Olahan
Sebuah penelitian menemukan bahwa mengonsumsi makanan olahan dan berlemak meningkatkan risiko depresi. Para peneliti mengamati pola makan 30.000 orang selama lima tahun dan menemukan bahwa mereka yang mengonsumsi sembilan porsi atau lebih makanan ultraproses sehari memiliki risiko depresi 49 persen lebih tinggi dibandingkan mereka yang mengonsumsi kurang dari empat porsi sehari.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









