Akurat

Hari Kesehatan Nasional, Penting Kenali Jenis Dan Bahaya Lemak Bagi Tubuh Manusia

Rahman Sugidiyanto | 12 November 2023, 20:25 WIB
Hari Kesehatan Nasional, Penting Kenali Jenis Dan Bahaya Lemak Bagi Tubuh Manusia

AKURAT.CO - Setiap memasuki tanggal 12 November, masyarakat Indonesia memperingatinya sebagai Hari Kesehatan Nasional.

Momen Hari Kesehatan Nasional sendiri sangat penting sekali bagi masyarakat sebagai pengingat menjaga kesehatan diri sendiri ataupun keluarga.

Salah satu hal yang bisa kita lakukan untuk memperingati Hari Kesehatan Nasional adalah dengan memperhatikan gizi dari setiap asupan makanan yang kita ataupun keluarga konsumsi.

Baca Juga: Berat Badan Tak Kunjung Turun? Cobalah 4 Game Ini Untuk Bakar Lemak!

Salah satu zat dalam makanan yang perlu mendapat perhatian lebih di Hari Kesehatan Nasional itu sendiri adalah Lemak.

Dalam hal ini kandungan lemak yang diperlukan oleh tubuh juga ada batasannya. Tidak semua lemak termasuk ke dalam lemak yang aman bagi tubuh.

Ahli Gizi dari RS MMC, dr. Raissa Edwina Djuanda, M.Gizi, Sp.GK, AIFO-K menuturkan lemak sendiri terdiri dari dua jenis yaitu lemak baik yang dikenal dengan lemak tidak jenuh tunggal dan ganda, sementara lemak jahat dikenal dengan lemak jenuh dan lemak trans.

Baca Juga: Ekspor Produk Kopi, Kertas, Dan Lemak Kakao Indonesia Ke Mesir Meningkat

“Jadi bahaya lemak jenuh dan lemak trans dalam tubuh itu akibatnya kolestrol meningkat dan ada resiko penyakit-penyakit tertentu terutama yang berhubungan dengan pembuluh darah seperti jantung, stroke, diabetes jadi sebaiknya dihindari,” ujar dokter Raissa usai menghadiri acara Talkshow dan Cooking Show Bertajuk “Ada Apa Dengan Lemak” yang diselenggarakan oleh ForVita bekerjasama dengan SuperIndo di Atrium Mall Teras Kota, Tangerang Selatan, Minggu, 12 November 2023.

Celebrity Chef, Nicky Tirta yang turut hadir dalam acara tersebut juga menyatakan bahwa dirinya selalu menerapkan gaya hidup sehat dalam kesehariannya.

“Seneng banget jadi bagian dari acara ini, Cuma hari ini special banget bertepatan dengan Hari Kesehatan Nasional, karena memang menerapkan pola hidup sehat setiap hari, aku olahraga setiap hari dan makanan benar-benar dijaga meski gak detail-detail banget, karena kadang mungkin di luar, namun sebisa mungkin asupan gizi diperhatikan untuk sehari-hari,” tutur Nicky yang turut meramaikan acara tersebut dengan demo masak bersama peserta acara yang didominasi ibu-ibu.

Baca Juga: Berat Badan Tak Kunjung Turun? Cobalah 4 Game Ini Untuk Bakar Lemak!

Dalam acara tersebut, Jenama Margarin ForVita pun yang dikenal dengan jargon Vitamin A nya mengklaim bahwa produknya ini bebas dari lemak jenuh ataupun lemak trans.

Hal ini menurut Brand Manager Food Category PT Bina Karya Prima, Roland Octasilva Layandi, karena forVITA diproduksi melalui proses fisika.

Proses fisika yang dimaksud Roland adalah fraksinasi atau proses pemanasan dan penyaringan secara berulang-ulang untuk memisahkan fraksi cair (cooking oil) dan fraksi padat (margarin).

Roland mengungkapkan hal ini berbeda dengan margarin yang beredar di pasaran dimana proses produknya hanya melalui proses hidrogenasi yang hanya mengubah bentuk dari minyak cair ke padat tanpa ada proses fisika di dalamnya.

“Bukan hanya seperti margarin pada umumnya, hanya mengubah minyak cair ke padat,kita masih ada tahapan selanjutnya dari fraksinasi lalu emulsifikasi, kemudian tahapan cooling lalu jadi margarin itu sendiri,” jelas Roland dalam acara Talk Show tersebut.

Baca Juga: Bos Bulog Pastikan Daging Kerbau Impor Tanpa Lemak: Enak Dimasak Apa Saja

Menurut World Health Organization (WHO) sendiri batasan maksimal lemak jenuh adalah 10% dan lemak trans 1% dari total kebutuhan kalori per hari. Lemak trans terbentuk ketika minyak cair dirubah menjadi lemak padat dalam proses margarin umumnya.

Sebagai informasi dalam keteranga pers yang kami terima mengutip dari pernyataan dokter Raissa tanpa disadari, timbunan lemak trans dalam tubuh juga dapat menghambat sistem kerja otak.

Orang yang banyak mengkonsumsi lemak trans berpotensi tinggi untuk terkena penyakit alzheimer atau pikun. Dalam kata lain, lemak trans akan membuat volume otak menjadi rendah.

Semoga Kawan Akurat tetap sehat ya dan yang terpenting jaga dan perhatikan asupan gizi dari makanan sehari-hari.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.