Mengenal Diet Macrobiotik Hidup Sehat Alamiah, Bikin Ariana Grande Turun Berat Badan Hingga 11 Kg

AKURAT.CO Ariana Grande telah mengalami penurunan berat badan yang signifikan. Perubahan pada tubuhnya telah menjadi perhatian banyak orang. Ia menjalani diet ketat dan berhasil mengurangi berat badannya sebanyak 11,3 kilogram.
Perubahan berat badan Ariana Grande memang sangat signifikan, karena ia sedang menjalani program diet. Penting untuk dicatat bahwa Ariana Grande tidak menjalani diet ekstrem, melainkan diet macrobiotic.
Ariana Grande memang menjalani pola makan yang difokuskan pada makanan padat nutrisi, yaitu diet macrobiotik ala Jepang. Iatelah meninggalkan semua jenis makanan cepat saji yang sebelumnya sangat dia nikmati dan beralih ke pola makan vegan.
Baca Juga: 5 Tips Diet Artis Korea Selatan, Ada Versi Jennie Blackpink Hingga Ala Kang So-Ra
Perlu diketahui, bahwa tujuan Ariana Grande dalam mengadopsi diet ini bukan semata-mata untuk menurunkan berat badan atau menjadi kurus, melainkan untuk merasa lebih baik secara keseluruhan.
“Ini tentang memastikan makanan yang Anda masukkan ke dalam tubuh akan menyehatkan dan dimanfaatkan dengan baik. Alasan mengapa berat badan saya turun sebanyak ini karena saya dulu hidup dengan mengonsumsi junk food, sepanjang waktu. Jadi saya mengubah kebiasaan makan saya secara drastis, mulai berolahraga setiap hari, dan saya menjadi lebih sehat,” jelas Ariana Grande, dikutip dari Fabbon.
Lalu, apa sebenarnya diet macrobiotik itu?
Diet macrobiotik adalah pendekatan makanan yang berfokus pada keseimbangan dan harmoni antara makanan yang dikonsumsi dan kehidupan seseorang.
Prinsip-prinsip filsafat Jepang, yang dikenal sebagai "Yin dan Yang," menjadi dasar diet ini dengan penekanan pada keseimbangan energi dalam makanan.
Baca Juga: Prabowo Diserang Isu Kena Stroke, Begini Jawaban RSPAD Gatot Soebroto
Dalam diet macrobiotik, makanan yang umumnya dikonsumsi terdiri dari bahan-bahan alami dan organik seperti biji-bijian utuh (seperti beras coklat, barley, gandum utuh), kacang-kacangan, buah-buahan, sayuran, rumput laut, dan ikan.
Dalam beberapa kasus, daging dan produk hewani juga dapat dikonsumsi dalam jumlah yang sangat sedikit, sesuai dengan prinsip-prinsip diet ini.
Penganut diet macrobiotik memang cenderung menghindari makanan olahan, makanan cepat saji, produk olahan, makanan manis atau berperisa, serta bahan tambahan kimia. Mereka lebih memilih makanan segar dan alami yang memiliki sedikit garam, gula, atau lemak jenuh.
Selain itu, dalam diet macrobiotik, pentingnya teknik memasak juga ditekankan, seperti merebus, mengukus, atau memanggang dengan sedikit minyak. Ini dilakukan dengan tujuan untuk mempertahankan sebanyak mungkin nutrisi dalam makanan.
Tujuan utama dari diet macrobiotik adalah mencapai keseimbangan fisik dan emosional serta meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.
Beberapa penganut diet ini juga meyakini bahwa diet macrobiotik dapat membantu dalam mencegah dan mengobati beberapa penyakit tertentu.
Tips menjalani diet macrobiotic:
-
Mulailah secara bertahap
Hindari mengubah pola makan secara drastis. Sebaiknya mulai dengan menambahkan lebih banyak makanan utuh dan mengurangi makanan olahan dalam pola makan sehari-hari.
-
Lakukan riset
Pelajari lebih lanjut tentang diet macrobiotik, prinsip-prinsipnya, dan makanan apa yang dianjurkan atau dihindari.
-
Konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi
Jika Bunda memiliki kondisi kesehatan tertentu, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi sebelum memulai diet macrobiotik. Mereka dapat memberikan panduan yang sesuai dengan kebutuhan kesehatan Bunda.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










