Kenali Bahaya Terlalu Sering Mengonsumsi Makanan Yang Dibakar, Ternyata Bisa Timbulkan Penyakit Ini

AKURAT.CO Mengonsumsi makanan yang dibakar ternyata kurang baik untuk kesehatan tubuh. Mengonsumsi makanan yang dibakar, terutama jika dibakar atau dipanggang dengan suhu yang sangat tinggi atau hingga menghasilkan arang, dapat meningkatkan risiko kesehatan.
Memasak dengan cara dibakar atau dipanggang adalah metode memasak tanpa minyak yang populer dan mudah, efek buruk dari mengonsumsi makanan yang diproses dengan cara dibakar atau dipanggang dapat berdampak negatif pada kesehatan tubuh.
Proses pemanggangan atau pembakaran makanan pada suhu tinggi dapat menghasilkan senyawa kimia berbahaya, seperti heterosiklik amina (HCA) dan senyawa polisiklik aromatik hidrokarbon (PAH), yang terkait dengan peningkatan risiko kanker dan penyakit kronis lainnya.
Baca Juga: 5 Cara Meminimalisir Dampak Kesehatan dari Makanan yang Dibakar
Maka dari itu, penting untuk kenali bahaya terlalu sering mengonsumsi makanan yang dibakar, berikut adalah beberapa jenis penyakit terkait dengan konsumsi makanan yang proses dengan cara dibakar atau dipanggang. Simak yuk!
-
Kanker
Senyawa-senyawa berbahaya seperti HCA dan PAH yang dihasilkan selama proses memanggang dan pembakaran dapat meningkatkan risiko kanker, terutama kanker usus besar, lambung, dan hati.
-
Penyakit Kardiovaskular
Konsumsi makanan yang terlalu sering dipanggang dan mengandung lemak jenuh tinggi dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.
-
Diabetes
Makanan yang terlalu gosong atau terlalu cokelat dapat mengandung senyawa yang berkontribusi pada resistensi insulin, yang dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2.
Makan terlalu banyak natrium dari bumbu bakar akan menempatkan seseorang pada risiko tekanan darah tinggi. Sementara kandungan gula yang tinggi pada bumbu bakar akan berefek pada peningkatan diabetes
-
Kandungan Gizi Berkurang
Daging adalah sumber protein yang penting dalam makanan manusia. Namun, cara memasak daging, terutama pada suhu tinggi atau hingga menghasilkan arang, dapat menghilangkan sebagian nutrisi, termasuk protein.
Untuk menjaga kandungan protein dan rasa yang nikmat, memasak daging dengan api kecil dalam waktu yang lebih lama adalah pendekatan yang baik.
Dengan memasak daging dengan cara yang lebih lembut, Anda dapat memastikan bahwa daging matang secara merata dan kandungan proteinnya lebih terjaga.
Ini juga dapat mengurangi pembentukan senyawa berbahaya seperti HCA dan PAH yang dihasilkan selama proses memanggang pada suhu tinggi.
Oleh karena itu, memasak daging dengan api kecil dan perlahan bisa menjadi cara yang lebih sehat dan tetap menjaga kualitas gizi daging.
Mengurangi konsumsi makanan yang diproses dengan cara ini dan memasak dengan cara yang lebih sehat, Anda dapat membantu mengurangi risiko terkena berbagai penyakit kronis dan meningkatkan kesehatan tubuh Anda.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 10Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu








