Dewan FIFA Periksa Peace Prize yang Diberikan Gianni Infantino kepada Donald Trump

AKURAT.CO, Organisasi induk sepakbola dunia, FIFA, membentuk sebuah komite yang akan bertugas untuk memeriksa FIFA Peace Prize yang diberikan kepada Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Pembentukan komite ini dilakukan di sela pertemuan Dewan FIFA di markas besar mereka di Zurich, Swiss, pekan ini.
Pemeriksaan terhadap FIFA Peace Prize yang diberikan kepada Donald Trump merupakan salah satu masalah yang diajukan Dewan FIFA untuk menyoroti kepemimpinan Gianni Infantino sebagai presiden.
"Mereka akan mempertimbangkan, pertama-tama, bagaimana munculnya Peace Prize, apakah harus ada, apakah harus dianugerahkan dengan cara yang sudah terjadi, siapa yang mengambil keputusan dan apakah seharusnya ditiadakan atau apakah harus direformasi," kata Wakil Presiden FIFA, Debbie Hewitt, dipetik dari Newsweek.
Baca Juga: FIFA Luncurkan “FIFA Peace Prize”, Penghargaan Perdamaian yang Akan Debut di Piala Dunia 2026
FIFA Peace Prize untuk Donald Trump disampaikan ke publik kali pertama oleh Gianni Infantino pada November 2025. Sebulan kemudian Infantino menyerahkan penghargaan tersebut kepada Trump di Gedung Putih, Washington DC, Amerika Serikat.
Anugerah yang diberikan kepada Trump di sela undian Piala Dunia 2026 itu adalah FIFA Peace Prize pertama dalam sejarah. Infantino mengajukan argumen bahwa Trump berhak mendapatkannya karena berhasil membuat gencatan senjata antara Hamas dan militer Israel dalam konflik Gaza.
Pun demikian, penghargaan tersebut kini dipersoalkan tak lepas dari rangkaian polemik yang melanda FIFA dengan Gianni Infantino sebagai pusat perhatian.
Kritik pertama terhadap FIFA Peace Prize adalah bahwa FIFA sebagai organisasi independen yang punya prinsip "haram" terlibat politik praktis justru melakukan larangan tersebut dengan memberikan penghargaan kepada Trump.
FIFA Peace Prize dilihat sebagai bagian dari "konflik kepentingan" karena Trump dan AS ketika itu bersiap menjadi tuan rumah Piala Dunia 2026.
Pada perjalanannya, FIFA mendapat kritik ketika komite disiplinnya menangguhkan kartu merah terhadap penyerang AS, Folarin Balogun, agar bisa tampil menghadapi Belgia di 16 besar Piala Dunia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 10Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu







