Cara Paling Efektif Menghilangkan Bruntusan Di Wajah

AKURAT.CO Bruntusan adalah ketika bintik-bintik merah kecil timbul di kulit, menyebabkan permukaan kulit tampak kasar dan tidak merata.
Benjolan ini dapat muncul di berbagai bagian tubuh, termasuk wajah. Agar tidak mengganggu, penting untuk mengetahui cara mengatasi bruntusan di wajah.
Sebenarnya bruntusan adalah masalah kulit yang umum, selain jerawat. Meskipun kondisi ini tidak berbahaya dan bisa menghilang dengan sendirinya, bintik-bintik kecil ini dapat mengganggu penampilan dan mengurangi rasa percaya diri.
Oleh karena itu, banyak orang mencari berbagai metode untuk mengatasi bruntusan di wajah, mulai dari cara alami hingga tindakan medis. Berikut ini cara menghilangkan bruntusan.
Baca Juga: Ampuh! 12 Cara Bruntusan Di Wajah Hilang Efektif
1. Hindari menyentuh wajah
Tangan mengandung jutaan bakteri yang dapat memperparah bruntusan. Dilansir Mind Body Green, tindakan mencukil atau menggaruk area bruntusan dapat membuat kulit trauma, mentransfer bakteri hingga merusak pori-pori.
Jika terus dilakukan, menggaruk dan mencukil bruntusan justru menyebabkan kulit makin meradang. Pada akhirnya, dapat menimbulkan jaringan parut dan berbekas.
2. Rajin eksfoliasi
Salah satu penyebab bruntusan dan jerawat adalah penumpukan kotoran yang menyumbat pori-pori. Kebiasaan langsung tidur tanpa membersihkan muka jadi contoh real kenapa kondisi kulit ini bisa terjadi.
Selain itu, kulit menghasilkan minyak guna menjaga kelembaban setiap harinya. Kalau tidak dibersihkan, minyak yang bermanfaat ini justru jadi bumerang dan menimbulkan masalah kulit.
Rajin eksfoliasi jelas opsi pertama untuk menghilangkan bruntusan. Gunakan produk topikal mengandung bahan-bahan yang bekerja dengan memecah sumbatan dan melarutkannya, seperti asam glikolat, retinoid, dan asam salisilat.
Kunci penting lainnya adalah melakukan eksfoliasi secara rutin. Wajah dan kulit terus menghasilkan sebum, plus terpapar debu polusi setiap harinya. Kalau tidak rajin dibersihkan tentu kotoran akan kembali menumpuk dan menyebabkan bruntusan lebih parah.
Baca Juga: 4 Alasan Wajah Bruntusan Saat Pakai Sunscreen
3. Pakai clay mask
Dilansir Healthline, clay mask alias masker tanah liat berfungsi menyerap minyak dari kulit. Masker jenis ini bergerak dengan membuka pori-pori dan merawat kulit berminyak.
Hasilnya, minyak lebih terkontrol tanpa membuat kulit kering berlebihan. Kondisi ini berdampak pada bruntusan yang ikut mereda seiring keluarnya sebum serta kotoran di dalam kulit.
Sebuah studi yang dipublikasi dalam Journal of Animal Science and Biotechnology mengungkapkan, tanah liat memiliki muatan listrik negatif. Muatan listrik tersebut membantunya mengikat racun bermuatan positif dari logam berat, seperti merkuri. Dengan begitu, kamu bisa sekalian detoks kulit menggunakan clay mask.
4. Kurangi stres
Pikiran dapat menyebar dan memiliki dampak pada berbagai aspek kesehatan tubuh, termasuk timbulnya jerawat dan bruntusan pada wajah. Sebuah jurnal yang diterbitkan di Acta Dermatovenereologica Croatica mengindikasikan bahwa penanganan masalah jerawat melibatkan tidak hanya dokter kulit, tetapi juga ahli psikologi dan psikiater.
Ini berarti ada hubungan yang erat antara kondisi pikiran dan kesehatan kulit. Mengurangi tingkat stres melalui aktivitas positif, teknik relaksasi, serta mencari bantuan medis jika diperlukan, bisa menjadi cara untuk mengatasi bruntusan di wajah.
5. Bersihkan wajah dengan benar
Mengatasi bruntusan di wajah bukanlah tindakan instan yang bisa dilakukan seperti sihir. Terkadang, hanya mencuci wajah saja tidak cukup, terutama jika kamu menggunakan makeup tebal. Oleh karena itu, penting untuk menghilangkan semua sisa produk di wajah dengan benar.
Diperlukan kebiasaan sehat untuk merawat kulit wajah. Hal ini tidak hanya mencakup eksfoliasi yang teratur, tetapi juga melakukan proses double cleansing yang tepat. Sebaiknya hindari tidur dengan makeup yang masih menempel atau tanpa melakukan pembersihan sebelumnya.
6. Gunakan sunscreen secara teratur
sunscreen memberikan perlindungan tak terlihat pada lapisan kulit. Dengan mengaplikasikan produk tabir surya secara rutin, kamu tidak hanya mencegah kulit terbakar, tetapi juga menghalau sinar UV yang dapat memperburuk kondisi kulit.
Sinar matahari sangat mungkin membuat kulit dehidrasi. Jadi, jangan lupa untuk selalu re-apply sunscreen pada jam-jam tertentu. Sebab, mengaplikasikannya sekali saja belum cukup untuk melindungi kulit seharian.
7. Olahraga teratur
Dengan menggerakkan tubuh secara rutin, kamu membantunya mengeluarkan keringat, melepaskan stres dan kecemasan. Selanjutnya, efeknya bisa berpengaruh pada kesehatan kulit.
Centers for Disease Control (CDC) merekomendasikan, orang dewasa untuk berolahraga 150 menit setiap minggunya. Tak perlu repot harus nge-gym kok, cukup lakukan gerakan dasar seperti berjalan cepat, berlari, jalan-jalan ke gunung dan sebagainya.
8. Gunakan pelembab
Ketika melakukan eksfoliasi secara teratur, produk yang digunakan seringkali membuat kulit terasa kering. Tanpa disertai penggunaan pelembab, kulit dapat mengalami sensasi ketegangan bahkan kepedihan.
Pelembab yang disarankan untuk kulit yang rentan terhadap jerawat, termasuk bruntusan, umumnya tidak mengandung minyak. Dengan cara ini pelembab tidak akan menambah penumpukan kotoran di dalam pori-pori.
Pelembab yang bersifat oklusif menciptakan lapisan yang tahan air di atas permukaan kulit, yang mampu secara fisik melindungi lapisan kulit terluar dan mengurangi produksi minyak.
Selain itu, pelembab ini juga memiliki sifat humektan yang menarik kelembaban dari lapisan dalam kulit ke permukaan, sehingga membantu meningkatkan kelembapan kulit, seperti yang dilaporkan oleh Medical News Today. (Ridho Hatmanto)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









