Akurat

Kenali Risikonya, Ini Penyebab Kolesterol Tinggi Di Usia Muda

Eko Krisyanto | 22 September 2023, 09:04 WIB
Kenali Risikonya, Ini Penyebab Kolesterol Tinggi Di Usia Muda

AKURAT.CO Kolesterol tinggi adalah ketika tingkat kolesterol dalam darah tinggi.

Kondisi ini harus segera diatasi karena dapat menyebabkan penumpukan kolesterol yang berpotensi menyempitkan pembuluh darah. Ini juga dapat meningkatkan risiko komplikasi serius seperti serangan jantung atau stroke.

Kolesterol tinggi sering kali ditemukan pada orang lanjut usia tetapi tidak hanya mereka yang berusia lanjut yang berisiko mengalami hiperkolesterolemia. Bahkan individu yang masih muda dapat terkena penyakit ini, terutama jika memiliki riwayat keluarga dengan kondisi serupa.

Kadang-kadang ketika hiperkolesterolemia menyerang pada usia muda, gejalanya tidak selalu terlihat. Oleh karena itu, penting untuk mengidentifikasinya sedini mungkin.

Berikut penyebab kolesterol tinggi pada usia muda.

Baca Juga: Ini Buah Penurun Kolesterol Setelah Makan Daging

1. Obesitas 

Orang yang memiliki berat badan berlebih lebih berisiko memiliki terlalu banyak kolesterol jahat dalam darah karena cenderung:

  • Memiliki peningkatan jaringan lemak dalam tubuh, yang berarti jumlah asam lemak bebas yang lebih tinggi dikirimkan ke hati. Ini terutama dialami oleh individu yang memiliki beban ekstra di tubuh bagian tengah.

  • Resistansi insulin, yang juga meningkatkan jumlah asam lemak bebas di hati.

  • Mengalami peradangan di seluruh tubuh, yang dapat memengaruhi cara tubuh mengelola HDL, dan lipoprotein lainnya. 

2. Merokok

Diterangkan laman Heart UK, merokok membuat kolesterol LDL jahat menjadi lebih lengket sehingga menempel di dinding arteri dan menyumbatnya. Merokok juga menurunkan kadar kolesterol HDL, yang tugasnya menghilangkan kolesterol dari dinding arteri.

Merokok merusak dinding arteri dan menyebabkan kolesterol terkumpul di area yang rusak. Perubahan ini menyebabkan arteri dapat tersumbat lebih cepat. Merokok juga meningkatkan detak jantung, menyebabkan pembuluh darah berkontraksi, dan membuat darah lebih kental dan kurang mampu membawa oksigen. Darah juga tidak dapat mengalir ke seluruh tubuh dengan mudah, jantung harus bekerja lebih keras dan gumpalan darah dapat terbentuk, yang memicu serangan jantung dan stroke.

3. Terlalu banyak duduk

Menghabiskan waktu lama untuk duduk tidak baik untuk kesehatan. Terlalu banyak duduk dikaitkan dengan peningkatan risiko mengalami obesitas, penyakit jantung, dan kolesterol tinggi. 

Dijelaskan laman WebMD, saat kamu duduk terlalu lama, enzim yang mengubah kolesterol LDL berbahaya menjadi kolesterol high-density lipoprotein (HDL) alias kolesterol baik turun hingga 95 persen. Untuk melindungi jantung, berdirilah setidaknya setiap 30 menit untuk melakukan peregangan atau berjalan-jalan.

4. Keturunan

Beberapa orang mewarisi gen dari orang tua, yang menyebabkan mereka memiliki kolesterol tinggi. Kondisi ini disebut hiperkolesterolemia familial. Diterangkan American Heart Association, tingkat keparahan hiperkolesterolemia familial terkait dengan durasi dan tingkat kolesterol low-density lipoprotein (LDL) alias kolesterol jahat dalam darah.

Hiperkolesterolemia familial merupakan kondisi yang berbahaya karena dapat menyebabkan penyakit jantung aterosklerotik dini. Bagi individu yang memiliki riwayat keluarga dengan hiperkolesterolemia familial atau masalah yang berkaitan dengan kolesterol tinggi, penting untuk memeriksakan kadar kolesterol secara rutin.

5. Gangguan tiroid

Hormon tiroid digunakan untuk membantu menghilangkan kolesterol ekstra yang tidak diperlukan. Diterangkan laman WebMD, saat kamu memiliki tiroid yang kurang aktif atau hipotiroidisme,  kadar kolesterol total dan LDL juga ikut naik. 

Bicaralah dengan dokter jika kamu memiliki gejala hipotiroidisme, seperti kelelahan, kulit kering, kelemahan otot, dan nyeri otot. Nantinya, dokter mungkin akan merekomendasikan tes darah untuk memastikan kondisi yang kamu alami.

Baca Juga: Ampuh Turunkan Kolesterol, Rekomendasi Jus Yang Wajib Diminum Setelah 'Nyate' Daging Kurban

6. Konsumsi makanan tinggi gula

Lemak jenuh kerap disalahkan sebagai penyebab utama penyakit jantung. Namun, sebenarnya, terlalu banyak gula juga menjadi biang keladinya. Konsumsi makanan tinggi gula mendorong hati menghasilkan lebih banyak kolesterol LDL dan trigliserida, dan lebih sedikit kolesterol HDL.

Menurut laman WebMD, individu yang mendapat 10 persen atau lebih kalori dari gula tambahan tiga kali lebih mungkin memiliki kadar HDL rendah. Karena alasan ini, penting untuk membatasi konsumsi gula harian atau makanan tinggi gula. (Ridho Hatmanto)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
W
Editor
Wahyu SK