Mendengarkan Musik Dan Dampaknya Terhadap Psikologi

AKURAT.CO Kini mendengarkan musik menjadi hal yang sangat mudah dilakukan di manapun, kapanpun dan oleh siapapun. Banyak aplikasi digital yang menyediakan platform khusus untuk mendengarkan musik seperti Sportify, SoundCloud, Pandora, JOOX hingga YouTube Music.
Oleh karena itu, mendengarkan musik tidak hanya menjadikannya sebuah hobi tetapi juga merupakan sebuah kebutuhan.
Mendengarkan musik menjadi kegiatan yang masif dilakukan. Karena selalu berdampingan di setiap kegiatan sehari-hari, mendengarkan musik menjadi mampu mempengaruhi kondisi psikologi seseorang.
Baca Juga: Mengenal Indie, Bukan Sebagai Genre Musik
Dampak Mendengarkan Musik Terhadap Psikologi
1. Mengurangi kecemasan
Faktanya, mendengarkan musik yang disukai dengan tempo waktu tertentu dapat mengurangi kecemasan seseorang. Pada dasarnya musik memang tidak bisa menghilangi rasa cemas dan hanya mengurangi kecemasan dari tingkat negatif.
2. Mengurangi gejala depresi
Sesuai dengan penelitian yang dilakukan Daniel Luebner dan Thilo Hiterberger pada tahun 2017, Mendengarkan musik mampu mengurangi tingkat depresi seseorang.
3. Membantu waktu tidur
Insomnia atau sulit tidur sangat sering terjadi pada setiap kalangan usia. Biasanya hal tersebut disebabkan oleh berbagai macam faktor dan salah satunya adalah stres atau depresi. Sudah banyak pengobatan untuk mengurangi serta menghilangkan insomsia pada seseorang yang mengidapnya.
Namun, mendengarkan musik tertentu ternyata dapat berguna membantu waktu tidur dengan mengurangi rasa stres. Mendengarkan musik juga merupakan pendekatan paling mudah dan murah untuk pulih dari insomnia.
Baca Juga: 6 Manfaat Menonton Konser Musik, Benarkah Bisa Memperpanjang Usia?
4. Mengobati penyakit mental
Musik bisa menjadi obat dari penyakit mental. Hal tersebut dibuktikan oleh Mona Lisa Chanda dalam penelitiannya yang mengatakan mendengarkan musik dapat membantu munculnya beberapa zat kimia penting yang berfungsi untuk menjaga kesehatan mental.
Beberapa zat kimia tersebut antara lain oksitosi sebagai peningkat kemampuan interaksi dengan orang lain, serotonin sebagai pelindung imun tubuh, dopamine sebagai pemicu rasa bahagia serta oktisol sebagai pereduksi stres.
5. Meningkatkan motivasi
Terdapat beberapa musik yang memiliki tujuan untuk menceritakan hal yang relevan, memberikan semangat, melakukan protes, dan sebagainya. Dengan tujuan yang beragam tersebut, biasanya seseorang akan menyukai musik yang sesuai denga apa yang dirinya alami. Misalnya seseorang penyandang disabilitas akan lebih termotivasi untuk menjalani hidupnya ketika mendengarkan musik yang memberikan semangat dan menceritakan hal yang relevan terhadap kondisinya saat ini.
6. Dapat tingkatkan produktifitas
Musik diciptakan biasanya dengan tempo yang lambat hingga cepat, serta suara yang rendah hingga keras. Tempo dan suara yang dihasilkan musik dapat mempengaruhi tingga produktifitas seseorang dalam melakukan sesuatu.
Biasanya, musik dengan tempo yang cepat biasanya akan membuat pendengar bergerak lebih cepat. Sebaliknya, musik dengan tempo rendah biasanya akan membuat pendengar lebih tenang. Kinernya seseorang akan menyesuaikan gerakannya dengan apa yang didengar. (Sastra Yudha Muhidin)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









