Kemenkes Galakkan Lagi Pemberian Vaksin Polio Usai Muncul Kembali Kasus Polio Tipe 2

AKURAT.CO, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) lebih meningkatkan cakupan vaksin polio, terutama di Aceh. Hal ini dilakukan menyusul ditemukannya satu anak yang terinfeksi polio tipe 2.
"Kita akan melakukan outbreak response imunisasi, terutama cakupan imunisasi polio OPV dan IPV di Kabupaten Pidie, Aceh, mulai tanggal 28 November 2022 dan diharapkan selesai dalam seminggu," kata Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, Maxi Rein Rondonuwu saat konferensi pers virtual, dikutip pada, Minggu (20/11/2022).
Maxi mengatakan, mulai 5 Desember 2022 besok, imuniasi OPV dan IPV untuk cegah polio akan dilakukan di seluruh kabupaten/ kota Aceh.
Berdasarkan rekomendasi WHO, kata Maxi, imunisasi OPV dan IPV akan menyasar kepada anak-anak berusia di bawah 13 tahun dan 15 tahun.
"Di samping mempersiapkan imunisasi, kita melakukan surveilans yang aktif ke fasilitas kesehatan untuk melihat jangan-jangan ada yang belum terlaporkan anak-anak yang memiliki gejala polio," jelas dia
Maxi mengakui, cakupan imunisasi OPV dan IPV untuk pencegahan polio di Indonesia memang masih rendah.
Pada tahun 2020, cakupan vaksinasi OPV hanya mencapai 86,8 persen dan IPV sebesar 37,7 persen. Lalu, pada tahun 2021 cakupan imunissi OPV menurun jadi 80,2 persen dan IPV 66,2 persen.
"Jadi 30 provinsi dan 415 kabupaten kota masuk kriteria high risk untuk cakupan polio yang rendah. Indonesia ini memang high risk untuk terjadinya KLB polio," terang Maxi.
Maxi menegaskan pentingnya cakupan imunisasi yang merata di seluruh Indonesia. Dia yakin, jika imunisasi diimplementasikan dengan tepat, maka virus polio akan tereradikasi per tahun 2026.
"Pencegahan polio satu-satunya ya cuma vaksin polio, dampaknya besar sekali. Jadi jika anak-anak kita sudah diimunisasi lengkap, saya sangat yakin kita di tahun 2026 itu eradikasi, enggak ada virus liar lagi," katanya.
"Selain kita harus intervensi lingkungan, sekalipun virus liar itu masih ada, tapi kalau semua anak-anak sudah punya kekebalan dia bisa lawan," sambungnya.
Sebelumnya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengumumkan Kejadian Luar Biasa (KLB) polio, karena ditemukan satu kasus polio tipe 2 di Aceh.
Maxi mengatakan, ada 15 negara yang melaporkan kasus virus polio tipe 2 per tanggal 15 November 2022.
Diketahui, Sebanyak 15 negara adalah Yaman, Kongo, Nigeria, Central African Republic, Ghana, Somalia, Niger, Chad, Amerika Serikat, Algeria, Mozambik, Eritrea, Togo, dan Ukraina.
"Kita melaporkan dari Aceh, jadi kita negara ke 16," kata Maxi.
Hal yang disayangkan, pasien dari Aceh ini tidak memiliki riwayat imunisasi polio sebelumnya, dan memiliki lingkungan tidak sehat.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.





