Akurat

Jenis Minyak Goreng Sehat untuk Masak agar Jantung Aman

Ratu Tiara | 25 Oktober 2025, 10:34 WIB
Jenis Minyak Goreng Sehat untuk Masak agar Jantung Aman

AKURAT.CO Minyak goreng adalah bahan penting dalam memasak, tapi tidak semua minyak memiliki efek yang sama bagi kesehatan.

Beberapa jenis minyak justru bisa meningkatkan kolesterol jahat (LDL) dan memicu risiko penyakit jantung. Karena itu, penting untuk memilih minyak goreng yang lebih sehat yaitu minyak yang tinggi lemak tak jenuh dan kaya antioksidan.

Minyak dengan kandungan lemak tak jenuh tidak hanya membantu menjaga kadar kolesterol, tetapi juga mendukung kesehatan jantung dan pembuluh darah. Jenis minyak ini cocok digunakan untuk berbagai metode memasak, mulai dari menumis, memanggang, hingga menggoreng dengan suhu tinggi.

Baca Juga: Minyak Goreng Bersubsidi Malaysia Ditemukan Dijual di Thailand, Gembong Penyelundup Datuk John Terungkap

Berikut ini beberapa jenis minyak goreng sehat yang bisa menjadi pilihan terbaik untuk dapur Anda:

1. Minyak Zaitun (Olive Oil)

Minyak zaitun dikenal sebagai minyak serbaguna yang kaya antioksidan dan lemak tak jenuh tunggal, terutama asam oleat. Zat ini memiliki sifat antiinflamasi dan dapat membantu menurunkan risiko penyakit jantung serta tekanan darah tinggi.

Jenis extra virgin olive oil memiliki aroma dan rasa lebih kuat dengan kandungan nutrisi paling tinggi, cocok untuk menumis atau dijadikan salad dressing. Sementara itu, light atau pomace olive oil lebih tahan panas dan cocok untuk memanggang atau memasak dengan suhu lebih tinggi.

2. Minyak Kanola (Canola Oil)

Minyak kanola termasuk minyak rendah lemak jenuh dan kaya omega-3 serta omega-6. Selain itu, minyak ini mengandung pitosterol, senyawa alami yang membantu menurunkan kolesterol.

Dengan titik asap yang tinggi, minyak kanola cocok untuk menggoreng, memanggang, dan menumis tanpa mudah rusak oleh panas. Rasanya juga netral, sehingga tidak mengubah cita rasa makanan.

3. Minyak Bunga Matahari (Sunflower Oil)

Minyak bunga matahari menjadi pilihan populer karena rasanya ringan dan teksturnya tidak berminyak.

Jenis high-oleic sunflower oil lebih direkomendasikan karena kaya lemak tak jenuh tunggal yang stabil pada suhu tinggi.
Minyak ini cocok untuk berbagai keperluan memasak seperti menggoreng ayam, menumis sayur, atau memanggang roti dan kue.

4. Minyak Alpukat (Avocado Oil)

Minyak alpukat memiliki profil gizi mirip dengan minyak zaitun, namun dengan titik asap yang lebih tinggi, sekitar 270°C. Hal ini membuatnya ideal untuk memasak dengan suhu tinggi seperti menggoreng.
Kandungan lemak tak jenuh tunggalnya membantu menjaga tekanan darah, meningkatkan kolesterol baik (HDL), dan melindungi tubuh dari radikal bebas berkat kandungan antioksidan alaminya.

5. Minyak Wijen (Sesame Oil)

Minyak wijen banyak digunakan dalam masakan Asia karena aroma dan rasa khasnya. Selain kaya lemak tak jenuh, minyak ini juga mengandung senyawa sesamol dan sesamin yang bersifat antioksidan dan antiinflamasi.

Ada dua jenis minyak wijen yang bisa digunakan: minyak wijen biasa untuk menumis atau menggoreng, dan minyak wijen sangrai untuk menambah aroma pada masakan.

Baca Juga: Sania Royale Luncurkan Minyak Wijen Murni dengan Kandungan Lignan Tinggi

6. Minyak Kedelai (Soybean Oil)

Minyak kedelai memiliki kadar lemak jenuh yang rendah dan menjadi sumber asam lemak omega-3. Kandungan ini baik untuk kesehatan jantung serta membantu menurunkan kadar kolesterol.

Minyak kedelai juga fleksibel digunakan, baik untuk menumis, menggoreng, maupun membuat saus dan bumbu marinasi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yusuf
R