Akurat

Perbedaan Whey dan Mass Gainer: Mana yang Tepat untuk Meningkatkan Massa Otot?

Leo Farhan | 23 Juli 2025, 19:02 WIB
Perbedaan Whey dan Mass Gainer: Mana yang Tepat untuk Meningkatkan Massa Otot?

 

AKURAT.CO Dalam dunia kebugaran, dua jenis suplemen yang kerap dijumpai di rak-rak toko olahraga adalah whey protein dan mass gainer.

Meski sama-sama berperan dalam membentuk tubuh ideal, keduanya dirancang untuk tujuan berbeda. Berikut penjelasan komprehensif perbedaan keduanya.

Whey Protein: Murni untuk Otot

Whey protein berasal dari cairan sisa produksi keju yang diolah dan diproses menjadi bubuk protein berkualitas tinggi.

Kandungan utamanya adalah protein murni, biasanya 20–30 gram per saji, dengan kadar lemak dan karbohidrat sangat rendah.

Whey cocok untuk mereka yang ingin meningkatkan massa otot tanpa menambah lemak tubuh. Khususnya bagi pelaku cutting atau menjaga komposisi tubuh tetap ramping.

Jenis whey sendiri terbagi menjadi tiga: concentrate, isolate, dan hydrolysate, yang berbeda dari segi tingkat kemurnian dan kecepatan serap tubuh.k

Mass Gainer: Solusi Bagi Tubuh Kurus

Di sisi lain, mass gainer adalah suplemen berkalori tinggi yang menggabungkan protein dengan karbohidrat kompleks dalam jumlah besar, bahkan bisa mencapai 1.000 kalori atau lebih per saji.

Kandungan proteinnya biasanya 15–30 gram, tapi disertai 100–200 gram karbohidrat, plus lemak sehat, serat, dan kadang vitamin-mineral.

Mass gainer ideal untuk orang dengan metabolisme tinggi atau susah gemuk, agar mereka bisa mencapai surplus kalori.

Namun, penggunaannya perlu dikontrol. Konsumsi tanpa latihan yang cukup bisa berisiko meningkatkan lemak tubuh berlebih.

Pilih Sesuai Tujuan

Whey protein cocok untuk membentuk otot dan mempercepat pemulihan tanpa risiko kelebihan kalori.

Mass gainer ditujukan untuk individu bertubuh kurus yang sulit menaikkan berat badan, dengan target menaikkan massa otot dan bobot secara keseluruhan.

Baik whey maupun mass gainer hanya akan efektif bila diiringi dengan pola makan sehat, istirahat cukup, dan latihan fisik yang konsisten.

Suplemen bukan pengganti makanan, tapi pelengkap. Gunakan sesuai kebutuhan dan jangan asal ikut tren.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.