Panduan Memilih Whey Protein: Kenali Jenis dan Fungsinya

AKURAT.CO Dalam dunia kebugaran, whey protein menjadi suplemen populer untuk menunjang pembentukan otot dan pemulihan tubuh.
Namun, tak sedikit orang bingung memilih produk whey yang tepat di tengah banyaknya pilihan di pasaran.
Memilih whey protein yang tepat bukan sekadar soal harga atau merek, tapi harus mempertimbangkan tujuan, kandungan nutrisi, dan kecocokan dengan tubuh.
Dengan informasi yang tepat, Anda dapat mengoptimalkan latihan dan hasil yang diinginkan.
Mengutip berbagai sumber, berikut panduan lengkap dalam memilih whey protein berdasarkan jenis, kebutuhan tubuh, hingga rekomendasi produk yang beredar di Indonesia.
Tentukan Tujuan Anda: Bulking atau Cutting?
Sebelum membeli whey, penting memahami tujuan konsumsi: apakah untuk menambah massa otot (bulking), menjaga otot saat diet (cutting), atau sekadar melengkapi asupan protein harian.
Untuk bulking bersih, whey jenis concentrate sudah cukup. Namun jika sedang diet rendah kalori, isolate atau hydrolyzed lebih ideal karena minim lemak dan karbohidrat
Tiga Jenis Whey Protein
Whey Concentrate
Mengandung sekitar 70–80% protein, dengan sisa kandungan berupa laktosa dan lemak. Harganya terjangkau dan cocok untuk pemula.
Whey Isolate
Diproses lebih lanjut sehingga menghasilkan kadar protein 85–95%, serta minim lemak dan laktosa. Cocok bagi mereka yang sedang diet atau sensitif terhadap susu.
Hydrolyzed Whey
Jenis whey paling cepat diserap tubuh karena telah dipecah menjadi bentuk yang lebih sederhana. Meski mahal, produk ini sering dipilih atlet profesional atau individu dengan pencernaan sensitif.
Tips Saat Membeli
Beli dari toko resmi atau distributor terpercaya untuk menghindari produk palsu.
Pilih rasa yang sesuai dengan selera agar konsumsi lebih konsisten.
Sesuaikan pilihan dengan toleransi tubuh terhadap laktosa dan anggaran yang tersedia.
Perhatikan Komposisi dan Label Nutrisi (rendah gula / izin BPOM)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.







