Akurat

Lirik dan Makna Lagu 'Cancelled' Taylor Swift yang Menyingkap Sisi Gelap Cancel Culture

Idham Nur Indrajaya | 3 Oktober 2025, 14:58 WIB
Lirik dan Makna Lagu 'Cancelled' Taylor Swift yang Menyingkap Sisi Gelap Cancel Culture

AKURAT.CO Taylor Swift kembali menyedot perhatian dengan salah satu lagu terbarunya yang berjudul “Cancelled”. Lagu ini bukan sekadar karya musik biasa, melainkan potret satir tentang kerasnya cancel culture di era media sosial. Dengan lirik yang tajam, penuh metafora, dan nuansa gelap, Taylor mengajak pendengarnya menyelami dunia di mana reputasi bisa hancur seketika hanya karena satu kesalahan, bahkan terkadang hanya karena terlalu bersinar.

Menariknya, “Cancelled” justru menghadirkan sudut pandang berbeda. Alih-alih meratap, Taylor menggambarkan bagaimana luka dan pengucilan sosial bisa melahirkan solidaritas baru.

Melalui penggambaran seperti “matching scars” dan “underworld”, ia menekankan bahwa dari kehancuran bisa muncul kekuatan, kejujuran, dan persahabatan sejati. Lagu ini pun menjadi refleksi penting, bukan hanya bagi penggemar musik, tetapi juga bagi siapa saja yang hidup di tengah budaya digital yang penuh penghakiman.

Lirik Lagu “Cancelled” – Taylor Swift

Berikut lirik lengkap lagu “Cancelled” milik Taylor Swift:


[Verse 1]
You thought that it would be okay, at first
The situation could be saved, of course
But they'd already picked out your grave and hearse
Beware the wrath of masked crusaders

[Pre-Chorus]
Did you girl-boss too close to the sun?
Did they catch you having far too much fun?
Come with me, when they see us, they'll run
Something wicked this way comes

[Chorus]
Good thing I like my friends cancelled
I like 'em cloaked in Gucci and in scandal
Like my whiskey sour
And poison thorny flowers
Welcome to my underworld
Where it gets quite dark
At least you know exactly who your friends are
They're the ones with matching scars

[Verse 2]
It's easy to love you when you're popular
The optics click, everyone prospers
But one single drop, you're off the roster
"Tone-deaf and hot, let's fuckin' off her"

[Pre-Chorus]
Did you make a joke only a man could?
Were you just too smug for your own good?
Or bring a tiny violin to a knife fight?
Baby, that all ends tonight

[Chorus]
Good thing I like my friends cancelled (Cancelled)
I like 'em cloaked in Gucci and in scandal
Like my whiskey sour
And poison thorny flowers
(Honey) Welcome to my underworld
It'll break your heart
At least you know exactly who your friends are
They're the ones with matching scars

[Bridge]
They stood by me
Before my exoneration
They believed I was innocent
So I'm not here for judgment, no, ooh

[Verse 3]
But if you can't be good, then just be better at it
Everyone's got bodies in the attic
Or took somebody's man, we'll take you by the hand
And soon you'll learn the art of never getting caught

[Chorus]
It's a good thing I like my friends cancelled
You know that I like 'em cloaked in Gucci and in scandal
I like my whiskey sour
And poison thorny flowers (Ooh)
Yeah, it's a good thing I like my friends cancelled (Cancelled)
I salute you if you're much too much to handle
Like my whiskey sour (I like it)
And poison thorny flowers (I love it)
Can't you see my infamy loves company?
Now they've broken you like they've broken me
But a shattered glass is a lot more sharp
And now you know exactly who your friends are

[Outro]
You know who we are
We're the ones with matching scars


Makna Lagu “Cancelled” Taylor Swift

Lagu ini tidak sekadar bercerita tentang hubungan personal atau percintaan, melainkan menjadi komentar tajam Taylor Swift terhadap fenomena cancel culture. Dalam liriknya, Taylor menggambarkan bagaimana seseorang bisa dihancurkan secara sosial hanya karena kesalahan kecil, atau bahkan hanya karena terlalu sukses dan terlihat bahagia.

Di bait pembuka, metafora “grave and hearse” melambangkan kematian sosial, sebuah tanda bahwa begitu masyarakat sudah menjatuhkan vonis, sulit untuk diselamatkan. Sosok “masked crusaders” menjadi simbol netizen anonim yang merasa seperti pahlawan, namun sebenarnya menjadi algojo yang siap menghakimi.

Bagian pre-chorus menyinggung mitologi Icarus, “girl-boss too close to the sun”, yang melambangkan seseorang yang dihukum karena terlalu berani atau terlalu bersinar. Hal ini sekaligus menyentil standar ganda yang sering terjadi, terutama pada perempuan di industri hiburan.

Di chorus, Taylor justru membalikkan situasi. Ia menyatakan bahwa dirinya menemukan kenyamanan bersama orang-orang yang sama-sama pernah dicancel. “Matching scars” menjadi simbol solidaritas—luka sosial yang sama justru membuat ikatan lebih kuat. Dunia “underworld” yang ia sebut bukanlah sekadar tempat gelap, melainkan ruang aman di mana orang-orang tahu siapa sebenarnya yang bisa disebut teman.

Bait kedua semakin menegaskan betapa cepatnya cinta publik bisa berubah. Popularitas adalah mata uang rapuh. Satu kesalahan kecil bisa membuat seseorang terhapus dari daftar dukungan. Kalimat keras seperti “Tone-deaf and hot, let's fuckin' off her” menggambarkan kejamnya penghakiman massal di era digital.

Bridge lagu ini membawa nuansa lebih personal. Taylor mengenang mereka yang tetap bersamanya sebelum dirinya benar-benar terbebas dari tuduhan. Ini adalah bentuk penghargaan kepada loyalitas sejati yang jarang ditemukan di tengah sorotan publik.

Lirik “Everyone's got bodies in the attic” pada verse ketiga menjadi sindiran pedas. Tidak ada manusia yang benar-benar tanpa dosa, semua orang menyimpan rahasia kelamnya sendiri. Namun, cancel culture sering lupa pada kenyataan itu, seolah-olah hanya orang yang sedang jadi korbanlah yang pantas dihukum.

Chorus terakhir menutup dengan gambaran kuat: pecahan kaca yang meski rapuh, justru lebih tajam. Taylor menegaskan bahwa dari kehancuran bisa lahir kekuatan baru. Infamy, atau reputasi buruk, justru menjadi sumber solidaritas dan ketahanan diri.


Kesimpulan

“Cancelled” adalah lagu yang membongkar ironi budaya penghakiman massal di era media sosial. Taylor Swift tidak hanya menyoroti sisi kelam cancel culture, tetapi juga menunjukkan bagaimana dari luka lahir solidaritas, kejujuran, dan bahkan kekuatan yang lebih tajam.

Lagu ini bisa jadi pengingat bahwa popularitas dan citra hanyalah ilusi yang rapuh, sementara teman sejati adalah mereka yang tetap ada bahkan saat dunia menjatuhkan kita.

Kalau kamu ingin terus mengikuti pembahasan menarik seputar musik, budaya pop, dan karya terbaru Taylor Swift, pantau terus update selanjutnya di media ini.

Baca Juga: Lirik Lagu Alamak Oleh Rizky Febian feat. Adrian Khalif yang Viral di Medsos, Bikin Candu!

Baca Juga: Chord Gitar dan Lirik Lagu Terbuang Dalam Waktu Dinyanyikan Barasuara, OST Film Sore: Istri dari Masa Depan yang Viral!

FAQ Seputar Lagu “Cancelled” Taylor Swift

1. Apa arti lagu “Cancelled” Taylor Swift?
Lagu “Cancelled” mengisahkan pengalaman menghadapi cancel culture, di mana seseorang bisa dihancurkan secara sosial karena kesalahan kecil atau bahkan karena terlalu sukses. Taylor menyoroti sisi kelam penghakiman massal, sekaligus menunjukkan kekuatan yang lahir dari solidaritas sesama korban.

2. Apa makna “matching scars” dalam lirik lagu ini?
Frasa “matching scars” menggambarkan luka sosial yang sama-sama dialami oleh orang-orang yang pernah dicancel. Luka itu menjadi simbol solidaritas, karena hanya mereka yang mengalaminya yang tahu arti persahabatan sejati.

3. Mengapa Taylor Swift menggunakan metafora seperti “grave and hearse” atau “shattered glass”?
Metafora “grave and hearse” melambangkan kematian sosial akibat cancel culture, sedangkan “shattered glass” menunjukkan bahwa meskipun reputasi hancur, pecahan itu justru membuat seseorang lebih tajam dan kuat.

4. Apakah “Cancelled” terinspirasi dari pengalaman pribadi Taylor Swift?
Meskipun tidak disebutkan secara langsung, banyak penggemar menilai lagu ini berkaitan dengan masa sulit Taylor saat menghadapi skandal publik beberapa tahun lalu, khususnya ketika ia menjadi sorotan dalam konflik dengan figur lain di industri hiburan.

5. Apa pesan utama yang ingin disampaikan Taylor Swift lewat lagu ini?
Pesan utamanya adalah bahwa meski cancel culture bisa menghancurkan seseorang, dari situ bisa lahir kekuatan baru, persahabatan sejati, dan kejujuran yang lebih murni. Lagu ini mengingatkan bahwa semua orang punya sisi gelap, sehingga penghakiman publik sering kali penuh kepalsuan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.